Princess Connect

Princess Connect
Delapan Puluh Dua



Many things are not achieved because nobody asked. -Benjamin Franklin-


-----------------------------------------------------------------


Sebelum menjemput Keana pulang, Briana terlebih dahulu mampir ke gerai Kopi terkenal dan hits anak muda.


Dia membawa dua buah Cup kopi dari dalam Gerai kopi tersebut. Dia sengaja membelikan satu kopi untuk Adam.



Briana membelikan Adam Starbucks kopi yakni Freshly Brewed Coffe.


merupakan biji kopi yang digiling lalu diseduh dengan air panas pada suhu tertentu untuk mengeluarkan inti sarinya. Berhubung prosesnya hanya diseduh, keseluruhan cita rasa dari kopi tidak keluar secara optimal sehingga cenderung mild dan lebih mudah diterima oleh banyak orang.


Rasa kopi ini mirip dengan Americano, tetapi jenis kopi ini lebih deep dari pada Americano yang cenderung memiliki rasa sedikit manis dan asam.


"Terima kasih banyak Bu" Adam memberikan seutas senyuman untuk Direkturnya.


"Aku yang harusnya mengucapkan terimakasih padamu, segelas kopi ini tak sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan untuk membantuku" Puji Briana pada Anak buahnya tersebut.


"Anda terlalu banyak memuji Bu, aku takut nanti suami anda akan cemburu pada saya" Kilah Adam menggoda Briana.


"Dia bahkan tak menghubungiku seharian ini" Keluh Briana pada Adam.


"Mungkin Beliau sedang sibuk" Jawab Adam meyakinkan agar menyingkirkan pikiran negatif Bosnya.


Tak terasa kini mereka telah tiba di kediaman Sandjaya. Briana berterimakasih kepada Adam karena sudah mengantar dirinya pulang kerumah papanya dengan selamat.


"Sampai jumpa besok Adam, kita akan sibuk besok " Briana melangkahkan kaki keluar dari mobil dan melambaikan tangannya ke Assistennya.


Kini Adam akan pulang naik taksi setelah mengantar Bosnya, karena tadi dia menyupiri Briana menggunakan mobil Briana.


🍁🍁


"Putri kecilku..." Panggil Briana saat memasuki rumah papa Briana.


"Mom, kau pulang lebih awal apa Daddy akan menginap disini seperti kemarin malam ?" Cecar putrinya dengan antusias.


"Kalau itu Mommy tidak tahu sayang, Daddy mungkin akan mengajak kita pulang" Jawab Briana.


"Kita tunggu Daddy pulang Mom" Sahut Keana kemudian.


"Aku tak yakin dia akan pulang lebih awal, dia begitu sibuk akhir akhir ini" Batin Briana mengajak Putri kecilnya masuk kedalam kamarnya.


Kemudian dia mengirim suaminya sebuah pesan singkat.


"Pulanglah, Keana mencarimu" Tulis Briana singkat di aplikasi perpesanan miliknya.


Tak berapa lama, Maxim pun membalasnya.


"Finally i got it, you have miss me" Balasan Maxim di handphonenya.



"Jangan GR !!" Tulis Briana membalasnya lagi.


"Tunggu aku" Balas Maxim lagi.


"Pria siallan ini benar benar mengira aku merindukannya, yang benar saja" Umpat Briana dalam hati. Karena tak ingin di dengar putrinya.


🍁🍁


Malam pun tiba, dinginnya hembusan angin malam menambah kesunyian kala itu. Maxim baru saja tiba di rumah Orang tuannya.


Dia masuk dan bertemu papa Briana di ruang tamu rumahnya. Beberapa saat mereka berdua terlibat perbincangan pribadi. Perbincangan yang membahas masalah bisnis juga.


Setelah berbincang dengan papa mertuanya, kini Maxim menuju kamar anaknya karena dia sangat rindu pada kedua wanita yang kini menjadi keluarganya.


Dia membuka Kamar Keana, yang dulu pernah ditempati oleh Briana waktu masih tinggal dirumah tersebut.


Keana telah tertidur dengan pulasnya, sedangkan Briana masih menyibukkan diri menyiapkan pekerjaannya.


"Aku harus bekerja, nasib ratusan karyawan bergantung padaku" Sahut Briana memalingkan pandangannya dari pekerjaannya saat suaminya tiba.


"Biar aku saja yang melakukan semuanya" Maxim mulai menasehati istrinya agak tak bekerja.


"Aku tak ingin bergantung padamu, kau pun juga sedang banyak masalah" Bujuk Briana.


"Ayo kita pulang, aku rindu rumah kita" Ajak Maxim kini memeluk Briana karena sangat menyayangi wanita itu.


"Lalu Keana ?" Tanya Briana yang kini melihat putri kecilnya sedang tidur dengan pulasnya.


"Aku akan mengangkatnya, turunlah terlebih dahulu" Ajak Maxim mulai mengankat tubuh kecil putrinya.


"Besok aku tak mau tahu kau akan pergi kemanapun di temani sopir Bi" Jelas Maxim sambil mengemudi disamping Briana.


"Apa Adam melaporkan padamu sayang ?" Sindir Briana dengan nada mengejek.


"Aku tak ingin kau dan anak anak kita kenapa kenapa" Jelas Maxim


"Kau Daddy yang perhatian pada anak anakmu Max" Goda Briana menatap tajam mata suaminya.


"Jangan menggodaku Nyonya, aku sedang berkendara" Gerutu Maxim mengelap peluh di dahinya.


"Apa AC nya kurang dingin Max ?" Tanya Briana dengan nada manjanya.


"Apa kau akan mengulangi kejadian beberapa bulan yang lalu ?" Sindir Maxim melirik manik Istrinya.


"Tak mungkin, aku sekarang dalam keadaan sadar" Ejek Briana kini membalikkan kata kata suaminya.


"Aku tak peduli, aku selalu mendapatkan apa yang aku mau sayang" kini salah satu tangannya sudah berada di paha istrinya dan yang satu lagi masih berada di stir.


"Kau tak bisa menahannya ? disini bahkan ada anak kita" Gerutu Briana menepis tangan kekar suaminya.


Seutas senyum mengambang di sudut bibir Maxim karena berhasil menggoda istrinya.


"Hi anak anak Daddy, jadilah anak yang penurut ya jangan menyusahkan Daddy kali ini dengan membuat Mommy mual" Maxim mengelus perut istrinya.


"Dia akan menuruti Mommynya" Sahut Briana


"Jadi kau berniat mual lagi untuk menghindari ku sayang ?" Sindir Maxim dengan kesalnya.


"Siapa bilang, aku merindukanmu sayang" Goda Briana mencubit pinggang Maxim.


"Bi ayolah, jangan menggoda suamimu ini akan sangatlah berbahaya bila aku tak bisa menahannya" Keluh Maxim dengan muka memelasnya.


"Aku suka mengerjaimu Max" Briana menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Aku benar benar ingin memakanmu disini Bi" Goda Maxim sekali lagi.


🍁🍁


Maxim sudah meletakkan tubuh anaknya di kamar anaknya sendiri. Kini dia sudah tak sabar untuk segera mengerjai istrinya.


"Bersiaplah sayang, aku akan datang" Seru Maxim dalam hari setelah keluar dari kamar Keana.


Dia masuk ke kamar mereka dan tak menemui dimana istrinya. Dia menelisik seluruh isi kamarnya tapi tak menemukan istrinya.


Kemudian Maxim mencari ke setiap sudut ruamahnya dan menemukan sosok yang telah dia cari sejak tadi.


Briana sedang meminum segelas susu yang telah dibuatnya sendiri.


"Kau mencariku ?" Sindir Briana


" Tentu saja aku tak ingin melewatkanmu" Balas Maxim mendekatinya.



"Aku tak tahu kenapa pria sangat menunggu hal tersebut" Ejek Briana.


🍁🍁🍁