Princess Connect

Princess Connect
Enam Puluh Sembilan



Kini Mereka telah sampai di Rumah Besar mereka. Belum sempat sampai rumah Briana dan Keana sudah menikmati kue kue mereka.


Hingga Mulut mereka penuh dengan kue, dan tak lupa belepotan tentunya.


"Mom.. Ini enak sekali " Kata Keana


"Berterimakasih lah pada Daddy sayang, Karena Daddy sudah mentraktir kita.." Bujuk Briana


"Dad... thanks a lot " Kata Keana memeluk Maxim .


"Hanya Keana ..?" Sindir Maxim lagi


"Sayang... Makasih " Kata Briana merayu Maxim dengan ikut ikutan bergelanjotan pada Maxim.


"Hanya itu saja sayang.. ?" Goda Maxim


"Apa lagi... ?" Tanya Briana dengan nada manjanya.


"Aku tunggu nanti malam .." Goda Maxim


"Ayolah sayang..." Ajak Briana masuk ke rumah.


šŸšŸ


Pagi ini Maxim terlihat murung di kamarnya.


Briana melihat suaminya merasa sungguh aneh.


"Apa ada masalah Max ?" Tanya Briana mengagetkan lamunan suaminya.


"Everything is good .." Sahut Maxim tak ingin membebani pikiran istrinya.


"Cerita lah, siapa tahu aku bisa membantumu.." Bujuk Briana mendekati suaminya.


"Cium aku.. itu akan membantuku" Goda Maxim


"Dasar Otak cabul.. Kau sungguh menyebalkan" Gerutu Briana yang mulai melangkah meninggalkan suaminya.


"Tetaplah disini sebentar.." Pinta Maxim menggenggam tangan istrinya .


"Kau bisa cerita " Bujuk Briana lagi


"Ada yang menolak pembebasan lahan untuk proyekku Bi!" Jelas Maxim


"Siapa ?? Apa proyek itu begitu penting untukmu?" Tanya Briana membujuknya


"Tuan Vugo Hirata, dia pemilik Lahan di Pluit" Sahut Maxim menjelaskan masalahnya.


"Lalu apa pentingnya proyek itu ?" Tanya Briana


"Kalian berdua kan hobby berbelanja, jadi aku akan membuatkan sebuah Mall untuk kalian berdua " Jelas Maxim penuh dengan kesombongan.


"Apa itu penting bagiku ?" Sindir Briana


"Supaya kau tak belanja macam macam " Goda Maxim mulai mencumb* istrinya lagi.


"Kau sudah melakukannya tadi malam sayang.. " Goda Briana melihat suaminya mulai ganas lagi.


"Kau tak takut suamimu yang kaya ini akan jadi incaran para pelakor nyonya ?" Tanya Maxim menggodanya


"Kalau kau tergoda, aku akan meninggalkan mu dan mencari suami baru " Balas Briana dengan pede nya.


"Benarkah ?? kau tak menyesal nyonya ?" Sindir Maxim lagi.


"Brendon lebih muda darimu " Goda Briana lagi.


"Bi... kau keterlaluan, apa kau berencana kabur dengan pria itu ?" Selidik Maxim


"Tidak sayang, kan aku bilang kalau kau tergoda oleh pelakor. Kalau tidak untuk apa aku meninggalkan suamiku ini ?" Jelas Briana lagi.


"Bi.. Aku mencintaimu " Ucap Maxim memeluk istrinya


"Aku juga mencintaimu dan anak anak kita " balas Briana juga.


"Aku akan Keluar Kota menemui Mr Vugo, tidakkah kau ingin memberikanku sesuatu ?" Pinta Maxim dengan manja.


"Kau bilang kau mencintaiku sayang..." Sindir Maxim melihat istrinya hendak keluar kamar.


"Aku akan mengurus Keana, sudah waktunya dia bangun " Jelas Briana


"Keana sudah memiliki pengasuh sayang... dan suamimu ini belum " Goda Maxim mulai melucuti pakaian istrinya.


"Kau akan terlambat Max.. Kau bilang proyek ini penting untukmu" Bujuk Briana


"Hal ini juga penting untuk suamimu nyonya, kau tahu aku tak bisa lepas darimu" Rayu Maxim mulai melancarkan aksinya.


"Kau benar benar membuatku susah Tuan " Sindir Briana pada suaminya.


"Hi anak anak Daddy... ijinkan Daddy bersenang senang dulu dengan Mommy ya " Rayu Maxim mengelus perut rata Briana dan menggendongnya ke Tempat tidur.


Kini Maxim sudah berada diatas tubuh istrinya. Dia sudah siap tempur sekarang. Namun tiba tiba Briana merasakan sesuatu yang tak menyenangkan.


Dia sudah tak bisa menahannya lagi.


"Hoeeeeekkkk...." Briana mesarakan mual tak tertahankan, kemudian dia berlari ke kamar mandi dalam keadaan tak memakai apapun.


Maxim terpaku melihat kejadian ini, dan pergi ke kamar mandi melihat bagaimana keadaan istrinya.


"Bi... are you okay ?" Tanya Maxim melihat Briana memuntahkan isi perutnya di westafel kamar mandi.


Briana hanya mengangkat tangannya memberikan tanda, dia sendiri masih muntah muntah saat ini.


"Aku akan memanggil dr Tyo kemari " kata Maxim khawatir dengan keadaan istrinya.


Setelah Briana sudah menguasai keadaan, dan rasa mualnya berangsur hilang dia kembali memakai pakaiannya dan membasuh mukanya.


"Aku tak apa apa Max.. ini hal biasa " Jelas Briana yang melihat rona khawatir di wajah suaminya.


"Biasa ????" selidik Maxim


"Cindy bilang semua ibu hamil mengalami morning sickness " Jelas Briana


Maxim mulai mem browsing internet di Handphonenya lalu mengetik morning sickness.


Morning sicknessĀ atauĀ emesis gravidarumĀ merupakan kondisi mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil trimester awal (3 bulan pertama kehamilan). Kondisi ini merupakan kondisi yang normal terjadi dan pada umumnya akan hilang setelah masuk trimester kedua. Jika mual dan muntah terjadi hebat, maka disebutĀ hiperemesis gravidarumĀ dan kondisi ini memerlukan penanganan segera.


"Sudah puas belajarnya ?" sindir Briana


"Sekarang aku cukup lega sayang " kata Maxim


"Aku akan melihat anak kita Keana" Kata Briana menambahi.


Tapi Maxim menghadang jalannya. Dia masih punya hasrat yang belum tersalurkan dari tadi .


"Bagaiman dengan Daddy ?" Goda Maxim lagi


"Apa ?????" Tanya Briana dengan kesalnya melihat tingkah manja suaminya.


"Sebelum dia mendapatkannya dia tidak akan membiarkanku tenang " Batin Briana yang tahu betul watak suaminya.


"Just a little time baby.." Goda Maxim


Briana hanya menyunggingkan senyum tipis nya. Maxim tak mau berlama lama setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya.


Dan..... " Hoeeeecckkkk.... !!" Briana mengulangi rasa mualnya.


Dia muntah lagi, lebih parahnya dia menumpahkan isi perutnya di tubuh Suaminya kali ini.


Melihat istrinya sudah tak berdaya, Maxim tak kuasa meluapkan kemarahannya. Bagaimanapun juga itu bukan keinginan istrinya.


Dia hanya memendam rasa tak Puasnya hingga mengantar Keana dan Briana ke Kantor.


Sebelum dia pergi ke Kantornya, dia menyempatkan diri menemui dr Tyojie di Siolam untuk menanyakan masalah istrinya tersebut.


šŸšŸšŸ


Poor Daddy untuk kali ini šŸ˜”šŸ˜”