
Nobody could possibly know so much up can say with certainty what might and impossible. -Wernher von Braunaun-
Tak mungkin ada orang begitu banyak tahu sampai bisa mengatakan dengan pasti apa yang mungkin dan tak mungkin.
πΌπΌπΌ
Dirumahnya , Briana masih tak menyangka Arga akan mengatakan seperti itu.
"kenapa dia tak menyukaiku?" kata Briana
"Apa aku terlihat kurang tulus" kata Briana dengan kesalnya
Hingga malam Briana tak bisa tidur memikirkan masalah ini. Akankah Briana yakin dengan perasaannya sendiri atau hanya pelampiasannya saja.
ππ
Paginya Tomi mengumpulkan semua orang dirumah tersebut. Ada suatu hal yang ingin dia ketahui.
"Pa, ini terlalu pagi " Bantah Briana
"kita tunggu mereka datang" kata Papanya
"mereka siapa?" tanya Maria
"Nanti kau juga akan tahu" jelas Tomi
Tak berapa lama mereka sampai, Mereka adalah Hendry, Maxim ,Monica dan Keana
"Baiklah kita sudah berkumpul disini " kata Tomi mulai membuka percakapan.
"ayolah pa, waktuku tak banyak " Briana bicara dengan kesalnya
"aku yang meminta paman mengumpulkan kalian semua disini " kata Hendry
"ada masalah apa ?" tanya Maria
Hendry tak mau berlama lama, dia mengeluarkan sebuah dokumen di dalam map.
"kalian bacalah" perintah Hendry
Tomi mulai membaca dokumen tersebut, Lalu mengumumkan nya.
"Dokumen ini asli dari rumah sakit, Hendry mencurigai bahwa Keana adalah putri kandungnya karena banyak kemiripan dari anak ini" jelas Tomi
"Kemarin waktu aku bersama kalian, aku sempat mengambil sample rambut Keana lalu aku membawanya untuk cek DNA " jelas Hendy
"Aku akan melihatnya " kata Tomi
Semua orang mendengar kata kata Tomi dengan seksama
"Lalu hasilnya ?" tanya Monica
"90% confirm" jawab Tomi
"Lelucon macam apa ini ?" sindir Briana
"ini tak lelucon kak, ini akurat dan keana adalah anak biologisku" jelas Hendry
"Kalian sudah membuang buang waktuku saja" kata Briana sambil mengajak keana ke kamarnya
"entah ini asli atau palsu, yang jelas ini tak pantas di dengar Anak ini " bentak Briana
"Sampai kapan ini akan ditutup tutupi?" tanya Maxim pada Maria
"Aku tak mengerti maksudmu max" kilah Maria
"Dari awal aku sudah tak yakin , apalagi saat Golongan darahku dan Tania berbeda dengan keana" bentak Maxim
"Keana memiliki golongan darah yang sama dengan keluarga Rodriguez, dari situpun aku sudah curiga" tuntut Tomi
"maafkan aku, aku melakukan ini semua demi putriku, aku tak menyadarinya bahwa ini dapat menyakiti hati orang lain" jawab Maria dengan isaknya
Hendry merasa bersalah pada semua orang, memang dari awal ini akibat hubungannya backstreet nya dengan Tania yang berujung masalah ini.
"maafkan aku, aku telah salah aku orang yang paling disalahkan karena tak bertanggung jawab" kata Hendry
"Bagaimana kau akan bertanggung jawab kalau mereka tak memberitahumu" Bujuk Maxim
"kau benar, lalu kalau kau sudah curiga kenapa kau mau menikahinya ?" tanya Hendry
"lalu dimana nuraniku melihat perempuan hamil tanpa suami ?" bentak Maxim
"Sudahlah, kalian jangan bertengkar ini sudah terjadi tinggal bagaimana kita mengatasinya" bujuk Monica
"aku tak ingin masalah ini sampai keluar " pinta Maxim
"jangan macam macam, dia Putriku secara hukum aku papanya " bentak Maxim
"Biarkan aja untuk sementara dia tinggal disini, disini jauh lebih aman untuknya" bujuk Tomi
"aku setuju itu lebih baik untuk psikologi Keana" jawab Monica
Semua juga menyetujui ide Tomi, bagaimanpun juga Keana masih butuh sosok Ibu. Dan Briana lah yang paling tepat berada disisinya.
Tanpa ada perkelahian, mereka akhirnya setuju dengan pendapat itu.
Lalu Briana dan Keana keluar , dia akan mengantar Keana ke sekolah. Semua orang melihat mereka berdua .
"Kenapa? ada yang salah ?" tanya Briana
Maria memeluk mereka berdua,
"maafkan aku sayang, aku menyesal" kata Maria
"Tante, sudahlah jangan begini, ini bisa berpengaruh pada Psikologis Keana" pinta Briana
"Mom, aku tak ingin makan" kata Keana
"Kita bisa Drive thru apapun yang kau mau" bujuk briana
"beef burger mom" jawab Keana
"oke Princess , kita tinggalkan orang tua tua itu" ajak Briana keluar
" Daddy akan mengantarmu" Bujuk Maxim
"Tidak dad, untuk sehari ini Mommy akan bersama dengan ku" kata Keana
"Aku patah hati sayang, kau menolak Daddy" Sindir Maxim sambil melihat Briana
"Kita akan terlambat sayang" bujuk Briana
"Kau tak ingin menjelaskan Maslaah semalam?" tanya Maxim
"tidak" jawab Briana mengajak Keana naik mobilnya.
ππ
"Bram apa aku kurang tampan ?" Tanya Maxim tiba tiba dikantornya
"Kau tampan bos, mungkin kalau aku wanita pasti sudah menjerat anda " jawab Bram
"Kenapa aku kalah dengan orang seperti itu ?" umpatnya
"Dia menolakmu?" tanya Bram
"bukan" jawab max
"lalu?" tanya Bram lagi
"dia menyukai orang lain" tutur Maxim
"begal saja bos , janur kuning belum melengkung" ejek Bram
"aku heran padanya, aku ini kurang apa ?" kata Max dengan kesal
"anda kurang perhatian mungkin, tunjukan rasa cinta anda bos " nasehat Bram
"aku akan menambah bonus mu kalau kau membantuku Bram " pinta Maxim
"bagaiman caranya ?" tanya Bram
"itu urusanmu" jawab Maxim cuek
"Dia mulai lagi " kata Bram dalam hati
"Aku akan menanyakan pada nona Clara , mungkin dia akan menjadi sekutu kita " kata Bram
"Itu alasan kau saja mau mendekatinya " ejek Maxim
"Bos Anda tahu?" tanya Bram
"Anak TK saja tahu kau menyukainya " ejek Maxim
"Mereka berdua ini benar benar cocok, semoga saja berjodoh " batin Bram
πππ