
“Le temps est un grand maître, dit-on. Le malheur est qui’il tue ses élèves.”
(Kami mengatakan bahwa waktu adalah guru yang hebat. Sayang sekali membunuh semua muridnya.)
-Hector Berlioz
------------------------------------
jangan bicara sembarangan, kau kira menikah seperti membeli kacang goreng " Bentak Briana
" Lalu kapan ?" tanya Maxim
" Tahun depan " jawab Briana
" tapi kau harus tinggal bersama kita " bujuk Maxim
" Tidak " sahut Briana
" aku memaksa " ancam Maxim
" Kau benar benar membuatku susah Max " Gerutu Briana
" itu keahlian ku " sahut Maxim dengan liciknya.
" Baiklah, setelah ini mommy akan ke kantor lagi. Setelah itu mommy akan kerumah kalian " bujuk Briana
" Mommy janji ? mommy tak akan kabur kan ?" Selidik Keana
" Max, Dia bahkan menuruni sifat mu " keluh Briana
" Tentu saja dia Putriku " sahut Maxim
" Mommy janji ?" tanya Keana
" Daddy sendiri yang akan membawa Mommy pulang nanti " jelas Maxim
Sekarang Keana dapat tersenyum lega mendengar penjelasan Daddynya.
" Aku akan mengantarmu lalu mengantar Keana pulang " kata Maxim
" Terserah kau saja " jawab Briana ketus.
" kelihatannya kalian sudah tak marah pada Daddy " goda Maxim
" Mana mungkin aku marah padamu, Aku begitu mencintaimu " Sindir Briana
" Aku juga mencintaimu " balas Maxim
" Keana juga mencintai kalian " sahut Keana
" apa ini sebuah lelucon" sindir Briana
" Ayo, nanti mommy akan marah lagi " ajak Maxim pulang.
" iya nanti mommy tak akan memberikan keana adik " jawab Keana
" Tenang saja, Daddy akan merebutnya malam ini " bisik Maxim pada Keana
" merebut apa dad?" tanya Keana
" Kalian berdua berhentilah berkata tak penting " sergah Briana
" ayo Dad...." ajak Keana
" Siaaaaap " Jawab Maxim
" Kau hebat mom" kata Keana di dalam mobil
" Hebat kenapa ?" tanya Briana
" Daddy jadi penurut pada mommy" jawab Keana
" Apa mommy harus bangga atas hal tersebut ?" sindir Briana
" Tentu saja, Kau tak tahu siapa Maxim Lautner?" Sahut Maxim
" Aku Tak peduli" kata Briana
" Oke, mom see you tonight" kata Keana mencium pipi Mommy nya
" Bye " Lambai Briana pada gadis kecil tersebut
" Kau mirip sekali seperti mommy mu" kata Maxim
" Tentu dad " kata Keana dengan bangga
" Kalian berdua bisa membuat Daddy pusing saat kalian sedang marah " jelas Maxim
" Tapi Daddy lebih sayang pada Mommy" rengek Keana
" itu tak benar, Daddy menyayangi kalian berdua sama rata " jelas Maxim
" Benarkah Dad ?" tanya Keana..
" Tentu saja " jawab Maxim
" I'm so happy to hear that" jawab keana
" So do I" sahut Maxim
🌼🌼
Sore nya Maxim memenuhi janjinya untuk menjemput Briana pulang kerja.
" Apa hari ini anda tak ada kerjaan lain Tuan ?" sindir Briana.
" Tugasku hari ini adalah memanjakan istriku " ledek Maxim
Waktu Maxim membukakan pintu mobilnya sudah terpampang nyata Rangkain bunga mawar merah.
" Kau pasti ada maunya " ejek Briana
" Tentu saja " jawab Maxim dengan senyum liciknya.
" Aku sudah memikirkannya" kata Maxim dengan bangganya.
Sesekali Maxim mencuri curi pandang ke arah Briana.
" Kau sedang mengemudi, tak bisakah kau konsentrasi saja " tegur Briana yang telah mengetahui maksud Maxim
" Kemarin kau bahkan menggodaku di dalam mobil " ledek Maxim
" Sudah tahu aku mab*k, kau malah menikmatinya " ejek Briana
" Aku lelaki dewasa sayang, dan aku normal" elak Maxim sambil menggenggam tangan Briana
" Kali ini tak akan ku biarkan kau macam macam " pikir Briana.
" Sayang, sampai kapan kau akan terus begini ?" keluh Maxim
" Maksudmu ?" tanya Briana yang tak faham dengan pernyataan Maxim.
" Aku sudah melakukan apa saja untukmu, apa kau akan terus menolak menikah denganku?" Jelas Maxim
" Aku takut " jawab Briana singkat
" Aku serius sayang, aku akan menjagamu " jelas Maxim
" Aku takut gagal " jawab Briana
" Percayalah padaku, beri aku satu kesempatan lagi " pinta Maxim
" Aku lebih nyaman sendiri" kata Briana
" Kalau kau hamil ?" tanya Maxim tiba tiba
" Max.... apa kau akan terus membahas masalah itu ?" umpat Briana
" Ini masalah kemungkinan kau hamil, kita kan sudah melakukan beberapa kali " jelas Maxim
" saat aku tak sadar ?" ejek Briana
" Aku akan bertanggung jawab " bujuk Maxim
" Aku tak masalah jadi single parent" sahut Briana
" Aku tak mau anak kita nanti lahir tanpa pernikahan" jelas Maxim
" Baiklah aku setuju menikah denganmu , Kalau .... " kata Briana memotong kata katanya
" Kalau apa ?" tanya Maxim
" Kalau aku benar hamil " jawab Briana
" Dengan senang hati aku tak keberatan ingin segera menghamilimu" kata Maxim denga. bangganya
" Aku tak yakin" sahut Briana
" Kau meragukan Keperkasaan aku ?" tanya Maxim mengelus paha Briana
" Berhentilah Max, maksudku aku tak yakin kau akan mampu Having s*x denganku karena aku tak akan membiarkan hal itu terjadi" ejek Briana
" Aku tunggu tantangan mu sayang, aku sudah tak sabar ingin segera memakan mu " ejek Maxim.
" kita lihat saja " sindir Briana
" Sayang, kau benar benar menggoda ku" kata Maxim dengan tertawa.
" Ayolah, anakmu sudah menunggu kita " kata Briana mengalihkan pembicaraan.
" Kau pasti akan hamil sayang, pasti ...!" janji Maxim
" Dan aku tak akan membiarkan nya "
ejek Briana
🍁🍁
Mereka telah sampai dirumah Maxim.
Keana sudah menunggu mereka dari tadi.
Tetapi saat mereka masuk ke dalam, ada seorang wanita yang menerobos masuk kerumah tersebut.
" Laura " ucap Briana
" Kau benar benar wanita murahan, kau tak malu sudah di buang Maxim tapi kau masih terus menggodanya " maki Laura pada Briana
Melihat Disana ada anak kecil, Briana dengan gak peduli dia mengajak Keana masuk kerumah. Karena itu tak baik bagi Psikologis Keana.
" Kau urusi perempuan gila ini, " Bentak Briana pada Maxim.
" Kalau kau tak bisa mengatasinya jangan harap kau bisa masuk ke dalam rumah " ancam Briana lagi
" Shiiiiiiiitttt bisa gagal rencana ku nanti malam" Umpat Maxim
Maxim lalu menyuruh semua penjaga untuk mengusir Laura. Dia tak ingin menghancurkan rencana yang sudah disusunnya.
" Kau keterlaluan Max" , Laura masih berteriak teriak dengan kerasnya.
Briana masih marah marah dengan Maxim. Dia menyuruh seluruh Pelayan dirumah Maxim agar tak satupun membukakan pintu untuk Maxim.
" Kalau ada yang berani melanggar, kalian akan tamat " ancam Briana dengan kesal.
Melihat Nyonya rumah ini begitu menakutkan, para pegawai Maxim pun tak ada yang berani membantah.
" Good job mom..." kata Keana
" Kenapa ?" tanya Briana
" Biar Daddy tahu rasa, jangan suka main perempuan " kata Keana.
" Kali ini dia akan menyesal sudah banyak menipu wanita " umpat Briana
Briana dan Keana melakukan Toss bersama tanda misi mereka Berhasil.
🍁🍁🍁