Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Satu



Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dari setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.


" Cucuku ... Opa merindukanmu" Sapa Tomi pada Keana


" Opa dari mana ?" tanya Keana


" Opa ada kerjaan" jawab Opanya


" Keana sudah akan pulang opa" kata Keana merajuk


" Kau tak ingin menginap disini dengan opa ?" bujuk Opanya


" Daddy sudah menungguku " Bujuk Keana


" Ya sudah pulang lah " kata Tomi dengan kecewa


" Keana menunggu Mommy" jawab Keana


" Mommy dimana?" tanya Tomi


" Mommy sedang bicara dengan Oma, Kalau begitu Keana akan ajak Mommy pulang" rengek Keana


" Mana boleh begitu, Mommy tak bisa ikut Keana pulang " jelas Opanya


" Kenapa Opa?" tanya Keana penasaran


" Mommy belum menikah dengan Daddy, jadi mommy tak boleh menginap dirumah Keana" Jelas Tomi


" Papa kenapa kau tak Pro dengan aku " umpat Maxim dalam hati.


" Baiklah kalau begitu Keana akan pamit dengan Mommy" kata Keana mencari Briana


" Mom, Keana akan pulang. Opa bilang mommy tak boleh menginap dirumah Keana" kata Keana panjang lebar


" Betul sekali sayang, besok mommy akan menjemputmu ke sekolah " jelas Briana


" Oke mom, Bye Mommy Bye Oma" pamit Keana


Tampak Kekesalan di wajah Daddy dan anak tersebut karena gagal membawa Mommy nya.


" Dad... Keana tak dapat hadiah dong" rengek Keana


" Dapat, besok Daddy belikan hadiahnya " bujuk Maxim


" Yeay...." kata Keana mencium pipi Daddynya.


" Malam ini rencana Daddy gagal sayang, tapi Daddy tak akan menyerah" Batin Maxim


🍁🍁


Tomi menasehati Briana agar tak mudah menginap di tempat Maxim


" Pah, hubungan Briana dan Maxim tak ada apa apa " bujuk Briana


" Papa dengar kau 2 malam menginap bersama Maxim " selidik papanya


" Itu tak seperti yang papa kira, aku menemani Keana pa" jelas Briana


" Bagaimana pun kalian belum menikah, jadi jangan sampai ada gosip yang tak sedap " nasehat papanya


" Biarlah pa, mereka sudah sama sama dewasa mereka tahu mana yang terbaik untuk mereka " jelas Maria


" Aku tak ingin Briana hamil dulu sebelum menikah " jelas Tomi


" Papa ngomong apa? siapa yang akan hamil?" Briana mulai menaikan suaranya


" Kau dan max" jawab Maria


" Tante ...." gerutu Briana


" Kalau sampai kau hamil duluan, kau harus segera menikah " ancam papanya


" Briana masih memiliki kontrak dengan Brand besar Pa" jelas Briana


" Bi, sudah berapa umurmu? kau sudah waktunya menikah " jelas Papanya


"kenapa jadi bahas menikah sih," tanya Briana


"Makanya kalian menikah, sebelum adik Keana lahir" ejek Maria


" Briana ngantuk, Briana ingin tidur" kata Briana malas berdebat dengan mereka


" Yang benar saja, mereka bahkan sudah berlibur Bersama" kata Tomi


" Aku khawatir Briana akan bernasib seperti Krystal kalau terlalu bebas pa" Kata Maria sedih


" Tenang saja, Briana bisa menjaga diri. Kalaupun memang Dia Hamil ya kita paksa mereka segera menikah" usul Papanya


🍁🍁


Pagi ini Briana dan Clara sedang di jalan menuju ke kantor EM jewelry.



Mereka akan menandatangani kontrak kerja dengan EM.


" Aku sudah menunggumu Kakak ipar " kata Martin


" Tuan Clinton, kalau anda memanggil ku lagi seperti itu aku bisa marah " kata Briana


" aku lebih mending kau marah kak, daripada Maxim marah " jawab Martin


" Kenapa ? apa sahamku akan diacak acak Mr Lautner?" tebak Clara


" Bukan sahamku diacak acak lagi, Bisa bisa aku tak menemukan namaku di list Wall street" jelas Martin


" maksudmu?" tanya Clara


" dulu Maxim pernah tersinggung dengan ku, dia lalu mengakuisi Sahamku di Bursa saham " jelas Martin dengan sedih


" apa Maxim sekejam itu ?" tanya Briana


" kau tak percaya padaku kak ? aku ini hanya seujung kukunya " Puji Martin


" kau dibayar berapa bisa memuji dia ?" sindir Briana


"Aku berinvestasi di Proyeknya sayang " Sahut Maxim tiba tiba hadir diruangan tersebut


" Sepupu kau seperti Hantu, datang dan pergi sesukamu " Ejek Martin


" Oooooh baikah, aku tak jadi menanam modal di perusahaan mu" ancam Maxim


" Aku hanya bercanda kakak, aku sudah menunggumu dari tadi " Bujuk Martin



" Kau tak bilang padaku mengenai ini Max ?" tanya Briana


" kenapa aku harus bilang padamu ?" Maxim balik bertanya.


"Oo jadi begitu, fine ..." ancam Briana


" kalian semua jangan bertengkar" kata Clara


Martin meminta mereka semua menandatangani kontrak kerja sama. Kali ini Briana agak kurang suka dengan sikap Maxim.


" Sudah deal " seru Martin


Mereka semua keluar meninggalkan ruangan rapat kantor EM.


" Bi, aku akan mengantarmu " ajak Maxim


" Tak perlu, ada sesuatu yang harus ku urus" kata Briana


" Iya, aku bisa mengantarmu" bujuk Maxim


" tak perlu, aku akan berdua dengan Clara " jawab Briana


" Kalian akan kemana ?" tanya Maxim lagi


" Untuk apa aku memberitahumu " Balas Briana ketus


" Bi, kau ingin balas dendam masalah tadi ?" tanya Maxim


" Ayo Ra, kita berangkat" ajak Briana pada Clara masuk ke mobilnya


" wanita ini menyusahkan ku saja " umpat Maxim dengan kesal


" Bos, are you ok ?" tanya Bram


" kau lihat Bram, dia meninggalkan aku begitu saja " Maki Maxim


" kenapa ?" tanya Bram


" Besok kau siapkan GPS, lalu pasang ditubuh wanita itu, aku tak mau tahu " Umpat Maxim dengan kasar.


" Briana Rodriguez, malam ini kau tak akan lepas dari genggaman tangan ku" Ancam Maxim


😁😁


🍁🍁🍁