
βKamu tidak bisa kembali dan mengubah awal saat kamu memulainya, tapi kamu bisa memulainya lagi dari di mana kamu berada sekarang dan ubah akhirnya.β β C.S Lewis
πππ
Setelah mereka kembali dari Pulau Maratua, Mereka langsung mengantar Keana ke sekolah.
" Kau ingin pulang dulu atau langsung ke kantor ?" tanya Maxim
" Pulang, aku ingin istirahat" sahut Briana
" Apa aku terlalu perkasa buatmu sayang ?" goda Maxim
Briana menginjak kaki Maxim.
" Bi, kau menyakitiku dan itu Wedges" pekik Max
" Rasakan, makanya jangan sembarang bicara lain kali aku akan menginjakmu dengan heels 20cm" ancam Briana
" ayo Pulang " ajak Maxim
" Kau tak ingin pulang dulu ?" tanya Briana
" Tidak, aku sibuk hari ini " jawab Maxim
" Awas saja kalau kau macam macam lagi " ancam Briana
" Aku janji Bi" rayu Maxim
Maxim mengantar Briana kerumahnya.
" Kau tak ingin memberiku ciuman sebelum aku pergi ?" tanya Maxim
" aku bukan istrimu, mintalah pada istrimu kelak" ejek Briana
" Baiklah kalau kau tak mau, aku akan cari istri lain " ejek Maxim balik
" Lakukanlah " kata Briana masuk kedalam Rumah
" Wanita itu pelit sekali " kata Maxim pada Bram
" Bos, Beliau hebat sekali. Bu Briana adalah wanita pertama yang bisa menganiaya anda " puji Bram
" Kau tak tahu ancaman dia bagaiman " umpat Maxim
" aku turut senang atas perkembangan hubungan anda bos" puji Bram lagi
" Alaaaah dia itu malu malu tapi mau juga padaku " ejek Maxim
"Bos kau beruntung, masih banyak lelaki tampan di dunia ini itu mudah saja untuk Bu Briana mendapatkannya" kata Bram
"Tapi aku yang paling mempesona " puji Maxim pada dirinya sendiri
βΊοΈβΊοΈ
" Bi bagaimana kontrak dengan EM ?" tanya Clara menjemput Briana
" Dia melarangku Nenek" sahut Briana
"Maxim ?? Kalian kembali lagi ?" selidik Clara penasaran
" Tidak" jawab Briana malu malu
" kenapa dia melarangmu kalau begitu ?" tanya Clara
"Dia tak suka aku berbisnis dengan Martin " jelas Clara
" kalian juga keluarga " ejek Clara
" Ayolah nenek Jangan menggodaku" Sindir Briana
" Mona sudah menuggu kita, dia pasti akan bawel kalau kita terlambat " kata Clara
ππ
Martin ke kantor Maxim, dia ingin menemui sepupunya tersebut.
" Apa aku menganggu waktumu tuan ?" sindir Martin
" angin apa yang membawa mu kemari ?" sindir Maxim balik
" Kau terlalu posesif kakak sepupu" ejek Martin
" Kalau kau ingin bahas masalah wanita itu, jawabanku masih sama " kata Maxim tak memperdulikan Martin
" Kau kekanak Kanakan kakak, Pantas saja Kakak ipar menolakmu " ejek Martin
"aku bukan kakakmu " sahut Maxim
" Ayolah, Mr Lautner ... aku dan kakak ipar hanya menjalin kerja sama" bujuk Martin
" Lalu apa keuntungan bagiku kalau aku mengijinkannya?" tanya Maxim
" aku akan menjadikan Kakak ipar Bintang besar" bujuk Martin
" Dia tak butuh jadi bintang, karena aku tak suka dia dikenal banyak orang " Gerutu Maxim
" Atau kau bisa berinvestasi di Proyek ku kakak, jadi kau memiliki keuntungan kalau produk ku laku keras karena kakak ipar " jelas Martin
" Kau pikir aku akan menjual istriku ?" bentak Maxim
" Itu hanya contoh " bujuk Martin
" Dia masih belum memberikan pernyataan, dia takut padamu " jelas Martin dengan wajah sedihnya
"Baguslah, dia menurut kali ini " Kata Maxim dengan bangganya
" Kau lelaki kejam " sindir Martin
" Aku kaya, aku bisa melakukan apa saja " Balas Maxim
" Baiklah, sampai jumpa Kakak" kata Martin pamit
ππ
" Bi kau dimana ?" tanya Maxim menelponya
" aku dikantor" jawab Briana singkat
" Adam mengatakan kau belum datang " cerca Maxim
" Aku di kantor management" sahut Briana
" Martin menemui ku " jelas Maxim
" Aku kan sudah melakukan yang kau mau" kata Briana dengan kesal
" Apa begitu penting kontrak ini bagimu?" tanya Maxim
" Tidak juga, aku masih banyak kontrak kerja dengan brand lain " jawab Briana
" Ya sudah kalau begitu aku mengijinkanmu kali ini" kata Maxim
"Benarkah ?" tanya Briana antusias
" ada syaratnya " sindir Maxim
" apa ?" tanya Briana
" No *****, No bikini and no S*k" pinta Maxim
" kau pikir aku wanita murahan ?" bentak Briana
" Kau hanya boleh melakukannya denganku " bujuk Maxim
" Bodoh amat ..." bentak Briana menutup telponnya
π π
Maxim senang sekali menggoda wanita itu.
" Dia pikir dia siapa, dasar lelaki sialan " umpat Briana marah marah
" Nona kau bisa merusak telingaku " ejek Mona
" kau kenapa bi ?" tanya Clara
" dia mengijinkanku menandatangani kontrak dengan EM" jelas Briana
" baguslah, lalu apa masalahnya kau marah marah ?" tanya Mona
" No *****, No π, No S*k" kata Briana menirukan suara Maxim
"dia pikir aku wanita apaan" imbuh Briana
" Kau hanya boleh menghabiskan malam mu dengannya " ejek Clara
" apa ????" tanya Mona Heran
" Mereka sudah melakukannya tadi malam " ejek Clara
" Itu tak benar, jangan pedulikan Nenek lampir ini " jelas Briana
" Bram yang memberi tahuku " Sanggah Clara
" Bi, aku tak setuju kau balik lagi dengannya" pinta Mona
" Apa salahnya, dia tampan dan juga kaya " Clara gak mau kalah kali ini
" Kenapa kau ngebet banget Briana bersama Maxim Ra ? tanya Mona
" kau tak tahu, dia menyukai Bram assistennya Maxim " jelas Briana
" pantas saja " ejek Mona
" itu tak benar " elak Clara
" kalian berdua jangan ribut, Kita hubungi pihak EM, lalu kita ajak mereka bertemu " nasehat Briana
" baiklah" kata Mona dan Clara serentak
" aku akan menjemput anakku " kata Briana
" Anakmu ???" tanya Mona
" Keana" jelas Briana
" kau benar benar memilih duda itu Bi?" tanya Mona dengan heran
" aku hanya menganggapnya anakku" jelas Briana
πππ