Princess Connect

Princess Connect
Tiga Puluh Sembilan



β€œKamu tidak bisa kembali dan mengubah awal saat kamu memulainya, tapi kamu bisa memulainya lagi dari di mana kamu berada sekarang dan ubah akhirnya.” – C.S Lewis


🍁🍁🍁


Setelah mereka kembali dari Pulau Maratua, Mereka langsung mengantar Keana ke sekolah.


" Kau ingin pulang dulu atau langsung ke kantor ?" tanya Maxim


" Pulang, aku ingin istirahat" sahut Briana


" Apa aku terlalu perkasa buatmu sayang ?" goda Maxim


Briana menginjak kaki Maxim.


" Bi, kau menyakitiku dan itu Wedges" pekik Max


" Rasakan, makanya jangan sembarang bicara lain kali aku akan menginjakmu dengan heels 20cm" ancam Briana


" ayo Pulang " ajak Maxim


" Kau tak ingin pulang dulu ?" tanya Briana


" Tidak, aku sibuk hari ini " jawab Maxim


" Awas saja kalau kau macam macam lagi " ancam Briana


" Aku janji Bi" rayu Maxim


Maxim mengantar Briana kerumahnya.


" Kau tak ingin memberiku ciuman sebelum aku pergi ?" tanya Maxim


" aku bukan istrimu, mintalah pada istrimu kelak" ejek Briana



" Baiklah kalau kau tak mau, aku akan cari istri lain " ejek Maxim balik


" Lakukanlah " kata Briana masuk kedalam Rumah


" Wanita itu pelit sekali " kata Maxim pada Bram


" Bos, Beliau hebat sekali. Bu Briana adalah wanita pertama yang bisa menganiaya anda " puji Bram


" Kau tak tahu ancaman dia bagaiman " umpat Maxim


" aku turut senang atas perkembangan hubungan anda bos" puji Bram lagi


" Alaaaah dia itu malu malu tapi mau juga padaku " ejek Maxim


"Bos kau beruntung, masih banyak lelaki tampan di dunia ini itu mudah saja untuk Bu Briana mendapatkannya" kata Bram


"Tapi aku yang paling mempesona " puji Maxim pada dirinya sendiri


☺️☺️


" Bi bagaimana kontrak dengan EM ?" tanya Clara menjemput Briana


" Dia melarangku Nenek" sahut Briana


"Maxim ?? Kalian kembali lagi ?" selidik Clara penasaran


" Tidak" jawab Briana malu malu


" kenapa dia melarangmu kalau begitu ?" tanya Clara


"Dia tak suka aku berbisnis dengan Martin " jelas Clara


" kalian juga keluarga " ejek Clara


" Ayolah nenek Jangan menggodaku" Sindir Briana


" Mona sudah menuggu kita, dia pasti akan bawel kalau kita terlambat " kata Clara


🍁🍁


Martin ke kantor Maxim, dia ingin menemui sepupunya tersebut.


" Apa aku menganggu waktumu tuan ?" sindir Martin


" angin apa yang membawa mu kemari ?" sindir Maxim balik


" Kau terlalu posesif kakak sepupu" ejek Martin


" Kalau kau ingin bahas masalah wanita itu, jawabanku masih sama " kata Maxim tak memperdulikan Martin


" Kau kekanak Kanakan kakak, Pantas saja Kakak ipar menolakmu " ejek Martin


"aku bukan kakakmu " sahut Maxim


" Ayolah, Mr Lautner ... aku dan kakak ipar hanya menjalin kerja sama" bujuk Martin


" Lalu apa keuntungan bagiku kalau aku mengijinkannya?" tanya Maxim


" aku akan menjadikan Kakak ipar Bintang besar" bujuk Martin


" Dia tak butuh jadi bintang, karena aku tak suka dia dikenal banyak orang " Gerutu Maxim


" Atau kau bisa berinvestasi di Proyek ku kakak, jadi kau memiliki keuntungan kalau produk ku laku keras karena kakak ipar " jelas Martin


" Kau pikir aku akan menjual istriku ?" bentak Maxim


" Itu hanya contoh " bujuk Martin


" Dia masih belum memberikan pernyataan, dia takut padamu " jelas Martin dengan wajah sedihnya


"Baguslah, dia menurut kali ini " Kata Maxim dengan bangganya


" Kau lelaki kejam " sindir Martin


" Aku kaya, aku bisa melakukan apa saja " Balas Maxim


" Baiklah, sampai jumpa Kakak" kata Martin pamit


🍁🍁


" Bi kau dimana ?" tanya Maxim menelponya


" aku dikantor" jawab Briana singkat


" Adam mengatakan kau belum datang " cerca Maxim


" Aku di kantor management" sahut Briana


" Martin menemui ku " jelas Maxim


" Aku kan sudah melakukan yang kau mau" kata Briana dengan kesal


" Apa begitu penting kontrak ini bagimu?" tanya Maxim


" Tidak juga, aku masih banyak kontrak kerja dengan brand lain " jawab Briana


" Ya sudah kalau begitu aku mengijinkanmu kali ini" kata Maxim


"Benarkah ?" tanya Briana antusias


" ada syaratnya " sindir Maxim


" apa ?" tanya Briana


" No *****, No bikini and no S*k" pinta Maxim


" kau pikir aku wanita murahan ?" bentak Briana


" Kau hanya boleh melakukannya denganku " bujuk Maxim


" Bodoh amat ..." bentak Briana menutup telponnya


πŸ˜…πŸ˜…


Maxim senang sekali menggoda wanita itu.


" Dia pikir dia siapa, dasar lelaki sialan " umpat Briana marah marah


" Nona kau bisa merusak telingaku " ejek Mona


" kau kenapa bi ?" tanya Clara


" dia mengijinkanku menandatangani kontrak dengan EM" jelas Briana


" baguslah, lalu apa masalahnya kau marah marah ?" tanya Mona


" No *****, No πŸ‘™, No S*k" kata Briana menirukan suara Maxim


"dia pikir aku wanita apaan" imbuh Briana


" Kau hanya boleh menghabiskan malam mu dengannya " ejek Clara


" apa ????" tanya Mona Heran


" Mereka sudah melakukannya tadi malam " ejek Clara


" Itu tak benar, jangan pedulikan Nenek lampir ini " jelas Briana


" Bram yang memberi tahuku " Sanggah Clara


" Bi, aku tak setuju kau balik lagi dengannya" pinta Mona


" Apa salahnya, dia tampan dan juga kaya " Clara gak mau kalah kali ini


" Kenapa kau ngebet banget Briana bersama Maxim Ra ? tanya Mona


" kau tak tahu, dia menyukai Bram assistennya Maxim " jelas Briana


" pantas saja " ejek Mona


" itu tak benar " elak Clara


" kalian berdua jangan ribut, Kita hubungi pihak EM, lalu kita ajak mereka bertemu " nasehat Briana


" baiklah" kata Mona dan Clara serentak


" aku akan menjemput anakku " kata Briana


" Anakmu ???" tanya Mona


" Keana" jelas Briana


" kau benar benar memilih duda itu Bi?" tanya Mona dengan heran


" aku hanya menganggapnya anakku" jelas Briana


🍁🍁🍁