
" Sayang, kau menipu suamimu" Sindir Maxim dengan manjanya saat melihat istrinya malu malu membenamkan tubuhnya di selimutnya.
" Menipu bagaimana ?" Goda Briana
" Tadi kau bilang lelah, dan kau menyuruhku melakukannya sendiri di kamar mandi " Rengek Maxim dengan kesal
" Siapa suruh kau patuh padaku " Ejek Briana dengan menjulurkan lidahnya.
" Kalau tahu begini, sudah aku santap kau dari tadi .." Sahut Maxim membelai rambut Briana dan memainkannya.
" Kali ini aku beneran lelah sayang, suer deh ✌️" Bujuk Briana dengan mengangkat tangannya mengikuti angka dua.
" Tentu saja kau lelah, setelah membangkitkan singa kelaparan " Goda Maxim
" Besok kita pulang ya, aku rindu dengan anak kita Max" Pinta Briana
" Yakin kau tak ingin lebih lama disini ?" Tanya Maxim mencoba membujuk Istrinya agar bisa tinggal lebih lama lagi
" Lain kali saja, Kasian Keana disana sendirian" Jawab Briana dengan sedihnya.
" Lain kali kita ajak anak anak kita berlibur bersama sayang.. " Rayu Maxim
" Anak anak ? Anakku hanya Keana sayang " Sindir Briana
" Apa kau tak ingin memiliki anak dari suamimu yang tampan ini ?" Goda Maxim dengan menyombongkan dirinya.
" Soon Will yah Max " sahut Briana diikuti suara menguap dari mulutnya.
" Tidurlah Bi, besok kita ulangi lagi " Kata Maxim mengecup dahi Briana.
" Kau tak ada kapok kapoknya, sudah berapa juta benih yang kau tebar ?" sindir Briana
" Sebanyak mungkin agar kau hamil sayang " Jawab Maxim dengan pede nya
🍁🍁
Sayup sayup Briana mendengar seseorang bertelepon. Kedengarannya Maxim sedang berbicara dengan seseorang lewat sambungan telponnya.
Briana membuka matanya, dia melihat suaminya berdiri di sebelah jendela kamar Villanya.
Villa yang didominasi unsur Kayu untuk setiap furniture nya. Memang terkesan kuno, namun itu menambah sisi naturalnya.
Sebenarnya Briana sangat menikmati berada di Villa Maxim ini, Karena berhubung dia sudah lama meninggalkan pekerjaannya dan juga Putri kesayangannya maka Briana memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia.
Maxim segera menyudahi kegiatannya setelah melihat istrinya terbangun dari tidurnya.
" Sayang, apa aku membangunkan kamu ?" Tanya Maxim takut membuat istrinya marah.
" Tidak, ini sudah cukup telat untuk aku bersiap siap Max" Jawab Briana dengan suara khas bangun tidurnya.
" Aku takut membangunkan mu, kau terlihat pucat sayang " Kata Maxim melihat raut wajah Briana
" Mungkin aku kurang tidur dan kelelahan saja sayang " bujuk Briana tak ingin suaminya mengkhawatirkan dirinya.
" Apa kita perlu mampir ke Paris untuk memeriksa keadaanmu?" Tanya Maxim khawatir
" Max.... am Okay right now" bujuk Briana
" Dan aku tak ingin kembali ke Paris " imbuh Briana dengan tegasnya.
" Kau takut bertemu mantan kekasihmu itu ?" goda Maxim mendekati istrinya.
" Aku tak merasa begitu, aku merindukan Keana" Rengek Briana manja bergelanjotan di lengan Suaminya.
" Bersiap siaplah, pagi ini aku membebaskanmu " Goda Maxim mengecup bibir Briana
" Terimakasih suamiku, aku memang sungguh tak berdaya pagi ini " jawab Briana
" Mandilah, aku akan menunggumu untuk Sarapan " ajak Maxim
" Okay Sir " Sahut Briana berlalu meninggalkan suaminya ke kamar mandi.
Maxim tadi sedang berbicara dengan Bram, Bram mengatakan bahwa Dua Benua mengalami kegagalan lelang Proyek.
Maxim yang tipikal pria perfeksionis tak menyukai hal tersebut, dia lalu memikirkan segala cara mengatasinya.
Tak berapa lama Briana keluar dari kamar mandi , dia melihat suaminya masih saja termenung di dekat jendela.
" Any matter Max ?" Tegur Briana
" Bersiap siaplah" perintah Briana
" Oke Sweety.." Sahut Maxim menyembunyikan kekesalannya di hadapan istrinya.
Handphone Briana berbunyi, Rupanya panggilan Grup dari duo rempong sahabatnya.
Mereka menanyakan perihal bulan madunya.
" Oma, apa kau sudah memeriksakannya ?" Tanya Mona pada Briana
" Memeriksa apa ?" Jawab Briana heran
" Kau sudah positif atau belum ?" sahut Clara menimpali
"Yang benar saja, aku selalu memakai obat Kontrasepsi" Jawab Briana
" Kau gila, Maxim akan membunuhmu " maki Clara dengan emosinya
" Kau ini bagaimana , bukanya berharap cepat hamil malah menundanya" Ejek Mona
" Aku belum siap tau, atau kalian mau mengasuh anak kami nanti ?" Sindir Briana
" Kenapa kami, anak anak mu sendir juga " Ejek Clara.
Maxim melihat istrinya tengkurap di atas kasur melakukan panggilan video.
" Kapan Bram akan menikahimu?" Tanya Mona
" Aku tak tahu" Jawab Clara
" Menikahlah nenek, keburu tua " ejek Briana
" Kau sendiri kalau tak Maxim menjebakmu, apa kau mau menikah" sindir Mona
" Kenapa kalian membawa bawa aku " Maki Briana
Briana tak menyadari bahwa Maxim mengawasinya dari belakang.
Maxim lalu mendekap tubuh Briana dan nimbrung ngerumpi bersama ciwi ciwi tersebut.
" Hai, apa yang kau lakukan sayang ?" Tanya Briana dengan kagetnya.
" Aku memeluk istriku , karena kau menggodaku " Sahut Maxim dengan polosnya.
Briana lalu mematikan sambungan telponnya. Karena Max sudah mengganggu mereka dalam bergibah ria.
" Bagaimana suamimu ini tak tergoda bila kau suka sekali memperlihatkan itu ..!" Tuduh Maxim sambil menunjuk bagian belakang Briana
"Oh Gosh... Max kau nakal " Umpat Briana kesal.
" Kau lebih lebih nakal Bi, kau tahu caranya menggoda suamimu ini " Jawab Maxim yang kini sudah diatas tubuh istrinya.
" Suamiku,kau bilang tadi akan melepaskan aku ?" Kilah Briana sedikit Manja
" Aku memang melepaskan mu, tapi kau terus saya membuatku naik Bi"
" Naik delman ???" Briana mengejek Maxim yang sudah diubun ubun napsunya.
Tiba tiba...
Kruuuuuuukkkkkk ... Bunyi suara perut Briana
" Maaf ..." Pinta Briana menyesal
" Kali ini aku benar benar membiarkanmu sayang, Ayo makan ..." Ajak Maxim dengan rasa tak Puasnya
" Maafkan aku sayang ..." Rayu Briana
🍁🍁🍁
Maaf up nya sedikit.
Lagi gak enak Badan nih