Princess Connect

Princess Connect
Delapan Puluh Sembilan



"Urus anak dari Lukman Hakim, selebihnya biar papa yang mengatasi" Tomi memerintahkan satu satunya menantu laki lakinya.


"Apa yang akan papa lakukan ?" Maxim masih bertanya tanya bagaiman rencana Mertuannya.


"Bersiap siaplah untuk memiliki Perusahaan baru Max, Siapkan dirimu menjadi Presdir" Janji Tomi menyeringai dengan senyumnya.


Maxim memang sudah mengantongi letak persembunyian Laura setelah gerak geriknya diawasi oleh orang orang Maxim.


Kini Maxim permisi untuk menjalankan rencana awalnya. Dirinya tak akan gagal sedikitpun karena sudah direncanakan dengan matang.


Dengan dibantu Oleh Sepupu Briana, Hendry dan Assistennya Bram, Maxim kini menuju ke lokasi dimana Laura Bersembunyi.


Sedangkan Papa Briana dengan ditemani orang orang kepercayaannya, Beliau akan mengumpulkan para pemegang saham di perusahaan Papa Laura.


*Sedikit informasi mengenai Perusahaan papa Laura*


Papa Laura bernama Lukman Halim, Beliau adalah pengusaha di bidang perkapalan. Yakni Kapal penumpang dan kapal angkut barang.


Perusahaan bernama The Great of Ocean, Karena pembangun proyek Maxim inilah salah satu hambatan terbesar Lukman untuk perusahaannya.


Proyek Reklamasi milik Maxim secara tidak langsung akan menghancurkan bisnis kapalnya, karena salah satu rutenya yakni melewati teluk Sunda.


Tomi sudah menyelidiki sepak terjang Lukman dkk. Setelah Mengetahui dari laporan orang kepercayaannya, Tomi mengeluarkan seluruh amarahnya.


Wajahnya memerah padam, dan tangannya mengepal. Bagaimana tidak Anak anaknya telah diusik oleh Lukman Halim.


Bukan hal sulit bagi Tomi Sandjaya untuk mengumpulkan para pemegang saham dari The Great off Ocean.


Kini Beliau sedang melakukan kesepakan secara rahasia bersama mereka. Bila saham mereka digabungkan, Lukman akan kalah jumlah. Apalagi santer terdengar bahwa Lukman juga telah mengelapkan Laporan pajak perusahaan.


Hal tersebut akan menjadi senjata Utama untuk menjebloskan Lukman ke dalam penjara.


Untung saja, Anak buah Tomi kini sedang menyelidiki Masalah tersebut dengan bantuan Dirjen Pajak dan Badan Audit Keuangan Negara.


Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menggulingkan Lukman.


"Rapat saya hentikan untuk sementara, bila ada pertanyaan silahkan saudara saudara yang terhormat dapat menemui saya atau melalui Adam orang kepercayaan saya" Ucap Tomi menutup rapat terbatasnya.


Semua hadirin merasa puas atas rencana Tomi, mau bagaimana lagi selama beberapa periode ini The Great of Ocean mengalami penurunan pendapatan. Bukan hanya disebabkan oleh Proyek Maxim, melainkan minimnya tingkat pemesanan.


Mereka memutuskan akan bekerja sama dengan Dua Benua Grup yakni Perusahaan milik Maxim bila sewaktu-waktu The Great of Ocean mengalami kebangkrutan.


🍁🍁


Maxim dan Anak Buahnya kini telah tiba di sebuah rumah Sederhana di Kabupaten Karawang.


Kabupaten Karawang memiliki akses yang mudah, Karawang memiliki Bandar Udara dan Dekat dengan Ibukota. Hal tersebut membuat Maxim mudah menjangkau Karawang.


"Aku tak menyangka bila wanita itu bisa meninggalkan hidup mewahnya dan tinggal disini" Umpat Handry saat semobil bersama Maxim dan para orang orangnya.


"Untuk bersembunyi lah, apalagi ?" Sindir Bram. Bram kali ini menurunkan Egonya bersama Hendry karena ingin membantu keluarga Bosnya.


Bram masih tak terima bila Hendry akan mendekati kekasihnya Clara. Karena Hendry juga dikenal sebagai Lelaki Cassanova.


"Kak akan kau apakan wanita itu nantinya ?" Hendry memberi pertanyaan kepada Maxim dilihatnya Maxim sedang serius dengan pikirannya.


"NYAWA HARUS DIGANTI NYAWA" Umpat Maxim dengan nada tinggi.


Hendry tak heran bila Maxim begitu bergairah untuk menghabisi keluarga Halim, karena sudah membunuh kedua calon keponakannya.


"I stand by you" Hendry menepuk pundak Kakak iparnya dengan memberi semangat.


Rombongan mereka akan menerobos masuk ke dalam rumah sederhana yang telah dijaga ketat oleh para pengawal dari papa Laura.


Meski jumlah pengawal Laura banyak, tetapi Kelompok Maxim tak mengalami kesulitan dalam menerobos masuk.


Dengan napsu membunuh yang tinggi mereka bertiga dan anak buahnya tanpa dikomando membereskan segerombolan penjaga didepan rumah Laura tersebut.


Sebagai jaga jaga, Hendry juga sudah menghubungi Polisi agar menangkap Laura sebagai otak Kejahatan terhadap Kakak sepupunya.


Kalau Maxim sendiri, meski dirinya tidak memiliki latar belakang Mafia namun untuk urusan berkelahi mah ayo saja. Dia sudah sangat terlatih dalam urusan Berkelahi.


Kini mereka telah merangsak masuk ke dalam rumah tersebut. Sedangkan untuk pengawal Laura diluar telah diatasi oleh anak buah Maxim. Karena target utama mereka adalah Laura.


🍁🍁


Mendengar keributan diluar rumahnya, Laura buru buru kabur ke tempat yang lebih aman. Rumah tersebut memang terkesan sederhana. Namun siapa sangka bila rumah tersebut didesign dengan sangat epik. Rumah tersebut memiliki ruangan bawah tanah yang tersembunyi. Untuk sewaktu waktu terjadi apa apa pada pemiliknya.


Rombongan Maxim mengobak abrik seluruh isi rumah tersebut. Namun tak menemukan jejak Laura.


Hendry sangat yakin bahwa Laura masih berada disini. Dengan sangat emosi Maxim menghentakan kakinya dengan sangat kesal.


Terdengar suara aneh oleh bunyi yang ditimbulkan dari hentakan kakinya. Bunyi gaung pantulan Maxim mendengar samar samar.


"Ruang bawah tanah, cari di seluruh sudut rumah ini akses ke bawah tanah tanpa terlewat se milipun" Perintah Maxim dengan geramnya pada Para pengawalnya.


Para anak buah Maxim dan juga anak buah Hendry mulai menyisir rumah tersebut tanpa terlewat se mili pun.


Bram melihat sebuah karpet di depan ruang keluarga, Dia mencurigai karpet tersebut karena posisinya yang bergeser seperti sedang dipindah. Kemudian Bram mengungkapnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah pintu rahasia.


Bram pun memberitahukan pada yang lainya mengenai pintu tersebut. Dengan wajah yang sumringah, Maxim berada di barisan depan.


Tetapi Hendry melarangnya, bagaimanapun Laura adalah wanita licik. Keseluruhan Maxim adalah yang utama. Kini Dia dan anak buahnya yang akan membuka pintu tersebut dan menunjukan jalan memasuki ruang bawah tanah tersebut.


Ruangan tersebut begitu pengap, karena mungkin tak pernah dijangkau dalam waktu dekat ini.


"Doooorrr..." suara tembakan menggema di ruangan tersebut. Untung saja Kelompok Maxim bisa menghindari beberapa tembakan dari penjuru sebelah barat.


Kini kelompok mereka dipecah untuk memudahkan mengecoh sekaligus menangkap Laura dengan ide dari Bram.


Kedua belah kelompok mereka telah dipersenjatai lengkap untuk melindungi diri.


Terjadi baku tembak dalam ruangan tersebut.


Beberapa dari pengawal Laura banyak yang terluka akibat tembakan dari anak buah Maxim dan Hendry. Untuk anak buah mereka berdua juga ada yang terluka meski hanya luka kecil.


Karena merasa terdesak, Laura pun keluar dengan sebuah Sandra yakni anak buah Maxim.


"Hentikan semua ini, kalau tidak nyawa pria ini akan aku habisi" Ancam Laura.


Maxim melongo melihat tindakan Laura. Hendry menganggukan kepalanya tanda setuju pada Laura.


Mendapati Kode Hendry, membuat Laura diatas anggin. Dia lalu menawarkan penawaran akan melepaskan sandranya bila dia dibolehkan kabur.


Terlihat Maxim memikirkan usul Laura, Laura sangat yakin bahwa Maxim orangnya tak mungkin tega membiarkan dirinya disakiti.


"Baiklah" Maxim membuka mulutnya mengatakan hal tersebut.


Senyum tersungging disudut Laura dengan Licik. Hal tersebut membuatnya lega dan berjalan bersama sandranya ke arah pintu keluar.


Namun tiba tiba terdengar bunyi tembakan dari arah Maxim. Pria tersebut mengeluarkan pistolnya dan menembak Sandra Laura, yakni anak buahnya.


Hal tersebut tak disia siakan oleh Hendry yang saat itu berada di dekat posisi Laura.


Dengan sigap, Hendry dan anak buahnya mengamankan Laura. Seluruh pengawal Laura tak berkutik melihat bos mereka kini berada di tangan musuh.


Maxim rela menembak anak buahnya hanya untuk menangkap Laura.


Apakah tindakan Maxim ini benar ?


Tunggu Kelanjutan Episode Selanjutnya


🌼🌼🌼



"Are you in trouble Dad ?" Keana Says