Princess Connect

Princess Connect
Tiga Puluh Tujuh



Briana dan Keana bermain ke pantai. Sedangkan Daddy Maxim masih bersama Assisten Bram.


" Apa aku terlihat seperti Pria yang tak punya Uang Bram ?" tanya Maxim


" Siapa yang mengatakan itu Bos ?" tanya Bram balik


" Kenapa dia tak mau mundur dari dunia Modelnya" curhat Maxim


" pasti dia punya alasan bos " bujuk Bram


" aku tak suka dia menjadi pusat perhatian laki laki, kau tahu aku ingin menguncinya di kamar bila melihat dia berpakaian minim diatas catwalk" jelas Maxim


" Itu karena anda cemburu bos " jelas Bram


" tentu saja, dia akan menjadi fantasi fantasi liar prin pria hidung belang " jelas Maxim


" jelaskan saja Bos pelan pelan" nasehat Bram


" aku sudah mengingatkan padanya " kata Maxim


Mereka lalu berjalan menuju pantai menemui Keana dan Briana.



Briana mengawasi Keana yang sedang main pasir di pantai. Sesekali mereka tertawa bersama .



" Briana Rodriguez..." panggil Maxim dengan teriak.


Max, menyuruh Bram kembali ke resort melihat Briana dan Keana hanya memakai pakaian minim


" Dad, ayo ikut main ?" ajak Keana


" aku kan sudah bilang, jangan memakai pakaian gak pantas di tempat umum" jelas Maxim


" Ini pantai Max, apa aku harus memakai Piyama ?" sindir Briana


" Maksudku ..." Maxim menepuknya dengan Frustasi


" ini bahkan Pantai Resort mu max, kau lihat ini Privat beach " tegas Briana


" kau tak lihat tadi ada Bram ?" tanya Maxim dengan kesal.


Briana juga kesal dengan sikap kekanak kanakan Maxim. dia lalu meninggalkan mereka berdua.


" mau kemana ?" tanya Maxim memegang tangannya menghalangi


" Pulang " jawab Briana singkat


" kita tak jadi menginap disini mom ?" tanya Keana


" mommy lelah mommy akan pulang " jawab Briana


" Ayo ke resort" ajak Maxim pada Briana dan Keana


🍁🍁


Briana mengepak barang barang di kamarnya.


" mau kemana?" tanya Maxim tiba tiba masuk kamarnya


" Pulang" jawabnya ketus


" ayolah Bi, kau marah padaku ?" bujuk Maxim


" tidak aku tak marah " jawabnya lagi


" ini sudah sore, kapal keluar pulau paling sudah berhenti beroperasi" bujuk Maxim menakut nakuti


" banyak yang harus aku kerjakan" sindir Briana


" Putrimu akan marah padaku kalau kau pergi dari sini " kilah Maxim


" itu urusanmu, dia anakmu" kata Briana dengan kesal


" Dia anakmu juga " goda Maxim


" Mengerti lah, diantara kita tak ada hubungan apa apa" kata Briana dengan nada tinggi


" kenapa kau keras kepala sekali Bi" gerutu Maxim


" aku tak bisa lama lama disini, besok pagi aku dan manager ku akan menandatangani kontrak dengan EM" jelas Briana


" Sudah kubilang jangan dekat dekat dengan Martin " pinta Maxim


" Kenapa? terserah aku mau dekat dengan siapa saja " kata Briana


" Bi, kesabaran ku sudah habis" bentak Maxim


Kemudian dia menyeret Briana dan membaringkannya ke Ranjang Resort.


" apa yang kau lakukan, lepaskan aku " bentak Briana


" Sudah ku katakan jangan membantah karena aku tak suka itu" Bentak Maxim kembali


" Max kau menyakitiku" kata Briana dengan lirih


Maxim tak memperdulikan nya, Dia malah mencumb* Wanita di bawahnya kini.


" Kumohon Max hentikan " pinta Briana


" Apa setelah denganku kau sering melakukannya dengan pria lain ?" tanya Maxim penuh amarah


Briana meneteskan air matanya mendengar kata kata Maxim barusan.


" Maafkan aku Bi, " pinta Maxim melepaskan cengkeramannya.


" apa aku wanita seperti itu dimatamu ?" sindir Briana


" Kumohon mengertilah Bi, aku tak bermaksud menyakiti mu" bujuk Maxim memeluk Briana


"Aku membencimu Max " Tangis Briana


" aku tahu " Maxim memeluknya dengan erat


Kali ini dia memeluk dengan penuh penyesalan bukan dengan penuh nafsu.


" keluar " pinta Briana


"tidak kali ini sayang " bujuk Maxim


" keluar, aku mohon" pinta Briana lagi


" baiklah, tapi kau jangan bertindak macam macam " bujuk Maxim


Maxim lalu meninggalkan Briana sendirian di kamarnya.


🍁🍁


Hingga waktu makan malam tiba, Briana masih tak mau keluar dari kamarnya.


Keana, gadis kecil itu mencari mommy nya.


Tetapi Maxim memberitahukan padanya bahwa Mommy nya sedang tak enak badan dan ingin beristirahat.


Setelah makan malam Maxim berencana menemui Briana dikamarnya.


Pintu nya masih dikunci. Tapi Maxim tak kehilangan akal. ini kan Resort nya jadi semua kamar bisa buka dengan mudah .


Maxim melihat wanita itu tertidur dengan pulasnya.


Dia membelai rambut Briana.


Tiba tiba Maxim melihat sebuah obat penenang di Nakas sebelah Briana berbaring.


Max begitu khawatir karena Briana telah mengkonsumsi obat penenang. Lalu dia menghubungi Bram agar Bram menanyakan kepada Clara apakah Briana mengkonsumsi Obat obat penenang .


Max menunggu hasil investigasi Bram dengan cemas. Dilihatnya wanita itu tidur dengan lugunya.


Lalu dia meminta salah satu pegawai resort untuk menjaga Putrinya .


Bram menelponnya.


" Bos , menurut Nona Clara , Bu Briana telah lama mengkonsumsi obat tersebut" jelas Bram


" benarlah" tanya Maxim


" tapi menurut Nona Clara, sudah Hampir Setengah tahun ini Bu Briana berhenti mengkonsumsi obat tersebut" jelas Bram lagi


" jadi pertengkaran antara diriku dan dia yang memicu dia meminum obat itu lagi " umpat Maxim dengan penyesalan.


" Maafkan aku Bi, sungguh maafkan aku " kata Maxim memeluk Briana disampingnya


🍁🍁🍁


Tengah malam Briana terbangun dari tidurnya.


Dia mendapati pria kejam tadi sedang memeluknya.


Dia sungguh kesal padanya. Karena dia merasa tak nyaman Briana akan memutuskan berendam di kamar mandi.


Mendapati Briana tak ada disebelahnya, Maxim begitu khawatir takut Briana kabur. Dia melihat pintu masih dalam konsisi seperti semula.


Lalu dia melihat lampu kamar mandi menyala.


Hati Maxim lega melihatnya.


Dia menunggu Briana sambil menyalakan sebatang rokok untuk menghilangkan rasa khawatirnya.


Setelah menghabiskan beberapa batang, Maxim menuju kamar mandi, karena Briana tak kunjung keluar. Rasa khawatir kembali menyelimutinya.


" Bi, kau masih di dalam ?" tanya Maxim


Tapi Briana tak menyahut nya


" Bi, keluarlah kalau tidak aku akan mendobrak pintu ini " kata Maxim masih dengan suara halusnya


Briana lalu keluar dari dalam kamar mandi, Dia hanya mengenakan handuk yang menutupi dadanya hingga lututnya.


" apa ?" tanya Briana


" aku mengkhawatirkan kamu sayang " kata Maxim memeluk Briana


" aku baik baik saja" kata Briana mencoba melepaskannya