Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Tujuh



“Le temps est un grand maître, dit-on. Le malheur est qui’il tue ses élèves.”


(Kami mengatakan bahwa waktu adalah guru yang hebat. Sayang sekali membunuh semua muridnya.)


-Hector Berlioz


------------------------------------


jangan bicara sembarangan, kau kira menikah seperti membeli kacang goreng " Bentak Briana


" Lalu kapan ?" tanya Maxim


" Tahun depan " jawab Briana


" tapi kau harus tinggal bersama kita " bujuk Maxim


" Tidak " sahut Briana


" aku memaksa " ancam Maxim


" Kau benar benar membuatku susah Max " Gerutu Briana


" itu keahlian ku " sahut Maxim dengan liciknya.


" Baiklah, setelah ini mommy akan ke kantor lagi. Setelah itu mommy akan kerumah kalian " bujuk Briana


" Mommy janji ? mommy tak akan kabur kan ?" Selidik Keana


" Max, Dia bahkan menuruni sifat mu " keluh Briana


" Tentu saja dia Putriku " sahut Maxim


" Mommy janji ?" tanya Keana


" Daddy sendiri yang akan membawa Mommy pulang nanti " jelas Maxim


Sekarang Keana dapat tersenyum lega mendengar penjelasan Daddynya.


" Aku akan mengantarmu lalu mengantar Keana pulang " kata Maxim


" Terserah kau saja " jawab Briana ketus.


" kelihatannya kalian sudah tak marah pada Daddy " goda Maxim


" Mana mungkin aku marah padamu, Aku begitu mencintaimu " Sindir Briana


" Aku juga mencintaimu " balas Maxim


" Keana juga mencintai kalian " sahut Keana


" apa ini sebuah lelucon" sindir Briana


" Ayo, nanti mommy akan marah lagi " ajak Maxim pulang.


" iya nanti mommy tak akan memberikan keana adik " jawab Keana


" Tenang saja, Daddy akan merebutnya malam ini " bisik Maxim pada Keana


" merebut apa dad?" tanya Keana


" Kalian berdua berhentilah berkata tak penting " sergah Briana


" ayo Dad...." ajak Keana


" Siaaaaap " Jawab Maxim


" Kau hebat mom" kata Keana di dalam mobil


" Hebat kenapa ?" tanya Briana


" Daddy jadi penurut pada mommy" jawab Keana


" Apa mommy harus bangga atas hal tersebut ?" sindir Briana


" Tentu saja, Kau tak tahu siapa Maxim Lautner?" Sahut Maxim


" Aku Tak peduli" kata Briana


" Oke, mom see you tonight" kata Keana mencium pipi Mommy nya


" Bye " Lambai Briana pada gadis kecil tersebut


" Kau mirip sekali seperti mommy mu" kata Maxim


" Tentu dad " kata Keana dengan bangga


" Kalian berdua bisa membuat Daddy pusing saat kalian sedang marah " jelas Maxim


" Tapi Daddy lebih sayang pada Mommy" rengek Keana


" itu tak benar, Daddy menyayangi kalian berdua sama rata " jelas Maxim


" Benarkah Dad ?" tanya Keana..


" Tentu saja " jawab Maxim


" I'm so happy to hear that" jawab keana


" So do I" sahut Maxim


🌼🌼


Sore nya Maxim memenuhi janjinya untuk menjemput Briana pulang kerja.


" Apa hari ini anda tak ada kerjaan lain Tuan ?" sindir Briana.


" Tugasku hari ini adalah memanjakan istriku " ledek Maxim



Waktu Maxim membukakan pintu mobilnya sudah terpampang nyata Rangkain bunga mawar merah.


" Kau pasti ada maunya " ejek Briana


" Tentu saja " jawab Maxim dengan senyum liciknya.


" Aku sudah memikirkannya" kata Maxim dengan bangganya.


Sesekali Maxim mencuri curi pandang ke arah Briana.


" Kau sedang mengemudi, tak bisakah kau konsentrasi saja " tegur Briana yang telah mengetahui maksud Maxim


" Kemarin kau bahkan menggodaku di dalam mobil " ledek Maxim


" Sudah tahu aku mab*k, kau malah menikmatinya " ejek Briana


" Aku lelaki dewasa sayang, dan aku normal" elak Maxim sambil menggenggam tangan Briana


" Kali ini tak akan ku biarkan kau macam macam " pikir Briana.


" Sayang, sampai kapan kau akan terus begini ?" keluh Maxim


" Maksudmu ?" tanya Briana yang tak faham dengan pernyataan Maxim.


" Aku sudah melakukan apa saja untukmu, apa kau akan terus menolak menikah denganku?" Jelas Maxim


" Aku takut " jawab Briana singkat


" Aku serius sayang, aku akan menjagamu " jelas Maxim


" Aku takut gagal " jawab Briana


" Percayalah padaku, beri aku satu kesempatan lagi " pinta Maxim


" Aku lebih nyaman sendiri" kata Briana


" Kalau kau hamil ?" tanya Maxim tiba tiba


" Max.... apa kau akan terus membahas masalah itu ?" umpat Briana


" Ini masalah kemungkinan kau hamil, kita kan sudah melakukan beberapa kali " jelas Maxim


" saat aku tak sadar ?" ejek Briana


" Aku akan bertanggung jawab " bujuk Maxim


" Aku tak masalah jadi single parent" sahut Briana


" Aku tak mau anak kita nanti lahir tanpa pernikahan" jelas Maxim


" Baiklah aku setuju menikah denganmu , Kalau .... " kata Briana memotong kata katanya


" Kalau apa ?" tanya Maxim


" Kalau aku benar hamil " jawab Briana


" Dengan senang hati aku tak keberatan ingin segera menghamilimu" kata Maxim denga. bangganya


" Aku tak yakin" sahut Briana


" Kau meragukan Keperkasaan aku ?" tanya Maxim mengelus paha Briana


" Berhentilah Max, maksudku aku tak yakin kau akan mampu Having s*x denganku karena aku tak akan membiarkan hal itu terjadi" ejek Briana


" Aku tunggu tantangan mu sayang, aku sudah tak sabar ingin segera memakan mu " ejek Maxim.


" kita lihat saja " sindir Briana


" Sayang, kau benar benar menggoda ku" kata Maxim dengan tertawa.


" Ayolah, anakmu sudah menunggu kita " kata Briana mengalihkan pembicaraan.


" Kau pasti akan hamil sayang, pasti ...!" janji Maxim


" Dan aku tak akan membiarkan nya "


ejek Briana


🍁🍁


Mereka telah sampai dirumah Maxim.


Keana sudah menunggu mereka dari tadi.


Tetapi saat mereka masuk ke dalam, ada seorang wanita yang menerobos masuk kerumah tersebut.


" Laura " ucap Briana


" Kau benar benar wanita murahan, kau tak malu sudah di buang Maxim tapi kau masih terus menggodanya " maki Laura pada Briana


Melihat Disana ada anak kecil, Briana dengan gak peduli dia mengajak Keana masuk kerumah. Karena itu tak baik bagi Psikologis Keana.


" Kau urusi perempuan gila ini, " Bentak Briana pada Maxim.


" Kalau kau tak bisa mengatasinya jangan harap kau bisa masuk ke dalam rumah " ancam Briana lagi


" Shiiiiiiiitttt bisa gagal rencana ku nanti malam" Umpat Maxim


Maxim lalu menyuruh semua penjaga untuk mengusir Laura. Dia tak ingin menghancurkan rencana yang sudah disusunnya.


" Kau keterlaluan Max" , Laura masih berteriak teriak dengan kerasnya.


Briana masih marah marah dengan Maxim. Dia menyuruh seluruh Pelayan dirumah Maxim agar tak satupun membukakan pintu untuk Maxim.


" Kalau ada yang berani melanggar, kalian akan tamat " ancam Briana dengan kesal.


Melihat Nyonya rumah ini begitu menakutkan, para pegawai Maxim pun tak ada yang berani membantah.


" Good job mom..." kata Keana


" Kenapa ?" tanya Briana


" Biar Daddy tahu rasa, jangan suka main perempuan " kata Keana.


" Kali ini dia akan menyesal sudah banyak menipu wanita " umpat Briana


Briana dan Keana melakukan Toss bersama tanda misi mereka Berhasil.


🍁🍁🍁