
Sore harinya, Daddy buru buru pulang setelah pertemuan dengan Mr Vugo di kediaman Mr Vugo.
Meski kesepakatan belum final karena Mr Vugo menaikan harga tanahnya, Maxim tak peduli. Dia buru buru pulang setelah berkali kali istrinya mencoba menghubunginya.
Kini dia berada dalam Pesawat menuju Jakarta. Dia selalu bersama Assisten pribadinya yakni Bram.
"Bagaimana apa dia suka Bram ?" Tanya Maxim ingin mengetahui hasil dari rencana kejutannya untuk istrinya.
"Beliau belum mengabari anda bos?" Tanya Bram pada Maxim
"Dia menelpon ku berkali kali, namun aku coba hubungi dia tak menjawabnya" Jelas Maxim pada Bram
"Mungkin Bu Briana sedang sibuk bos" Bujuk Bram tak ingin bos nya khawatir.
Tiba tiba Handphone Maxim bergetar. Dia buru buru mengangkat tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Kau kemana saja sayang?" Tanya Maxim dengan khawatir.
"Sodaraku, apa kau salah minum obat?" Terdengar suara lelaki yang tak asing baginya.
"Ternyata itu kau, shiiiiiiiitttt kukira kau istriku" Jawab Maxim begitu saja.
"Apa kau tak bisa membedakan nama istrimu dan namaku Max" Sindir Martin
"Aku tak sempat melihatnya, kalau tak ada yang penting jangan hubungi aku" Ancam Maxim
"Ayolah saudaraku, aku butuh bantuanmu Max" Pinta Martin
"Apa ???" Bentak Maxim dengan kesal pada Saudara sepupunya tersebut.
"Berikan aku pinjam modal, Kita bicarakan di Zen Bar" Ajak Martin
"Apa keuntungan yang akan aku dapat ?" Sindir Maxim dengan memincingkan matanya mendengar saudaranya meminta tolong.
"Kita akan bagi hasil kalau kau mau, aku ada proyek besar dan aku ingin meminjam modal darimu Kak" Jelas Martin
"Kau jangan bawa bawa istriku lagi" Ancam Maxim
"Tentu saja, aku mana berani mencari masalah denganmu Max" Bujuk Martin.
"Baiklah, kita bicarakan aku sedang menuju Jakarta" Ucap Maxim dengan angkuhnya.
"Terima kasih kau sudah mempertimbangkan saudaramu ini" Sindir Martin.
"Kau suka kan memiliki Saudara kaya sepertiku?" Ejek Maxim yang merasa puas sudah melihat Martin bertekuk lutut padanya
"Tentu saja, Aku padamu Max... hahaha" Goda Martin dengan diiringi tawa renyahnya
"Kapan kita bertemu ?" Tanya Maxim
" Jam 20.00" Jawab Martin singkat terlihat kesal dengan sikap saudaranya.
"Aku akan kesana" sahut Maxim menutup telponnya.
Kemudian dia mengirim pesan pada Briana bahwa dia akan pulang lebih malam karena Martin ingin bertemu dengannya.
๐๐
Zen Bar and Launge
Agak sedikit ragu bagi Maxim untuk menerima undangan Martin kali ini. Meski dia di dampingi oleh Bram, dia masih merasa tak nyaman masuk ke Bar ini.
Pasalnya Bar ini adalah milik Laura. Dia sungguh berharap wanita tak waras itu tak bertemu dengannya.
Disana sudah Martin sudah menunggunya dan sudah memberikan proposal kerja untuknya.
๐ธ๐ธ
Di tempat Lain, Briana mendapati laporan bahwa suaminya bertemu Maxim di Bar milik Laura.
Dia lalu menghubungi Hendry untuk datang kerumahnya karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Briana tak bisa menjelaskan banyak lewat telepon dia meminta Hendry mengawasi Bar tersebut.
"Bagaiman bisa dia pergi ke tempat wanita gila itu" Umpat Briana di kamar anaknya.
"Coba saja dia berani macam macam" Gerutu Briana dengan kesal.
Tak berselang Lama, Hendry sudah tiba dirumahnya . Segera saja Hendry turun dari mobilnya dan menemui kakak sepupunya tersebut.
"Kau terlihat khawatir kak" Sapa Hendry melihat kepanikan di wajah kakaknya.
"Aku aku terlihat begitu gelisah?" Briana malah balik bertanya pada saudaranya.
"Aku kira mereka hanya membicarakan masalah bisnis saja kak, kau terlihat mengkhawatirkan suamimu" Sindir Hendry.
๐ธ๐ธ
Memang tak meleset dari dugaan, Laura hadir begitu saja. Dia menerobos masuk ke privat room yang sudah dipesan oleh Martin.
Tak sudah buat Laura mengetahui keberadaan keduannya, apalagi Bar ini miliknya.
Laura kini sudah melancarkan aksinya. Dia mulai mendekati kedua pria dewasa tersebut dengan gaya sensualnya.
" Aku tak menyangka kau ternyata lebih memilih wanita itu daripadaku sayang" Goda Laura mendekati meja Maxim.
"Hentikan nona, aku pria yang sudah beristri" Umpat Maxim dengan kesal.
"Sepupuku.. ternyata kau memiliki banyak wanita" Ejek Martin
"Ini semua gara gara rencana sialanmu" Gerutu Maxim kini sudah beranjak pergi.
๐ธ๐ธ
Briana mendapati laporan bahwa suaminya dan Martin menemui Wanita gila tersebut.
Kini tatapan wanita yang sedang mengandung buah hati dengan Maxim berubah menjadi tajam. Ingin rasanya saat itu juga dia menjambak rambut wanita tersebut. Tetapi diurungkannya menilik dirinya adalah wanita terhormat dan bermartabat.
Dia lalu menghubungi Adam assistennya untuk membicarakan sesuatu.
"Iya Bu.. apa ada masalah ?" Tanya Adam lewat sambungan telepon.
"Adam, apa kau bisa berkelahi?" tanya Briana tiba tiba
"Saya sudah lama tak berkelahi Bu semenjak lulus SMA" Jawab Adam.
"Aku memintamu ikut bersama Hendry dan bereskan semua rencanaku" Perintah Briana
Kini Hendry dan anak buahnya akan menjalankan rencana Briana, Sebelum itu dia pergi menjemput Adam dan pergi ke Bar dimana Mereka berada.
Sedangkan Briana, dia mengemas barang barangnya dan Keana ke Tas nya. Kelihatannya dia akan pergi ke suatu tempat.
Untuk urusan kabur, Briana memang ahlinya. Tapi kali ini dia tak berencana kabur. Dia memang akan pergi ke suatu tempat.
Dia kemudian menggendong anaknya masuk kemobilnya. Dan bersiap menjalankan rencananya.
" Kak, Apa yang harus kami lakukan terlebih dahulu?" Tanya Hendry pada Briana lewat sambungan telepon.
"Aku ingin Bar itu rata dengan tanah malam ini juga" Jawab Briana singkat lalu menutup telponnya.
"Kalian sudah bermain main denganku" Umpat Briana di dalam mobilnya.
๐ธ๐ธ
Tanpa basa basi Hendry dan anak buahnya serta Adam masuk ke Bar tersebut dan merusak apapun yang ada disitu.
Keributan yang disebabkan oleh Hendry ternyata telah sampai ke telinga Maxim dan Martin .
Mereka berdua ingin melihat apa yang terjadi di luar privat room mereka. Apalagi Laura juga berteriak teriak memaki Hendry dan anak buahnya serta Adam.
" Hentikan... Apa yang sedang kalian lakukan? " Teriak Laura
"Aku menghancurkan usahamu nona, kalau kau tak terima kau bisa datang ke Sandjay Group" Jelas Adam tiba tiba
Maxim dan Martin tercengang atas keberadaan Adam. Apalagi mendengar bahwa Briana lah dalang di balik ini semua.
"Kalau kau masih belum puas, kita bisa menyelesaikan masalah ini di pengadilan. Aku dengar di Bar ini juga sering terjadi Human Trafficking" Ancam Hendry dengan menendang meja di hadapannya.
"Kak... istrimu sungguh mengerikan ternyata" Bisik Martin pada Maxim yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
๐๐๐
Human Traffickingย atau perdagangan manusia adalah perekrutan, pengiriman, atau penampungan orang-orang dengan cara ancaman atau kekerasan demi tujuan eksploitasi, pelacuran, ****, penyalagunaan kekuasaan serta perbudakan yang hanya menguntungkan satu pihak saja.
Like dan Vote nya dilanjut ya teman teman.
Terimakasih โ๏ธ๐ค