
Cinta tak bisa tiba-tiba ada, seperti sebuah batu. Ia harus dibuat. Layaknya sebuah roti: akan selalu dibuat ulang untuk menghasilkan yang baru.
πΌπΌπΌ
" satu lagi, batalkan proses pembelian Dua Benua untuk pembelian Intisari bila dia ingin meminta Pinalti berikan saja semau mereka " jelas Briana
" kalkulasikan laba Intisari dengan Modal Pembangunan Super Block lalu sisa berapa email kan ke saya saat ini juga" perintah Briana .
Terakhir dia menelpon Maria meminta Maria menjemput Keana.
Setelah Maria menyanggupi menjemput Keana , Briana akhirnya lega.
Dia bisa dengan tenang menghadapi para pemilik lahan.
Di kantor Maxim, Bram memberitahunya kabar dibatalkannya pembelian perumahan Briana.
" kau bilang apa Bram ?" tanya Maxim tak percaya
" iya Bos ini gawat, bukan hanya Mengcancel pembelian Intisari Sanjaya juga membatalkan lelang kontrak untuk seluruh perusahan rekanan " jelas Bram
" wanita itu tak main main Bram " kata Maxim dengan frustasi.
"Ponsel nya tak bisa dihubungi lagi " kata Max
" apa kita kesana untuk menjelaskan bos " ajak Bram
" Dia kalau sudah mengambil keputusa. tak bisa di ganggu gugat" jelas Maxim
" kalau begitu bos ?" tanya Bram
" aku akan kerumahnya nanti malam sambil menjemput putriku" kata Maxim
" Bos goodluck " Bram menyemangati bosnya
Kali ini Briana sukses mengacak acak mood dan pikiran Maxim, ini lebih parah lagi waktu dia kabur ke Swiss. Maxim perlu waktu beberapa hari untuk melacak keberadaannya.
" Keana , bantu Daddy... mommy mu ngambek " kata Maxim sambil melihat bingkai foto putrinya yang ada di meja.
ππ
Briana sudah menyelesaikan misinya meng handle pemilik lahan.
Karena mereka sudah menyetujui harga di awal perjanjian, dan perjanjian tersebut telah disepakati juga di sahkan oleh notaris.
Dengan sedikit ancaman akan dilaporkan ke pihak berwajib, Briana dapat mengatasi masalah tersebut.
Hingga sore, Briana baru sampai kantornya. Briana masih belum pulang, dia masih merencanakan anggaran Modal pembagunan Super Block.
Dari laba yang mereka dapat , itu baru terkumpul sekitar 30 %, selebihnya kemana dia akan mencari dana.
ππ
Dia lalu pulang ke apartemen Pondok Indah Golfnya.
Briana sudah janjian bertemu agen properti. Dia ingin menjual Apartemen nya.
Setidaknya dia bisa menghasilkan uang demi memenuhi Anggaran tersebut.
Selain ingin menjual Apartemen nya, dia juga akan menjual Poschenya.
Kesepakan harga pun sudah Deal, Briana sudah fix melepas Apartemen hasil kerja kerasnya selama menjadi Model.
π€
Malamnya, Maxim menjemput Keana dan juga sebenarnya dia ingin menjelaska. masalah tadi siang pada Briana.
Tetapi Briana tak ada dirumah.
papa Briana memberitahu nya bahwa Briana sedang di apartemennya.
Dengan perasaan kecewa, Maxim mengajak pulang Keana.
" Daddy... tadi mommy tak datang menjemput Keana " cerita putrinya di dalam mobil
" mommy lagi sibuk sayang " jelas Maxim
" iya, kata Oma mommy sibuk, sampai sekarang mommy bahkan belum pulang" rengeknya
" Besok kita akan menemui mommy" bujuk Maxim
" Dad, bisakah Daddy saja yang bekerja biarkan mommy menemani Keana" pinta keana
" kau bilang saja pada mommy mu" bujuk Daddynya
" teman teman Keana hanya Daddynya yang bekerja , apa uang Daddy tak cukup?" tanya Keana
" uang Daddy cukup sayang, bahkan untuk menghidupi anak cucu Daddy nanti " jelas Maxim
" kenapa mommy harus bekerja?" tanya Keana
" tanyakan pada mommy mu" bujuk Maxim
Maxim lalu membawa Keana tidur di kamarnya.
" Dad, bolehkan mommy tinggal disini ?" tanya Keana
" sure baby, bujuklah mommymu " jawab Maxim
" kata Oma, mommy tak boleh tinggal disini karena belum menikah dengan Daddy" rengek Keana.
" Keana selalu mendapatkan apa yang Keana mau, lakukanlah minta mommy mu tinggal disini " bujuk Maxim dengan liciknya
" siap dad" kata Keana
" Putri Daddy adalah yang terbaik" puji Maxim
Mereka lalu ber toss ria. kemudian gadis kecil itu tidur di pelukan Daddynya.
" maafkan Daddy ya sayang... " kata Maxim mencium kening putrinya
" Daddy janji akan membawa mommy pulang kerumah ini " tambahnya
Setelah melihat putrinya sudah tertidur dengan pulas, Maxim juga masih harus bekerja dengan keras. bukan hanya dikantor, dirumah pun juga dia masih bekerja.
Dia mendapatkan info bahwa Briana akan menggunakan dana pribadi untuk mendanai proyeknya.
" Bi,kau terlalu keras kepala " kata maxim.
Dia tak konsentrasi mengerjakan pekerjaannya karena diliputi perasaan bersalahnya.
Sedangkan Briana, ditempat terpisah dia juga sedang memikirkan bagaimana caranya mengumpulkan duit duit dan duit.
" mana mungkin aku minta pada papa " pikir Briana
πππ