Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Lima



Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.


------------------------------------------------------------------------


Setelah Mereka makan siang bersama, Handry mengantar Keana dan Briana ke rumahnya.


" Uncle Hen.." Kata Keana mencium pipi Hendry


" Uncle menyayangimu hingga mati " balas Hendry


" Mampirlah" ajak Briana


" Sssstttt lain kali saja " bujuk Hendry lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.


" Ayo kita masuk mom" ajak Keana


Didalam rumah Orang tua Briana sudah menunggunya.


" Kalian sudah pulang" sapa Opanya


" Keana merindukan kalian Opa, Oma" kata Keana


" Kami juga merindukan kalian Keana" Peluk Maria mendekati cucu nya


" Daddy bilang, Keana harus sering sering menginap dirumah Oma dan Opa agar Keana memiliki adik " celetuk keana


Mereka semua melotot mendengarkan cerita Keana. Terutama Briana, wajahnya tak kuasa menahan Malu.


" Daddy mu sembarangan " kata Briana mengajak Keana masuk ke kamarnya.



"Apa Daddy akan menjemput kita mom?" tanya Keana


" Tentu saja, Keana kan putri kesayangan Daddy " bujuk Briana


" Mommy juga kesayangan Daddy" celetuk Keana


" Ah, kau ada ada saja sayang " jelas Briana


" Buktinya Daddy sering memeluk mommy, dan Daddy selalu menuruti mommy" rengek Keana


" Apa kau cemburu pada mommy?" tanya Briana


" Tentu saja, Daddy lebih menyayangi mommy" tangis Keana


Briana tertawa mendengar penuturan anak itu.


Bagaimana bisa dia berfikir seperti itu.


" Daddy lebih menyayangimu sayang" bujuk Briana memeluknya.


" Benarkah ??" tanya Keana penasaran


" Sure, dia pasti memberikan apa yang kau minta" bujuk Keana


🍁🍁


Hingga malam tiba, Maxim tak juga menjemput Putrinya.


Dia malah memberitahukan bahwa dia akan pulang larut, mungkin tak bisa menjemput mereka.


Keana telah tertidur bersama mommy nya.


Briana benar benar kesal karena Maxim tak menjemput putrinya pulang.


" apa rumahku tempat penitipan anak ?" umpatnya dalam hati.


🌼🌼


Pagi hari Briana membangunkan Keana . Dia tak ingin Keana telat ke sekolah.


" Bangun sayang, ini sudah pagi " kata Briana


Keana masih menggeliat di balik selimutnya.


" Daddy tak menjemput kita mom ?" tanya Keana


" iya, dia tak menjemputmu" jawab Briana


" Apa karena Keana nakal?" tanya Keana


" itu tak benar, mommy sudah menyiapkan air untukmu mandi" kata Briana


" ayo ..." ajak Keana


" we Will go " balas Briana menggendong Keana


Briana memandikan Keana dengan penuh kasih sayang.


" Mom, kau akan mengantarku ?" tanya Keana


" tentu saja" jawab Briana


Setelah mandi, Briana mengajak Keana sarapan dengan Opa dan Omanya.


Tak berapa lama datang lah Hendry, Hendry memang sedang melakukan pendekatan kepada Keana. Karena bagaimanapun Hendry adalah ayah biologisnya.


" Uncle Hen akan mengantarmu sayang" bujuk Hendry


" Uncle kita berangkat dengan mommy ?" tanya Keana.


" Tunggu sebentar, ada yang lupa aku bawa " kata Briana pergi ke kamarnya.


Keana melihat handphone Briana tergelatak di meja makan. Dia lalu mengambilnya karena ingin menelpon Daddy nya.


Keana mencoba mengutak-atik handphone Briana untuk menelpon Maxim.


" Ayo !!! " ajak Briana


Keana duduk di kursi belakang, sedangkan Uncle Hen dan Mommy duduk di kursi depan.


" Kak, besok kau akan ke Milan ?" tanya Hendry


" Sesuai jadwal iya. " kata Briana


" aku punya kabar baik " rayu Hendry


" Apa ???" tanya Briana


" kalau kau mau mendengarkan nya, kau harus membagi nomer assisten mu" rayu Hendry


" Sialaaan buat apa?" tanya Briana


" Kau ingin bertemu Brendon Urie?" goda Hendry


" Benarkah ?" tanya Briana berbinar binar


" Dia akan ada di UK , aku akan menjembatani kalian " bujuk Hendry


" Tunggu akan aku kirim no kontak Clara padamu " sahut Briana


" Kak, kau yang terbaik " puji Hendry


" Kau juga adikku " balas Briana


" kalian berdua ngomong apa ?" tanya Keana yang merasa dicuekin


" Mommy akan pergi Ke Milan sayang " jelas Briana


" untuk apa mom?" tanya Keana lagi


" Menangkap Papi baru untuk mu" jawab Briana dengan senyum liciknya.


"Apa dia akan setampan Daddy ?" tanya Keana dengan memperlihatkan Handphone Briana yang sedang melakukan Panggilan Video.


Di dalam layar terlihat Wajah Maxim memendam amarahnya.


Briana sendiri pun kaget , sejak kapan Keana memegang handphonenya dan melakukan panggilan Video.


" Dia jauh lebih tampan " sahut Hendry memanas manasi


Briana merebut handphone dari Keana dan mengakhiri Panggilan tersebut.


" Mom, apa aku boleh ikut?" tanya Keana


" Mommy akan ke Milan bekerja sayang, bukan jalan jalan" bujuk Briana


" Pria itu mengajarinya banyak hal " ejek Hendry


" Dia anakmu juga " sindir Briana


" Kalau pria itu tahu bagaimana kak ?" tanya Hendry


" aku tak peduli " jawab Briana


Briana dan Hendry mengantar Keana ke sekolahnya.


🌼🌼


Maxim di kantornya marah marah dengan setiap orang di kantornya. Hingga Diana meminta tanda tangannya pun tak di hiraukan.


" Pak anda baik baik saja ?" tanya Diana


" Kau pernah menolak lelaki ?" tanya Maxim balik


" Tidak pak, kenapa ?" Diana tak paham maksud Maxim.


" Apa aku kurang tampan ? kenapa dia masih menolak menikah denganku " kata Maxim frustasi


" Mungkin, Beliau masih belum yakin pak . Karena wanita itu butuh kepastian" jelas Diana


Kata kata Diana ada benarnya juga. Mungkin selama ini Maxim hanya menganggap remeh Briana tanpa bertanya apa isi hati wanita tersebut.


" Yang diinginkan wanita itu keseriusan pak bukan main main " tambah Diana


" Baiklah Diana, kau kembalilah bekerja " perintah Maxim


" Aku akan datang kerumahnya dan melamarnya di depan papanya." kata Maxim


🍁🍁🍁


Sekilas Tentang Brendon Urie :


Ini karena Author sangat ngefans banget sama Brendon Urie. Brendon adalah Vokalis Panic at the disco


Brendon Boyd Urie (lahir pada 12 April 1987) adalah penyanyi dan multi-instrumentalis berkebangsaan Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai vokalis utama dari Panic! at the Disco yang kini hanya menyisakan dirinya sebagai anggota orisinil yang masih bertahan.