Princess Connect

Princess Connect
Lima



Β C’est en forgeant qu’on devient forgeron,


(Dengan tempaan, seseorang akan menjadi pandai besi)


🍁🍁🍁


Dini hari Briana menyiapkan semua keperluannya. Dia tak ingin membangunkan Clara yang masih terlelap dalam tidurnya.


Briana meninggalkan sepucuk surat dan selembar tiket penerbangan Tokyo - Jakarta



Briana lalu mengemasi semua barangnya dan bersiap meninggalkan Tokyo dengan segera.


Briana merasakan dari kemarin dia diawasi oleh sepasang mata. Dia tak ingin menebak siapa orang dibelakang mata tersebut.


Tepat pukul 02.00 AM waktu Tokyo


Briana meninggalkan hotel dan menuju ke Airport.



"aku sudah sangat muak dengan kehidupan di Jakarta" batin Briana


Briana tak ingin kembali ke negaranya. Dia memutuskan ingin ke tempat mamanya berasal.


Swiss, itulah negara tujuan Briana.


Hatinya sudah mantap ingin melupakan semua kejadian yang telah menimpanya.


Dia ingin memulai hidup baru di tempat yang baru.


🌸🌸


Zurich Internasional Airport


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang , akhirnya Briana tiba di Tanah kelahiran mamanya.


Kota Zurich memiliki atmosfer yang berbeda dengan tempat tempat yang sudah pernah dikunjunginya.



Briana berjalan di jalanan Zurich, Zurich merupakan kota terbesar di negara Swiss.


Zurich juga merupakan kota tua namun bergaya modern.


Briana menemukan sebuah hotel yang pas untuk dirinya.


Besok barulah dia ingin menemui kerabat dari mamanya.


🍁🍁


7 bulan kemudian.


Untuk pertama kalinya Briana ingin memposting sebuah foto di feed Instagram nya.



"An everyone Miss me ?" tulisnya


Seketika banjir ucapan semangat dari nitizen berbagai kalangan.


Banyak DM yang masuk ke akunnya.


Tapi tak satupun dibukanya.


Sudah lama dia tak mendengar kabar dari Indonesia. Sesekali Mona dan Clara menghubunginya.


Briana melanjutkan belajarnya di Swiss, dia tinggal dengan kerabat mamanya.


Dan sesekali menerima job pemotretan produk lokal.


Meski karirnya meredup, tapi Briana merasa nyaman tinggal di Swiss.


Tiba tiba sebuah notifikasi email masuk ke handphone Briana.


"Papanya menyuruhnya pulang karena Tania sedang Koma "


"Apa aku harus mencampuri urusan mereka " batin Briana


Mereka tak henti hentinya membuat masalah.


Lalu Briana menghubungi Mona via video call.


"Nenek apa kau merindukanku ?" sapa Briana


"Entahlah, aku hampir lupa denganmu Oma " jawab Mona.


"sialan, aku mau tanya sesuatu" kata Briana


"Apa itu Oma ?"


"Apa yang terjadi pada Tania ?"


"Agrrrh aku tak yakin dengan yang ku tahu, semenjak kehamilannya besar dia masih sering masuk rumah sakit " jelas Mona


"Oh, mungkin hanya sakit bawaan bayi" jawab Briana


"Kenapa?" tanya Mona


"Papaku mengabarinya koma " jelas Briana


"Sepertinya begitu, kau pulanglah jenguk lah dia " nasehat Mona


"Jika aku bisa " jawab Briana mengakhiri panggilan sepihak


🌸🌸


Keesokan harinya, Briana meminta ijin pada bibinya untuk pergi ke luar negri.


Dia tak ingin membuat bibinya khawatir karena bibinya sangat tak suka dengan keluarga papa Briana yang baru.


Dengan berbagai rayuan, Briana mampu meluluhkan hati bibinya.


Lalu Briana bersiap ke Airport menuju Indonesia.


" Will be back " serunya


Dengan semangat baru, dan hidup yang baru Briana berharap tak ingin menemui masalah di Indonesia.


Toh dia hanya ingin menjenguk Tania bukan berencana menetap di Indonesia.


🌸🌸🌸


Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta Airport


Dengan langkah gontai Briana menyeret Kopernya.


Dia tak ingin menghubungi teman temanya karena itu akan menyusahkan mereka.


Briana langsung menuju Rumah sakit langganan keluarganya. Kemudian Briana beranjak ke meja resepsionis untuk menanyakan dimana Tania dirawat.


Setelah memeriksa Tania ada di kamar mana , Sambil membawa kopernya Briana menuju kamar rawat adik tirinya.


Di luar kamar, Maria mama tirinya sedang tertunduk lemas tak berdaya disamping papanya


Tepat saat itu dokter selesai memeriksa adiknya.


"bagaimana putri dan calon cucu saya dok ?" tanya Maria


"kondisinya sangat kritis, kita harus melakukan prosedur operasi sesar untuk menyelamatkan nyawa bayinya " jelas dokter


Briana menghampiri papanya. Papanya melihatnya dan memeluknya.


"Tania sakit apa pah ?"


"kanker rahim " jawab papanya


"lakukan apapun yang terbaik untuknya " pinta Briana


Maria merasakan kesedihan Dimata Briana.


Mata yang dari dulu dia benci, mata yang dari dulu ingin dia singkirkan dari rumahnya.


"pulanglah, bawa barang mu kerumah " perintah papanya


"Aku akan disini " jawab Briana


"jangan ngawur, kau ini siapa ?" bentak Maria


"aku bukan siapa siapa, aku menyesal sudah kembali ke sini " sahut Briana


tak terasa air mata Maria mengalir melihat Briana melangkah pergi.


"kau mau kemana ?" tanya Maria.


"Ditempat aku diharapkan " jawab Briana


Tiba tiba Maria memeluk Briana,


"maafkan aku , maafkan aku aku bersalah padamu " pinta Maria


"Tante tak perlu melakukan ini "


"aku sudah melakukan banyak hal buruk padamu demi menyenangkan putriku " kata Maria


"aku tahu "


"Kita pulang Briana " ajak papanya


"aku akan menemani Tania disini, kalian pulanglah Briana sudah lelah setelah penerbangan dari Swiss " pinta Maria


Briana dan papanya pulang kerumahnya.


"Pa, Briana bisa pulang ke apartemen?" tanya Briana


"tidak anakku, rumah kita sudah sepi selama kau pergi "


Kini papanya menyuruh Briana istirahat dulu, untuk menghilangkan jetlag nya


Handphone Papanya berdering, ini Dari Maxim


Maxim menyuruh papanya kembali kerumah sakit.


"Aku bisa ikut pa ?"


"Tidak , kau dirumah saja"


Papanya tak ingin Briana khawatir, terlebih lagi disana Ada Maxim, papanya tak ingin membuat suasana tak nyaman untuk anaknya.


🌼🌼🌼


Hai readers tersayang minta dukungannya


like, share , komen dan Vote


Terimakasih