Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Empat



"Kalau begitu belikan Keana adik Dad" rengek Keana manja


Daddy Maxim yang sedang mengunyah roti tersedak mendengar permintaan putrinya.


"Sayang, kita akan berangkat ke sekolah" ajak Briana menghindari percakapan itu


"Daddy sedang usaha membuatkan mu adik Sayang" bujuk Maxim


"Bahkan Daddy sudah menggempur..." Maxim menghentikan ucapannya karena Briana Menyuapkan sepotong roti dimulutnya .


"Baby, ayo siap siap nanti kau akan terlambat " bujuk Briana


"Baiklah, mommy akan mengantar Keana?" tanya gadis itu menggandeng Briana


"Tidak, Daddy akan mengantarmu biarkan mommy dirumah " Kata Maxim


" Kenapa?" tanya Keana


"Keana ingin adik kan? kalau begitu menurutkan dengan Daddy" bujuk Maxim


"Max berhentilah berbicara tidak tidak" bentak Briana


"Kau ingin memiliki anak sayang ?" goda Maxim


Briana lalu menjewer telinga Maxim.


"Mommy kau menyakiti Daddy " kata Keana


Briana lalu mengajak Keana menyiapkan pelajarannya.


"Apa dia tak sadar dengan ucapannya pada anak kecil " gerutu Briana


"Nanti mommy akan menjemputmu" bujuk Briana


Maxim lalu menemui mereka dikamar Keana.


"Apa kau ingin aku bicara pada Martin untuk menunda pengambilan gambar poster " rayu Maxim memeluk Briana dari Belakang


"Hentikan ini Max, kau tak malu dengan anakmu?" ejek Briana


"Keana ingin dipeluk juga ?" bujuk Maxim


"Boleh juga " jawab Keana


Maxim lalu memeluk putrinya.


"Dad, berjanjilah belikan Keana adik untuk teman Keana main" pinta Gadis kecil itu


"Tanyakan pada mommy mu, Daddy sih yes !"


😝😝


"Mom, ayolah ..." rayu Keana manja


"Apa dia pikir punya adik gampang seperti membeli es krim " kata Briana


"Bi, dia hanya anak kecil" bujuk Maxim


"Okelah, kalian berdua menang" kata Briana mengaku kalah.


"Mommy, thanks " kata Keana.


Keana dan Maxim saling mencium pipi Briana berbarengan.


"Aku akan pergi Ke EM" kata Briana


"Kau bisa dirumah saja hari ini Bi" Bujuk Maxim


"Aku harus profesional Max " jelas Briana


"Jangan dekat dekat dengan Martin sayang " Pinta Maxim memeluk Briana.


"Aku akan mendekati fotografer nya " ejek Briana


"Aku akan membunuhnya " Ancam Maxim dengan tangannya sudah di balik Baju Briana


"Dad, aku akan terlambat " kata Keana


"Kita lanjutkan nanti malam " bisik Maxim pada Briana


"aku tak akan membiarkannya" ejek Briana


"Bye Mommy..." Kata Keana melambaikan tangannya.


"Aku sudah memesan pakaian untukmu, sebentar lagi sampai " Jelas Maxim



" Bye Mommy" Kata Maxim pamit pada Briana


" Aku sungguh bisa gila menghadapi mereka " umpat Briana dalam hati.


🍁🍁


" Kau sungguh ingin memiliki adik Sayang ?" tanya Maxim kepada Keana


" iya , Dad " jawab Keana dengan anteng duduk di samping Daddy nya.


" Kalau begitu, sering seringlah menginap bersama Oma dan Opa " bujuk Maxim..


" Keana kan sudah janji pada Daddy bahwa Keana akan menuruti Daddy " sindir Maxim


" Baiklah kalau begitu " jawab Keana dengan Kecewa


" Kau akan segera mendapatkan adik sayang " Kata Maxim mengelus rambut Putri ciliknya.



Setelah bertukar Pakaian , Briana meminta Clara menjemputnya.


" Ini semua karena lelaki Sial*n itu " Umpat Briana


" Baguslah, sesekali kau tak berpakaian seksi" ejek Clara


" Kau sendiri, apa Bram membawamu kerumahnya ?" ejek Briana.


Clara diam saja, dia malu malu ingin menjawabnya.


" ah kau juga sama saja " tebak Briana


" Aku juga sedang tak sadar Bi " elak Clara


" Badanku sakit semua " kata Briana


" Apa dia masih sehebat dulu?" ejek Clara


" Sudah jangan bahas ini lagi nenek " pinta Briana


🍁🍁


Mereka telah sampai di tempat pemotretan.


Kali ini Martin memang tak hadir, Hanya pegawainya saja yang mengurus semua proses pemotretan.


Tak berapa lama proses Pemotretan selesai karena memang ini keahlian Briana.


" aku akan pulang naik taksi" kata Briana


" Aku bisa mengantarmu" kata Clara


" aku harus menjemput anakku" sahut Briana


" Anakmu ?" Sindir Clara


" Anak Krystal" jawab Briana


" kau benar benar sudah menerimanya Bi" sindir Clara


" Aku tak bisa berpisah dari Keana Ra " jelas Briana


" Tak bisa berpisah dari Keana atau dari Daddynya? " ejek Clara


" Jangan sembarangan " umpat Briana


" Alah, kau malu malu juga nyosor aja Bi" ejek Clara


" Emang gue cewek apaan ???" balas Briana


🌼🌼


Kali ini Hendry menghubungi Briana ingin mengajak makan siang.


Hendry menjemput Briana di lokasi Pemotretan.



" Aku akan menemanimu menjemput Keana kakak " Bujuk Hendry.


" Aku senang kalau kau bisa akrab dengannya" kata Briana


" ayo kak " ajak Hendry pada Briana


🍁🍁


" Yeeeeaaayyy mommy " Teriak Keana melihat Briana menjemputnya .


" Hai uncle Hen" sapa Keana


" Hai, anak Uncle " sapa Hendry mengajak Tosss Keana


" Kita akan makan siang bersama" ajak Briana


" Dengan Daddy juga ?" tanya Keana


" Daddy pasti sibuk , " bujuk Briana


" Ada Uncle Hen, Uncle yang akan mentraktir kalian" bujuk Hendry


" Benarkah ?" tanya Keana


" Apa uncle kelihatan tak se kaya Daddy mu ?" sindir Hendry


" Sudah lah, dia masih anak kecil " ajak Briana pada Keana masuk ke mobil Hendry


"Oke Para Princess, Let' s go" ajak Hendry


🍁🍁🍁