
"Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki"
πΌπΌπΌ
"Keana sayang... anak Mommy !!" Seru Briana memanggil manggil putri kecilnya di Villa Keluarga Rodriguez di Miami.
Mendengar Briana memanggil namanya, membuat gadis kecil tersebut berlari menghampiri Mommynya.
"Mom... i really miss you" Sapa Keana kini memeluk Briana. Setelah dua harian mereka tak bersua.
"Mommy juga sangat merindukanmu sayang .." Imbuh Briana memeluk dan menciumi putri kecilnya.
"Kau bersama Daddy ?" Tanya Keana memastikan Daddynya juga datang menjemputnya.
"Iya, Daddy di luar bersama uncle Hen" Jawab Briana menjelaskan kepada putrinya agar tak mengkhawatirkan Daddy nya.
"Kenapa dia tak langsung menemuiku Mom ?" Selidik Keana yang kini menambah beban pikirannya.
"Daddy sedang banyak pikiran, dia sibuk dengan uncle Hen" Jelas Briana menangkan Putrinya.
"Dia tak menyayangiku Mom" Cecar Keana pada Mommynya.
"Kau salah, dia sangat menyayangimu sayang" Jelas Briana yang kini menggendong Keana.
"Daddy... !!" Panggil Keana melihat Maxim masuk kedalam ruang tamu Villa tersebut.
"Hi, my angel ..." Sapa Maxim mengulurkan kedua tangannya lalu mengambil alih menggendong putri kecilnya.
"Jangan lakukan ini lagi, jangan mengangkat beban berat" Bisik Maxim mengancam Briana
"Iya baiklah" Sahut Briana sekenanya.
"Aku mengkhawatirkan dirimu" Menatap Briana dengan wajah sendunya.
"Mom, Keana senang sekali uncle Hen membawa Keana jalan jalan dan mengajak Keana membeli es krim" Celoteh gadis kecil tersebut masih di gendongan Daddynya.
"Tentu saja, karena uncle sangat menyayangimu" Jelas Maxim membawa Keana ke kamarnya lagi.
"Istirahatlah sayang, besok kita akan pulang kerumah" Kata Mommynya mengikuti mereka masuk ke dalam kamar Keana.
"Mom, temani Keana ya" Pinta gadis kecil itu kepada Mommynya.
"Pasti, Mommy akan selalu disampingmu" Jelas Briana merapikan tempat tidur untuk putrinya.
"Daddy juga akan menemani kalian, Daddy menyayangi kalian" Ucap Maxim menurunkan tubuh kecil putrinya.
"Daddy ada yang akan Daddy sampaikan dengan uncle Hen, kalian tidurlah duluan" Bh Bujuk Maxim kemudian mencium dahi Keana putrinya.
"Ada masalah apa ?" Dengan tatapan menyelidik Briana menanyai Maxim.
"Bukan apa apa, kau jangan khawatir sayang aku akan segera kembali" Jelas Maxim tak ingin melihat istrinya memikirkannya karena hal tersebut bisa beraktivitas buruk pada kedua calon anaknya.
"Jangan terlalu bekerja keras" Pinta Istrinya
"Aku menyukai caramu mengkhawatirkan aku Bi, kau begitu menggemaskan seperti putri kita" Goda Maxim mengecup dahi istrinya sekarang.
"Daddy akan segera kembali" Ucap Maxim berdiri menuju keluar kamar.
"Max, No smoking" imbuh Briana kemudian sebelum suaminya membuka kamar putrinya.
"Oke sayang, aku akan jadi anak penurut seperti putri kita" Goda Maxim kemudian melangkah meninggalkan mereka berdua.
"Keana bersyukur memiliki kalian Mom" Kata itu terucap dari mulut mungil gadis berumur 4 tahun tersebut.
"Mommy juga bersyukur memiliki putri cantik dan pintar sepertimu sayang" Balas Briana dengan memeluk tubuh gadis kecil disampingnya.
πΈπΈ
Soekarno Hatta Airport
Rombongan mereka kini telah sampai di Indonesia, masing masing dari mereka sibuk membawa barang barang mereka. Termasuk si kecil Keana. Gadis itu telah diajarkan Mommynya untuk mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Sedari tadi Briana melihat suaminya tampak murung, dari awal naik pesawat hingga kini tiba. Briana berfikir pasti ada yang tidak beres dengan suaminya.
"Kelihatannya ada yang sedang dia sembunyikan dariku, dia cukup lihai dalam menyembunyikan masalah seperti contoh dia bersama sahabatku berkomplot menjebaku menikah" Briana kesal dalam hatinya.
"Max, aku akan pulang kerumah papa" Kata Briana meminta ijin suaminya saat mereka berada dalam satu mobil.
"Apa ada masalah ?" Tanya Maxim khawatir dengan keadaan istrinya.
"Aku merindukan mereka" Jelas Briana merayu suaminya lagi.
"Apa ini keinginan anak kita ?" Sindir Maxim.
"Tentu saja tidak, aku yang menginginkan ini" Briana membujuk lagi suaminya.
"Baiklah, kita akan menginap disana" Jawab Maxim menuruti kemauan istrinya.
"Kau juga ?" Sindir Briana menatap kedua mata suaminya.
"Off course, am your husband" Jelas Maxim menatapnya juga.
"Kalau kau ada masalah, bicarakan padaku siapa tahu aku dan papa bisa membantumu" Pinta Briana dengan menggenggam tangan kekar suaminya.
"Kita bicarakan dirumah saja" Jawab Maxim dengan nada rendahnya.
πππ
Kira kira masalah apa ya yang dialami oleh Daddy hingga membuat Briana khawatir ?
Apakah ini ada hubungannya dengan kehamilan Briana ?
Ataukah ini berhubungan dengan bisnis Daddy ?
bersambung..