Princess Connect

Princess Connect
Tiga Puluh Empat



Tak ada kata terlambat tuk berubah. Masa lalu hanyalah pendewasaan dirimu. Hidupmu tak ditentukan oleh orang lain tapi kamu!


🍁🍁🍁


Maxim dan Keana sudah menunggunya di depan. Sejujurnya Briana tak ingin ikut bersama mereka. Bukan karena merasa kesal tapi masih ada kerjaan dia yang belum dia selesaikan.


" Bersenang senanglah " goda Tomi papanya pada Briana


" pa , kau terlihat senang sekali" sindir Briana


" tentu saja, kalau putri papa bahagia papa ikut senang " jawab Papanya


" Keana menungguku " balas Briana


" Mom ayolah, nanti kita terlambat" ajak Keana



"


" kalian berdua ibu dan anak kenapa membuatku susah !" keluh Maxim frustasi


" ada masalah apa dad ?" tanya Keana


" Keana apa kau tak ada baju lain ?" marah Maxim melihat Keana memakai dress tanpa lengan


" Kau juga Bi, kau ingin membuat setiap lelaki yang melihatmu berfantasi" umpat Maxim


" Mom, apa yang Daddy katakan ?" tanya Keana dengan polosnya


" Daddy lagi banyak masalah sayang " bisik Briana


" kau tak ingin mengancingkanya Bi ?" tanya Maxim dengan emosi


" kau seperti anak kecil" rayu Briana


" kalau tak kau kancing, aku akan membukanya dengan paksa " ancam Maxim


" apa dia tak waras, selain ada Keana disini juga ada Driver" batin Briana.


Mau tak mau, Briana mengancingkan kancing atas kemejanya.


" Dad, ini summer " bantah keana


Briana menutup mulut Keana spontan, dia tak ingin masalah ini menjadi rumit.


" Kau ingin jalan jalan kemana baby?" tanya Briana mengalihkan pembicaraan.


" Universal studio Singapore" jawab Keana


" Mommy tak bawa paspor sayang " bujuk Briana


" Dia selalu menyimpan paspornya di tas" jelas Maxim yang sudah tahu Briana telah berbohong


" Anda tahu betul tuan" sindir Briana


" aku tau, kau kan hobby kabur " ejek Maxim


" Mom, kabur itu apa ?" tanya Keana


" gadis pintar, bagaimana kalau Minggu depan kita ke Universal hari ini mommy harus mempelajari kontrak" jelas Briana


" Daddy, aku mau ke Universal" rengek Keana


" Sesuai yang kau mau sayang, ayo" ajak Maxim


" Max, aku tak punya banyak waktu kau saja yang menemaninya " sahut Briana


" Ayolah mom, ini weekend" bujuk Keana


" aku harus membaca kontrak kerja dengan EM" bantah Briana


" batalkan saja," sahut Max


" nilai kontraknya gede kan sayang" kilah Briana


" aku akan mengganti 10 x lipat" bujuk Maxim


" Apa aku terlihat mata duitan Max ?" sindir Briana


" sedikit" sahut Maxim


" Rasakan !!! " Briana memukul Maxim dengan tasnya


" Keana ,, tolonglah Daddy " pinta Maxim


" Hentikan mom, nanti Daddy akan terluka " Kata Keana lirih


" Dia pantas mendapatkannya" sahut Briana


" Daddy kesakitan Keana" lirih Maxim dengan bohongnya


" Disini .. " Maxim menunjukan bagian dadanya.


" kau lihat mom, Daddy kesakitan " bujuk Keana


" dia hanya bersandiwara sayang" jelas Briana


"mommy harus bertanggung jawab" pinta Keana


" caranya ?" tanya Briana kesal


" Cium Daddy " pinta Maxim


"dia berbohong padamu " bujuk Briana


Keana menunjukkan wajah memelasnya.


" baiklah, kenapa kalian menyulitkan mommy" gerutu Briana


Briana lalu mencium dada Maxim. Kesempatan itu tak disia siakan Daddy nya.


Maxim menarik Briana ke dekatnya, lalu mencium bibirnya.


Keana menutup wajahnya dengan tangan kecilnya. Driver mereka pun menundukan kepalanya.


" hari ini Daddy menang lagi sayang " pikir maxim


" Dad, kalian lama sekali " kata Keana


Mereka laku melepaskan diri masing masing.


" Mommy mu sangat menikmatinya " goda Maxim


" Apa ????" kata Briana kaget


Mereka telah tiba di Airport. Maxim mengajak mereka ke Hanggar Pesawatnya.


Disana telah standby Sam dan para pramugari.


Sam dan para pramugari mempersilahkan keluarga tersebut masuk ke kabin pesawat.


"good morning Mr and Mrs Lautner and also Ms. Lautner. I am captain Sam and co-pilot Loise will accompany your flight to Singapore. the journey from Jakarta to changi is 55 minutes. have a nice trip" sapa Sam seperti biasa.


" kau tak ingin menjelaskan masalah ini !" sindir Briana


" masalah apa ?" goda Maxim


" Mr Lautner aku tak sedang bercanda " umpat Briana


" Soon, Mrs Lautner" ejek Maxim


"in your Dream " sahut Briana dengan kesal


" aku suka melihatmu merajuk seperti itu" goda Maxim


" lalu ?" sindir Briana


" aku akan memakanmu disini " sahut Maxim


Briana tak memperdulikan Maxim lagi, dia ingin menghubungi Clara bahwa dia masih belum dapat mempelajari kontrak kerjannya.


" kan sudah kubilang batalkan saja " bujuk Maxim


" aku orang yang profesional" sahut Briana


" Aku tak ingin kau dekat dekat dengan Martin" kata Maxim


" ini hanya sebatas kerja " bujuk Briana


" Mom, sebentar lagi sampai " kata Keana dengan Girang.


" Daddy akan mentraktir mu makan es krim" kata Briana..


"tidak sekarang, kemarin kau sudah banyak makan es krim Keana " jelas Maxim


" tapi Keana ingin dad" rengek Keana


" coba kau tanya Mommy boleh tidak " kata Maxim


" Boleh saja, kenapa tidak es krim itu manis sayang sama dengan dirimu" kata Briana mengelus rambut Keana


" kau juga manis seperti es krim mom" sahut Keana


" Makanya Daddy sudah tak tahan ini segera memakan mommy mu" goda Maxim


" Max ,kau ..." bentak Briana dengan mata melotot nya


🍁🍁🍁