
"Aku tidak menyembunyikannya dari kalian" Kilah Briana tak mau kalah dengan Mona. Dia bukannya ingin menyembunyikan, tetapi belum saatnya dia akan memberi tahu mereka. Malah suaminya sendiri yang keceplosan.
"Sudah berapa lama ?" Tanya Clara tak kalah antusias
"Sudah 4 Minggu, dan aku juga baru tahu" Sahut Briana dengan polosnya.
"Aku akan segera mendapatkan ponakan lagu dari kalian Oma" Ejek Clara pada kedua sahabatnya.
"Kau sendiri kapan ?" Bentak Briana dan Mona bersamaan mencerca Clara dan Bram.
"Hei, aku wanita masa kini. Aku harus lebih selektif tak seperti kalian" Sindir Clara
"Oh jadi kau punya banyak calon sayang ?" Tanya Bram tak mau kalah kali ini.
"Kalian bertiga kenapa ribut sekali, hanya bertiga bisa mengalahkan orang se pasar" Ejek Maxim.
"Kalau kau tak suka dengan istri yang ribut kenapa kau tak keluar dari mobil ini" Jawab Briana dengan kesal.
"Kau lihat itu, betapa teganya dia dengan suaminya" Sindir Maxim merayu Briana.
"Kau masih ada kesalahan padaku, jangan harap aku akan baik padamu" Ancam Briana berkacak pinggang.
"Apa kesalahannya?" Tanya Mona berbisik pada kedua sahabatnya.
"Dia berduaan dengan wanita lain" Sahut Clara tak kalah berbisik.
"Hei, Bos ku tak berduaan. Ada aku dan sepupunya" Sahut Bram membela Maxim kali ini.
"Sayang ... kau sudah salah paham" Jelas Maxim merayu Briana.
Kini mereka telah sampai di hotel tempat Ciwi ciwi akan menginap.
Briana dan Clara berjalan bersamaan menuju kamar mereka.
"Kau tak berencana sekamar denganku Bi.. ?" Tanya Maxim dengan memelas
"Aku belum mau satu kamar denganmu" Ejek Briana
"Kau turuti saja kemauan suamimu, aku tak mau ada masalah" Rayu Clara membisiki telinga Briana.
"Alah bilang saja kau mau berduaan dengan Bram" Cibir Briana membalas sahabatnya.
"Aku bisa membooking seluruh kamar di hotel ini" Ancam Maxim menarik tanggan Briana ke salah satu kamar di hotel ini.
"Kenapa kau buru buru sekali suamiku ?" Goda Briana menatap Maxim dengan deru langkah mengikuti suaminya.
"Karena aku sudah lama menahannya" Ejek Maxim dengan nada mengancam istrinya.
"Kami tak ingin gadis satu satunya kami dirusak oleh anak buahmu" Ajak Mona menarik paksa Briana ke kamar yang sudah dipesannya bertiga bersama Clara.
Maxim , Bram dan Lucas pun melonggo mengetahui kelakuan para wanita tersebut.
"Jangan menikah Bram" Ejek Lucas
"Apalagi kau punya istri seperti istriku" Umpat Maxim mengingat apa saja yang sudah dilakukan Briana beberapa hari terakhir ini.
"Dia belum menghancurkan sahammu Bos" Ejek Bram kemudian.
"Ayo kita minum" Ajak Lucas pada kedua pria menyedihkan didepannya.
Mereka bertiga adalah pria yang kurang beruntung malam ini, bagaimana tidak mereka harus dihukum oleh para wanita yang mereka cintai.
"Aku kira pria paling angkuh sepertimu tak akan kalah dengan istri Max " Kata Lucas mengejek pria di depannya.
Kini mereka bertiga duduk satu meja di Bar milik hotel yang telah mereka Booking.
Beberapa botol minuman beralkohol yang masih utuh dan yang sudah kosong berserakan di atas meja mereka.
Ditambah lagi kepulan asap rokok milik ketigannya menambah suasana hening saat ini. Hanya botol minuman dan Putung Putung rokok yang menjadi saksi betapa menderitanya mereka.
"Bos apa rencanamu ?" Tanya Bram pada Maxim yang sudah hampir tak sadarkan diri.
"Membawa pulang wanita itu dan mengurungnya.." Jawab Maxim dengan kekesalannya.
"Besok ?" Tanya Lucas kemudian
"Lebih cepat lebih baik" Sahut Maxim dengan entengnya.
Briana keluar dari kamarnya, rasa kasihannya membuatnya tak tega pada suaminya. Begitupun Mona. Biar bagaimanapun mereka itu juga suaminya.
Tetapi betapa terkejutnya mereka melihat tiga orang pria dewasa sedang tak sadarkan diri dalam satu meja.
"Aku menyesal sudah memikirkan Lucas" Gerutu Mona
"Aku tak tahu kalau mereka sedang berpesta saat kita tak ada" Imbuh Briana juga.
Tetapi Briana tak menuruti kata kata Mona, dengan kesal dia mendekat ke arah ketiga pria tak beruntung tersebut.
Karena kesal Briana menjewer telinga Suaminya.
Mendapati siksaan tiba tiba, membuat Maxim membuka matanya.
Dia masih belum sepenuhnya sadar. Samar samar dia melihat seorang wanita sedang menganiayanya.
"Kalau kau tak bangun, aku bersumpah tak mau melihatmu lagi Max !!!" Bentak Briana dengan kesal hingga membuat Bram dan Lucas melihat kearahnya.
"Bu Briana ?" Tebak Bram dengan kata kata pelan.
"Sayang... kau menyakiti suamimu" Rengek Maxim yang merasa Briana sedang menganiaya dirinya.
"Aku hitung sampai tiga, kalau kau masih tak bangun jangan harap aku mau menyebut namamu" Ancam Briana dengan kesalnya.
Maxim mulai beranjak dari tempatnya duduk. Meski dengan sangat sempoyongan, dia berusaha bangkit untuk berdiri.
"Kita akan satu kamar kan ?" Bujuk Maxim dengan senyumnya untuk merayu istrinya.
Briana menjewer telinga Suaminya lagi dan menyeretnya dengan paksa meninggalkan tempat tersebut.
"Aku kan sudah melarangmu merokok sebanyak itu" Bentak Briana menyeret suaminya sambil marah marah.
"Aku tak sengaja melakukannya Bi" Jelas Maxim
"Ayolah max, aku bukan anak SD lagi jadi jangan bergurau padaku" Sindir Briana dengan kesalnya.
"Aku merindukanmu sayang, dan kau meninggalkanku bersama mereka jadi aku mencari pelampiasan" Tutur Maxim dengan polosnya.
"Sekali lagi kau merokok dan minum sebanyak itu aku pastikan anak anak ini tak akan pernah bertemu denganmu" Ancam Briana.
"Oke Bi, maafkan aku sayang.. am Promise ini terakhir kalinya" Janji Maxim pada Briana.
"Baiklah, aku menerima janjimu" Sahut Briana
"Jadi kau mau memaafkan ku sayang ?" Goda Maxim masih tak mau kalah.
"Menurutmu ?" Ejek Briana
"Menurutku kau mau satu kamar dengan suamimu ini" Kata Maxim mencekeram pelan pinggang istrinya dan membawanya masuk ke salah satu kamar yang telah dipesannya.
"Ini bukan kamarku Max" Bentak Briana
"Aku kan sudah bilang, aku bisa memesan seluruh kamar di hotel ini" Goda Maxim sudah tak sabar ingin segera menerkam istrinya.
"Aku meninggalkan Clara sendirian di kamarnya" Bujuk Briana yang sudah mengetahui niat suaminya.
"Bram akan mengurusnya" Sahut Maxim yang mulai melancarkan aksinya.
"Kau bahkan masih tak sadar, kau masih mab*k berat Max" Kata Briana meyakinkan suaminya.
"Yang mabuk kan Maxim, kalau Maxim junior kan enggak" Goda Maxim yang kini sudah meluma*t Bibir manja istrinya.
Tapi Briana berusaha berontak dari cumbuan suaminya. Hal tersebut membuat Maxim kelihatan kesal setengah mati.
"Kenapa ?" bentak Maxim masih tak terima dengan sikap Briana
"Apa kau tak sadar ? nafasmu bau rokok dan Vodca" Bentak Briana tak kalah kesalnya.
"Hahahaha... aku kira kau menolakku sayang" Goda Maxim yang kini sudah nampak lega.
"Mandilah ...!!" Bentak Briana lagi
"Mandiin ..." Jawab Maxim dengan manja menirukan gaya Keana.
🍁🍁🍁
Malam Readers ku yang tersayang. Makasih ya yang sudah mengikuti ceritaku hingga chapter ini.
sebagai bonusnya saya akan memberikan visual cast cowok cowok ganteng.
Oh Se Hun as Bramantyo Sardi ♥️
Maaf ya Mimi peri, author pinjem suaminya 😁😁
Ryan Reynolds as Lucas Tomson.
Duileeee lesung pipinya itu loh yang bikin hati dah dig dug duaaaar.