
"Kau bisa mengeluh tentang arah hidupmu sepuasnya. Tapi kalau kau tidak pernah duduk di kursi supir dan mengendalikannya sendiri, kau tak akan pernah sampai ke tempat tujuanmu"
πΌπΌπΌ*
Bertempat di Ballroom salah satu hotel mewah di pusat kota Bandung, tempat kelahiran sahabat Briana yakni Clara. Akan dilangsungkan sebuah pesta pernikahan antara Bram dengan Clara.
Acara ini merupakan acara lanjutan dari acara sebelumnya yakni acara akad nikah yang telah dilakukan tadi pagi dirumah orang tua mempelai perempuan.
Para tamu mulai berdatangan seperti teman, kerabat kedua serta relasi bisnis kedua belah pihak.
Tentunya keluarga Lautner juga, Maxim merupakan boss dari Bram sedangkan istrinya adalah sahabat dekat Clara.
Sebelum Maxim mengajak Briana masuk ke dalam hotel, ketika hendak keluar Maxim mengingatkan istrinya yang masih duduk di kursi penumpang disebelahnya.
"Jangan tebar pesona Bi" Ucap Maxim tak ingin Briana menjadi bintang di pesta pernikahan sahabatnya.
"Tebar pesona untuk apa ? aku bahkan sudah menikah" Balas Briana tak mau kalah ketika suaminya menuduhnya.
Kini mereka berdua telah sampai di hotel tersebut, Dengan penuh kasih sayang Maxim menggandeng Briana. Dia memang memiliki tujuan lain selain memang ingin memanjakan Briana dengan menggandengnya juga karena tak ingin ada orang yang mencuri curi pandang ke arah Istrinya.
"Hai Oma" Sapa Briana ketika Mona mendekatinya.
"Kau setelah menjadi Bridesmaid tadi pagi sekarang membawa bodyguard ?" Sindir Mona melirik Maxim disampingnya.
"Dia lebih dari Bodyguard" Bisik Briana tak ingin suaminya mendengar mereka berdua bergosip.
Melihat ada yang aneh antara Briana dan Mona, Maxim sudah memasang tampang tak sukanya.
"Mereka berdua pasti sedang menggosipkan aku" batin Maxim melihat kelakuan istrinya bersama temannya.
"Kalian membicarakan aku ?" Sindir Maxim menyunggingkan senyumnya mendekati Istrinya.
"Mana mungkin ? kau suami perfect sayang" Bujuk Briana tak mau membuat Maxim marah di tempat ini.
"Kelihatanya kalian makin romantis" Rayu Mona yang memang tak ingin membuat Maxim marah. Bisa fatal akibatnya bila lelaki yang berkuasa ini marah.
"Sudahlah, ayo kita memberi ucapan selamat kepada kedua manten" Ajak Briana mengalihakan pembicaraan mereka.
Kedua pasang suami istri tersebut kini bergantian untuk mengalami kedua mempelai yang masih berada di singgasana sehari mereka.
"Selamat Bram" Kata Briana menyalami Bram
"Terimalah Bu, ini semua berkat anda" Jawab Bram
"Maksudmu ?" Tanya Briana
"Anda yang membawa saya ke Paris, kemudian saya bertemu istri saya" Jawab Bram mengingatkan kenangan mereka.
"Ah itu biasa saja, aku juga tak memintamu menemaniku dulu" Sahut Briana asal lalu memeluk sahabatnya.
"Finally, you has to be Mrs Sardi" Ejek Briana sambil terkekeh melihat pipi Clara yang merah merona. Entah kenakan Blush-on atau bersemu karena malu.
"Kita bisa begini karena kalian berdua" Tiba tiba Clara tak kuasa membendung air matanya.
"No no dear, maskara mu" Bantah Briana menyeka air mata Clara yang sudah merembes keluar.
"Kalian ingin hadiah Pernikahan apa ? aku pasti akan mengabulkannya" Maxim mencoba menawari kedua memperoleh tersebut pilihan.
"Kami tak ingin apa apa, hanya doa saja agar pernikahan kami awet dan selalu harmonis" Jawab Bram.
"Aku punya kejutan buat kalian" Ucap Briana tiba tiba.
"Apa itu ? kau tidak berniat mengajak aku kabur lagi Bi ?" Ejek Clara mengolok-olok Briana.
"Lupakan, mumpung aku lagi berbaik hati pada kalian" Rengek Briana.
"Tiket Bulan Madu ? sebuah Lingerie ? alat tes kehamilan ?" Tiba Tiba Mona nimbrung bersama mereka.
"Omaaaaaa !!!!" teriak Briana dan Clara sekaligus.
"Aku hanya bercanda" Ejek Mona terkekeh-kekeh sendiri.
Setelah memberikan selamat untuk kedua calon mempelai, kini mereka memutuskan untuk pulang. Karena putri kecil mereka telah menunggu dirumah.
ππ
Pagi pagi sekali Briana bangun, dia akan mempersiapkan semua keperluan yang akan mereka pergunakan selama berbulan madu, ini seperti yang Maxim mau. Meski sebenarnya dia masih belum rela meninggalkan Keana kembali.
"Kejutan apa yang akan kau berikan untuk mereka Bi ?" Tanya Maxim sambil membantu istrinya membukakan pintu travelbag untuk mereka gunakan selama berbulan madu.
"Bukan dari aku Max, tapi dari dirimu Bram kan sudah lama bersamamu apa kau tak ingin menghadiahi mereka sesuatu yang berharga" Jelas Briana sambil melipat baju baju yang akan mereka gunakan selama berbulan madu.
"Apa itu ? jangan main tebak tebakan Bi" Daddy sudah tak tahan dengan ulah mommy. Ingin rasanya Daddy segera melahap mommy kalau mommy terus terusan menggodanya.
"Pikir saja sendiri" Jawab Briana singkat
"Aku ingin Apartemen ku kembali, apa boleh ?" Pinta Briana dengan sedikit merayu suaminya dengan sedikit manja.
"Boleh, tapi ada satu syaratnya" Jawab Maxim
"Apa itu ?" Briana sudah menduga gak mudah menaklukkan hati suaminya.
"Aku ingin bermesraan bersamamu" Jawab Maxim singkat.
"Ah, bukankah kita sudah bermesraan sesering mungkin" Kau mencoba memanfaatkan aku.
"Sudah waktunya bagi Maxim junior untuk bersenang senang sayang" Goda Maxim mempermainkan rambut sekitar leher Briana.
"Kau apa tak tahu istrimu ini abis keguguran" Sindir Briana.
"Aku sudah tahu bahwa kau telah selesai masa nifasmu" Ancam Maxim yang kesal karena Briana tak memberi tahunya. Dia merasa dipermainkan oleh istrinya.
"Salah sendiri kau mempermainkan aku mengenai masalah Apartemen" Sahut Briana tak mau kalah.
"Maafkan aku, kali ini ya Bi... Please give me" Rengek Maxim.
"Apa aku akan mendapatkan Apartemen ku kembali ? Tanya Briana memastikan permintaannya.
"Anything you want, i Will give u everything" Jawab Maxim menggodanya.
"Aku ingin suami baru juga" Goda Briana bermanja manja.
"Never, jangan harap" Umpat Maxim diikuti menggendong tubuh istrinya.
Briana terkikik sendiri mendengar jawaban Suaminya yang dinilainya kekanak kanankan. Senang sekali bisa menggoda Maxim.
"Aku ingin memberikan Apartemen itu untuk hadiah pernikahan Bram dan Clara, apa kau menyetujuinya Max" Kali ini Briana bertanya dengan serius pada suaminya.
"Kenapa tak mengatakan dari tadi ?" Rengek Maxim yang kesal karena ulah istrinya.
"Aku suka menggodamu dulu" Ejek Briana.
"Kau suka menggoda lelakimu sayang, kau pasti sangat merindukan kehangatan suamimu ini" Dengan gemas Maxim mulai melucuti pakaian istrinya.
"Jadi boleh atau tidak ?" Tanya Briana serius
"Jawabanya setelah kita Mak*Ng love" jawab Maxim mulai mencumbu istriaya.
πππ
Ini adalah akhir dari Novel ini.
Aku sudah memutuskan dari beberapa hari kemarin bahwa akan menamatkan novel ini.
Di penghujung akhir novel ini aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua para Reader yang aku cintai.
Tanpa kalian aku bukan apa apa, aku hanya remahan kripik citato π
Untuk teman teman semua yang sering ngasih support aku yang tak mungkin aku sebutkan satu persatu.
Para member grup gesrek dari @Aiana dan lain lain.
Terlebih lagi aku ingin mengucapkan terimakasih kepada Suamiku yang hari ini sedang berulang tahun ke xx. Dia selalu mensupport aku dan memberikan aku waktu bila ingin menulis.
Happy Birthday and thanks alot hubby.
Satu keinginan aku, tolong beri aku kesan kesan selama kalian mengikuti novel ini ya π€§
Kalau kalian tanya akan ada season dua atau tidak ? Jawabannya aku masih belum tahu.
Menurut kalian gimana ?
Komen dibawah ini ya guys.
Jangan lupa tetep like π
share π
vote π
rate π
Good night and happy Saturday night everyone.
Kiss kiss from me
ππππ
Β
Author
Β
(sodara kembar Keana Lautner)