
Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.
-------------------------------------------------------------------
Sehabis makan siang bersama Hidako, Briana memutuskan pulang kembali ke Jakarta. Ditemani oleh Adam assistennya dan Bram juga kini ketiganya menuju Bandara Juanda Surabaya.
"Bu apa Anda tak lelah, kita bisa meminta ijin ke Bos kalau anda bermalam disini !" Jelas Bram menelisik istri Bosnya dari spion mobil.
"Aku baik baik saja Bram, tenang saja lebih baik kita segera pulang atau dia akan mengeluarkan amarahnya" Keluh Briana mengingat tadi dia meminta ijin suaminya.
Teriknya kota Pahlawan menambah panjang rasa kesal Briana pada Suaminya. Betapa tidak, usahanya untuk membuat Maxim yang hampir berhasil harus tertunda.
Perjalanan ke Juanda Airport memakan waktu yang agak lama, pasalnya ini merupakan jam pulang perkantoran. Karena sebagian besar pekerja di Surabaya berdomisili si Sidoarjo.
Satu jam lebih mereka habiskan dalam perjalan dari daerah Tunjungan ke Juanda.
Apalagi para Bodyguardnya sedari siang tadi belum makan sama sekali, itu membuat Briana merasa tak enak.
"Sebelum kita take off kita cari makan terlebih dahulu untuk kalian berdua" Briana melihat kedua temannya saling pandang.
"Tak perlu Bu, Sam sudah menunggu kita" Jelas Bram lalu keluar untuk membukakan pintu istri Bosnya.
Benar saja, setelah Bram membuka pintu mobil, telah ada orang yang menunggu mereka dan mengajak mereka menuju hanggar khusus pesawat pribadi.
"Kita akan bersama Sam ?" Tanya Briana masih heran, karena ini melenceng dari apa yang dijadwalkan.
"Mungkin Pak Maxim yang mengatur ini, Beliau tak mau anda kecapaian" Adam mulai mengeluarkan kata katanya setelah diam saja beberapa saat.
Mereka kini telah berada di samping pesawat pribadi milik Maxim. Dan seperti biasa telah berdiri dengan tegak sambil melukis senyum di bibirnya seorang Capt Sam.
"Hi Sam... " Sapa Briana dengan ramahnya.
"Hi, Good Afternoon Mrs Lautner" Balas Sam tak henti hentinya tersenyum kepada istri Bosnya.
"We Will flight together Sam ?" Sindir Briana menelisik ke arah bola mata Sam dan Bram meminta penjelasan atas semua ini.
"Bos meminta Sam untuk menemani penerbangan Anda, Bu" Ucap Bram menjelaskan kepada istri bosnya yang sedari tadi meminta konfirmasi.
"Oh come on, Mr Maxim have wait for you" Seru Sam menyela pernyataan Bram.
Kini mereka telah bersiap-siap untuk segera lepas landas menuju Jakarta. Briana merasa heran tumben sekali suaminya belum juga menghubunginya.
"Mungkin saja di sibuk mengurusi masalah reklamasi" Pikirnya disela sela meletakkan barang bawaannya ke ruang istirahat pribadi suaminya yang di dalam kabin.
Karena merasakan sedikit kantuk, Briana ingin memejamkan matanya untuk sekedar istirahat sejenak. Sedangkan dia menyuruh Bram dan Adam untuk makan siang bersama di dining room dalam kabin.
Tak sampai lama Briana sudah mulai masuk ke alam mimpinya, raut mukanya yang sedang tertidur menunjuk betapa lelahnya dia.
Hingga pesawat segera Landing Briana masih belum menunjukan tanda tanda untuk bangun.
Karena gemas, Maxim yang sedari tadi menjaga Briana saat tertidur pun tak kuasa untuk membangunkannya. Briana masih tertidur dalam pelukan suaminya.
Karena merasakan sedikit guncangan waktu pendaratan, Briana tiba tiba membuka matanya. Dia sangat terkejut karena ada suaminya yang sedang memeluk dirinya.
"Max, apa yang kau lakukan disini ?" cecar Briana dengan rasa kagetnya.
"Ini pesawatku, apa salah aku berada di sini ?" Maxim masih enggan melepas pelukannya.
"Sayang, kau bilang tak akan ikut campur urusanku di Surabaya" Keluh Briana dengan manjanya yang masih membiarkan lengan Maxim ditubuhnya.
"Aku merindukanmu kekasihku" Goda Maxim tak lupa mengecup bibir manis istrinya.
"Hmmm mulai lagi" Keluh Briana melihat gelagat mesum suaminya.
"Itu Hadiah dari suamimu nyonya" Bisik Maxim di telinga istrinya.
"Kita masih bisa disini melanjutkannya sayang" bujuk Maxim yang mulai menjelajahi tubuh Briana dengan jari jemarinya.
"hummm Max, hentikan Keana menunggu Mommynya" Kata Briana yang kini menghadang kelakuhan Maxim.
"Jangan menolak suamimu, Keana aman bersama Oma dan Opanya" Tangan Maxim mulai meraba bagian belakang istrinya.
"Jangan disini Max" Rancau Briana yang mulai menggeliat karena serangan bertubi-tubi dari suaminya.
"This's my Privat zone, did you knom Bi" Ancam Maxim yang sudah berpindah posisi diatas Istrinya.
"Kau suka sekali, Making love di dalam kabin Tuan" Goda Briana yang sudah merasakan suaminya sudah berada di atas puncaknya.
"Dimanapun dan kapanpun aku selalu bisa memakanmu Bi" Ah shiit Maxim sudah mulai tak sabar. Kini dia sudah setengah telanjang dan mulai melucuti pakaian istrinya.
Kemudian dia menghubungi Bram lewat sambungan telepon dan menyuruh Bram dan Adam untuk segera pulang, karena dia dan Briana masih akan melanjutkan pekerjaannya.
"Baik pak, selamat bersenang-senang" Kata Bram menutup telponnya dengan Bosnya.
Maxim tersenyum licik setelah memerintahkan Bram untuk pulang. Senyumnya makin mengambang tatkala melihat Briana sudah bersiap melayaninya nafsunya.
"Great Baby" Puji Maxim kini mulai terbuai dengan sentuhan sentuhan lembut Briana di sekujur tubuhnya.
🍁🍁
"Terus saja kau bersikap semaumu dan aksi akan meninggalkanmu Max" Ancam Briana di dalam mobil saat mereka dalam perjalanan menuju rumah mereka.
"Karena aku menginginkannya sayang" Kata Maxim yang masih tak mau kalah setelah istrinya mengomelinya.
"Berhenti menggodaku di dalam kabin, aku malu sayang" Kini wajah Briana nampak bersemu merah di pipinya.
"Sam tak akan mengejekmu, dan lagi pramugari juga tak akan berani sayang" bujuk Maxim membelai rambut indah Briana.
Mereka sudah hafal bagaimana sifat Bos mereka. Lagipula mereka tak mau kehilangan mata pencaharian mereka karena terlalu kepo dengan urusan Maxim.
"Aku masih menginginkan nya sayang" Goda Maxim kini mengecup punggung tangan Briana.
"Kau tak malu berkata seperti itu, di depan ada supirmu" Keluh Briana sambil berbisik pelan.
"Kenapa, biarkan saja aku tak peduli" Gerutu Maxim melihat mata Briana.
"Bahwa bos mereka maniak s*k" Ejek Briana menjulurkan lidahnya.
🍁🍁🍁
Malam sayang sayangnya aku...
Ini update terlama ya dari diriku. Pakah kalian menunggu author ???
Mana suaranya ?
Sapa Author dong, author kangen nih sama kalian semua 😘
Don't forget it
Like 👍
Komen ✌️
Vote 🤟
Love you all ♥️