
Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dari setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.
" Cucuku ... Opa merindukanmu" Sapa Tomi pada Keana
" Opa dari mana ?" tanya Keana
" Opa ada kerjaan" jawab Opanya
" Keana sudah akan pulang opa" kata Keana merajuk
" Kau tak ingin menginap disini dengan opa ?" bujuk Opanya
" Daddy sudah menungguku " Bujuk Keana
" Ya sudah pulang lah " kata Tomi dengan kecewa
" Keana menunggu Mommy" jawab Keana
" Mommy dimana?" tanya Tomi
" Mommy sedang bicara dengan Oma, Kalau begitu Keana akan ajak Mommy pulang" rengek Keana
" Mana boleh begitu, Mommy tak bisa ikut Keana pulang " jelas Opanya
" Kenapa Opa?" tanya Keana penasaran
" Mommy belum menikah dengan Daddy, jadi mommy tak boleh menginap dirumah Keana" Jelas Tomi
" Papa kenapa kau tak Pro dengan aku " umpat Maxim dalam hati.
" Baiklah kalau begitu Keana akan pamit dengan Mommy" kata Keana mencari Briana
" Mom, Keana akan pulang. Opa bilang mommy tak boleh menginap dirumah Keana" kata Keana panjang lebar
" Betul sekali sayang, besok mommy akan menjemputmu ke sekolah " jelas Briana
" Oke mom, Bye Mommy Bye Oma" pamit Keana
Tampak Kekesalan di wajah Daddy dan anak tersebut karena gagal membawa Mommy nya.
" Dad... Keana tak dapat hadiah dong" rengek Keana
" Dapat, besok Daddy belikan hadiahnya " bujuk Maxim
" Yeay...." kata Keana mencium pipi Daddynya.
" Malam ini rencana Daddy gagal sayang, tapi Daddy tak akan menyerah" Batin Maxim
🍁🍁
Tomi menasehati Briana agar tak mudah menginap di tempat Maxim
" Pah, hubungan Briana dan Maxim tak ada apa apa " bujuk Briana
" Papa dengar kau 2 malam menginap bersama Maxim " selidik papanya
" Itu tak seperti yang papa kira, aku menemani Keana pa" jelas Briana
" Bagaimana pun kalian belum menikah, jadi jangan sampai ada gosip yang tak sedap " nasehat papanya
" Biarlah pa, mereka sudah sama sama dewasa mereka tahu mana yang terbaik untuk mereka " jelas Maria
" Aku tak ingin Briana hamil dulu sebelum menikah " jelas Tomi
" Papa ngomong apa? siapa yang akan hamil?" Briana mulai menaikan suaranya
" Kau dan max" jawab Maria
" Tante ...." gerutu Briana
" Kalau sampai kau hamil duluan, kau harus segera menikah " ancam papanya
" Briana masih memiliki kontrak dengan Brand besar Pa" jelas Briana
" Bi, sudah berapa umurmu? kau sudah waktunya menikah " jelas Papanya
"kenapa jadi bahas menikah sih," tanya Briana
"Makanya kalian menikah, sebelum adik Keana lahir" ejek Maria
" Briana ngantuk, Briana ingin tidur" kata Briana malas berdebat dengan mereka
" Yang benar saja, mereka bahkan sudah berlibur Bersama" kata Tomi
" Aku khawatir Briana akan bernasib seperti Krystal kalau terlalu bebas pa" Kata Maria sedih
" Tenang saja, Briana bisa menjaga diri. Kalaupun memang Dia Hamil ya kita paksa mereka segera menikah" usul Papanya
🍁🍁
Pagi ini Briana dan Clara sedang di jalan menuju ke kantor EM jewelry.
Mereka akan menandatangani kontrak kerja dengan EM.
" Aku sudah menunggumu Kakak ipar " kata Martin
" Tuan Clinton, kalau anda memanggil ku lagi seperti itu aku bisa marah " kata Briana
" aku lebih mending kau marah kak, daripada Maxim marah " jawab Martin
" Kenapa ? apa sahamku akan diacak acak Mr Lautner?" tebak Clara
" Bukan sahamku diacak acak lagi, Bisa bisa aku tak menemukan namaku di list Wall street" jelas Martin
" maksudmu?" tanya Clara
" dulu Maxim pernah tersinggung dengan ku, dia lalu mengakuisi Sahamku di Bursa saham " jelas Martin dengan sedih
" apa Maxim sekejam itu ?" tanya Briana
" kau tak percaya padaku kak ? aku ini hanya seujung kukunya " Puji Martin
" kau dibayar berapa bisa memuji dia ?" sindir Briana
"Aku berinvestasi di Proyeknya sayang " Sahut Maxim tiba tiba hadir diruangan tersebut
" Sepupu kau seperti Hantu, datang dan pergi sesukamu " Ejek Martin
" Oooooh baikah, aku tak jadi menanam modal di perusahaan mu" ancam Maxim
" Aku hanya bercanda kakak, aku sudah menunggumu dari tadi " Bujuk Martin
" Kau tak bilang padaku mengenai ini Max ?" tanya Briana
" kenapa aku harus bilang padamu ?" Maxim balik bertanya.
"Oo jadi begitu, fine ..." ancam Briana
" kalian semua jangan bertengkar" kata Clara
Martin meminta mereka semua menandatangani kontrak kerja sama. Kali ini Briana agak kurang suka dengan sikap Maxim.
" Sudah deal " seru Martin
Mereka semua keluar meninggalkan ruangan rapat kantor EM.
" Bi, aku akan mengantarmu " ajak Maxim
" Tak perlu, ada sesuatu yang harus ku urus" kata Briana
" Iya, aku bisa mengantarmu" bujuk Maxim
" tak perlu, aku akan berdua dengan Clara " jawab Briana
" Kalian akan kemana ?" tanya Maxim lagi
" Untuk apa aku memberitahumu " Balas Briana ketus
" Bi, kau ingin balas dendam masalah tadi ?" tanya Maxim
" Ayo Ra, kita berangkat" ajak Briana pada Clara masuk ke mobilnya
" wanita ini menyusahkan ku saja " umpat Maxim dengan kesal
" Bos, are you ok ?" tanya Bram
" kau lihat Bram, dia meninggalkan aku begitu saja " Maki Maxim
" kenapa ?" tanya Bram
" Besok kau siapkan GPS, lalu pasang ditubuh wanita itu, aku tak mau tahu " Umpat Maxim dengan kasar.
" Briana Rodriguez, malam ini kau tak akan lepas dari genggaman tangan ku" Ancam Maxim
😁😁
🍁🍁🍁