Princess Connect

Princess Connect
Enam Puluh Lima



Hari ini Briana masuk kantor dengan hati yang dongkol. Karena Suaminya secara seenaknya saja akan melakukan progam IVF.


Dia masih belum berencana ingin memiliki anak dahulu. Pekerjaan masih cukup menyita banyak waktu dan tenaga. Kalau memiliki anak , bagaimana dia nanti akan membagi waktunya.


Apalagi pagi ini seluruh karyawan menyambutnya dengan suka cita, Mereka memberikan doa dan Restu pada pernikahannya dengan Maxim.


Meski acara pernikahannya berada di Milan, tapi tak menyurutkan niat para karyawannya untuk memberikan ucapan dan doa.


Satu persatu karyawannya berbaris menyalami Briana. Hingga lebih dari Setengah jam Briana berdiri mematung menyalami mereka.


Itu membuatnya lelah, dia lalu masuk keruangannya untuk istirahat sejenak.


" Shinta... Bawakan aku matcha.." Pinta Briana lewat sambungan interkom dari dalam ruangannya.


Dia masih mempelajari proyek Super Block untuk Apartemen di Bilangan Kuningan.


Dengan mengusung konsep masa depan, Briana memberikan Slogan " City of Future" .


Setelah Mr Smith menyetujui kerja sama dengannya kemungkinan 2 atau tiga hari beliau akan hadir ke Indonesia.


Shinta lalu permisi masuk ke ruangannya dengan membawa secangkir matcha hangat.


Matcha (抹茶, teh bubuk) adalah teh hijau berbentuk bubuk yang dibuat dari menggiling teh hijau hingga halus seperti tepung. Selain diminum pada upacara minum teh, matcha digunakan sebagai bahan perisa dan pewarna untuk berbagai jenis makanan, seperti mochi, soba, es krim, es serut, cokelat, berbagai jenis kue Barat, dan wagashi.


Matcha dan Greentea berbeda ya Readers.


dari cara pengolahannya dan rasanya juga berbeda. Meski sama sama dari bahan yang sama yakni teh hijau.


Rasa Matcha lebih pekat, kalau kata anak gaul sih Creamy gitu.


Kalau Author lebih suka Greentea, tapi matcha juga enak kalau dicampur Latte 🤤


🍁🍁


" Bu, 10 menit lagi kita rapat mingguan " Kata Shinta mengingatkan.


" Persiapkan berkasnya.." Pinta Briana


" Bu.. Maaf saya tak membawa kado pernikahan " kata Shinta malu malu


" Tak masalah, doa kalian lebih penting untuk kami " jawab Briana


" Bu .. i hope you get a baby.." Imbuh Shinta..


" Hah .., okay thanks " itu saja yang terucap dari mulut Briana.



Briana mulai memimpin rapat mingguan kali ini.


Dia mendengarkan hasil kerja selama seminggu untuk setiap aspek dari masing masing divisi.


" Hasil selama seminggu ini naik 3% untuk keuntungan kita, ini masih dibawah standar saya.." Kata Briana mulai membuka rapat.


Semua orang terdiam mendengarnya bosnya berbicara.


Direktur keuangan memberitahukan bahwa saham mereka juga mengalami kenaikan.


" Saya sudah mendapatkan kontrak kerja sama dengan Arsiteknya, Beliau akan segera datang ke Sini. Dan untuk masalah interiornya, saya akan terjun sendiri mendesign nya" Jelas Briana


" Kenapa Bu Direktur sendiri yang akan mendesignnya Bu ?" tanya Manager pengembangan.


" Untuk menekan biaya konsultasi dan jasa Designer..." Jawab Briana memberikan penjelasan.


" Bu Direktur kan interior designer ..." Jelas Adam tak mau kalah.


" Karena konsep proyek kita adalah Superblock, Superblock sendiri adalah sebuah proyek yang penataan kotanya memaksimalkan fungsi lahan. Lahan yang digunakan juga tidak begitu luas. Di dalam lahan yang kurang luas ini terdapat beberapa fungsi untuk tempat tinggal, pendidikan, perdagangan atau bisnis, hingga tempat rekreasi dan jasa. Dalam kata lain, kawasan merupakan kota mandiri atau bisa disebut self contained city. Selain itu juga disebut sebagai kota di dalam kota atau city within city.." Jelas Briana dengan rinci.


Lalu Shinta juga menambahkan " Jika Anda tinggal di sebuah pemukiman dengan sistem superblock, tentu saja banyak keuntungan yang Anda dapat. Kawasan ini memanglah sangat memberikan keuntungan untuk siapa saja yang tinggal di dalamnya. Banyak fasilitas yang didapat seperti tempat belanja, pendidikan, hingga sarana rekreasi. Jadi Anda tidak perlu pergi jauh untuk melakukan aktivitas setiap harinya, serta dapat menghemat waktu dan pengeluaran..."


Pernyataan dari Shinta cukup jelas , proyek ini memiliki banyak keuntungan bagi pembelinya.


🌸🌸


Tiba tiba merasakan tak nyaman pada pencernaannya.


" Apa karena aku hanya minum susu untuk sarapan lalu minum matcha.." Batin Briana


Briana memutuskan untuk menghentikan rapat karena merasa tak enak badan secara tiba tiba.


Wajahnya sangat pucat, semua orang khawatir padanya.


" Bu .. Anda tak apa apa ? apa perlu saya antar ke rumah sakit ?" tanya Adam Khawatir padanya.


" Kelihatannya asam lambungku kumat dam.." Jawab Briana singkat


" Kita hubungi Pak Maxim ?" Tanya Adam lagi.


" Untuk apa ?? ini akan baikan setelah aku istirahat.." Bujuk Briana tak mau Adam mengkhawatirkannya.


Briana lalu ke Ruangannya untuk istirahat.


Memang benar, dia merasakan tak nyaman pada pencernaannya.


" Apa ini PMS ? ah ini belum waktunya " gerutu Briana


Dia beristirahat cukup lama untuk meredakan sakitnya. Hingga tiba waktunya dirinya menjemput anaknya.


" Sudah siang, aku akan menjemput putriku .." kata Briana


Tapi kali ini dia meminta Adam menemaninya. Karena tak membawa mobil, juga karena dia tak mau terjadi apa apa di jalan.


🍁🍁


Setelah mengantarkan Keana pulang kerumah Papanya, dia lalu balik lagi ke kantor sambil mengambil mobil dirumahnya.


Keana dititipkan kerumah Opa dan Omanya baru sore nanti dia akan menjemputnya.


Briana mengendarai Roll Roysce nya dengan pelan, sambil merasakan kram di perutnya yang masih belum mereda.


" Kenapa aku tadi menyuruh Adam balik dulu kalau tahu begini " Gerutu Briana merasa tak nyaman di perutnya.


Bukanya mereda, ini malah makin jadi .


Dia memutuskan pergi ke Klinik temannya yang dekat dari rumahnya.


🍁🍁🍁