
" Kau akan kemana Bi ?" tanya Maxim pada Briana
" Aku akan menemui seseorang, Ini menyangkut hidupku " jawab Briana dengan kata kata serius.
" Apa aku tak menyangkut hidupmu?" sindir Maxim tiba tiba
" Berhentilah bercanda sayang" Jelas Briana
Maxim mengajak Briana masuk ke mobil yang sudah disiapkan untuk mereka oleh orang Maxim.
Maxim lalu membuka pintu mobil untuk Istrinya.
" And flower again ! " lirih Briana
" Why ? you don't like this ?" tanya Maxim
" Sayang aku lapar, aku lebih suka memakan makanan dari pada bunga dan juga ini sudah waktunya makan siang " jelas Briana dengan kesalnya.
" Aku kira kau tak menyukainya sayang " sindir Maxim.
" Aku bukan kuntilanak yang makan bunga Max" gerutu Briana
" Max, aku lapar !" rengek Briana
" Baiklah, kita akan mampir ke sebuah restoran nanti " Bujuk Maxim
" Aku sudah tak bisa menahannya " imbuh Briana dengan manja.
" Bi, kau membuatku gemas kau mirip sekali dengan anakmu kalau sedang merayuku " ejek Maxim
" Whatever" sahut Briana dengan kesal
Maxim memeluknya , dan menyuruh driver segera menjalankan mobilnya karena istrinya sedang lapar.
Maxim tahu kalau Briana sedang marah bisa panjang urusannya nanti malam. Apalagi singa betina itu sedang lapar 😁😁
Latitude Wimbledon And Bar adalah restoran Yang menyediakan menu daging panggang khas Meksiko. Ini cocok untuk Brunch ataupun makan malam
Karena Briana berdarah latin dari kakeknya maka Briana bisa menikmatinya.
( Daddy benar benar menyiapkan semuanya )
Briana makan dengan lahapnya. Apalagi masakan khas Meksiko di dominasi dengan rasa pedas , itu membuat Maxim khawatir dengan kesehatan istrinya.
" Bi ? apa kau sedang anti diet ?" tanya Maxim tiba tiba
Mendengar pertanyaan suaminya membuat Briana malu dibuatnya.
Apa dirinya terlalu rakus dalam memakan makanannya.
" Apa aku berlebihan Max ?" tanya Briana
" Bukan begitu sayang, ini tak seperti biasanya. Biasanya kau selalu menjaga makanamu" bujuk Maxim tak ingin Briana tersinggung dibuatnya.
" Aku sangat lapar " Sahut Briana dengan muka polosnya.
Maxim tak kuasa melihatnya , Dia lalu mencubit hidung istrinya.
" Auuuhhhhh sakit Max" proses Briana
" Kau imut sekali sayang " puji Maxim
" Tapi itu menyakitiku" rengek Briana
" Manja sekali Briana tumben " batin Maxim
" Setelah ini kita akan cari hotel untuk kita menginap " ajak Maxim
Briana mengangguk mengiyakan suaminya sambil tak melepaskan makanan di depannya.
Maxim sampai geleng geleng kepalanya melihat tingkah istrinya.
🍁🍁
Briana sudah membuat janji bertemu seseorang untuk makan bersama.
Briana memesan sebuah hotel di kawasan Manchester.
The Lowry Hotel menyediakan akomodasi pemenang penghargaan di tepi Sungai Irwell yang mendominasi cakrawala dengan bagian depan bangunan dari kaca berbentuk melengkung. Hotel ini menawarkan kamar-kamar dengan pemandangan memukau, restoran tepi sungai, spa, dan WiFi gratis.
Kamar-kamar yang besar di The Lowry Hotel didekorasi dengan perabotan modern yang sesuai dengan arsitekturnya. Setiap kamar juga menyediakan bilik lemari besar, TV satelit, dan iPod dock. Kamar mandinya yang elegan menawarkan bak mandi marmer, pancuran besar, dan jubah mandi gratis.
Kita dapat bersantap di River Bar & Grill, yang menyajikan hidangan panggang dengan menu daging sapi, ayam, ikan, dan kerang. Hotel ini memiliki teras besar yang melingkari sisi bangunan Chapel Wharf, dan menawarkan pemandangan kota yang indah.
Spa hotel ini menggunakan Elemis and QMS Medicosmetics Skincare Collection. Terdapat lima ruang perawatan, ruang pasangan, ruang relaksasi, sauna, gym dengan peralatan Techno, salon rambut, dan area manicure/pedicure khusus.
Katedral Manchester dan The People's History Museum dapat dicapai dengan 5 menit jalan kaki dari hotel ini. Tersedia juga parkir pribadi (dengan biaya tambahan).
🌟 source : booking.com
" Kau sudah merencanakan ini sebelumnya sayang ?" puji Maxim pada Istrinya
" Aku ada janji makan malam di restoran hotel ini Max " jawab Briana
" Apa kau mengajak suamimu ini ?" bujuk Maxim
" Kalau kau mau kau bisa hadir" jawab Briana
Maxim heran , tumben sekali istrinya akan memperbolehkan nya mengikuti. Apalagi dia akan bertemu dengan lelaki.
" Apa kau tak takut aku akan cemburu padamu sayang ?" goda Maxim memainkan jari jarinya di pipi Briana .
" Untuk apa ? Kau mau cemburu atau tidak tak ada urusannya denganku " jawab Briana dengan ketusnya.
" Kau lupa aku suami yang pencemburu?" Maxim menggodanya lagi
" Kau kan sudah mendapatkan apa yang kau mau sayang" sindir Briana dengan penuh penekanan.
" Jangan membangkitkan api di tubuhku sayang " bisik Maxim di telinga istrinya.
" Kau suami sial*n Max " Briana menggodanya balik
Siang itu mereka habiskan dengan penuh Kepuasan , Meski hanya saling cumb* saja itu sudah membuat diri mereka merasakan kenikmatan masing masing.
Hingga menjelang makan malam tiba mereka belum juga bersiap siap.
" Ayo kita akan terlambat , kau bersiaplah" perintah Briana.
" Kita lanjutkan nanti malam " bujuk Maxim
" Aku percaya padamu, tak perlu kau janjiakan pun kau akan mencurinya dariku " ejek Briana mulai bersiap siap mengenakan pakaiannya setelah mandi bersama.
" Kau selalu tahu seleraku sayang " goda Maxim mencium lembut belakang telinga istrinya
" Aku peringatkan nanti kau jangan macam macam dengan tamuku sayang " Ancam Briana pada suaminya
" Kalau dia menggoda istriku, aku akan menghancurkannya" Goda Maxim
" Berarti nanti malam tak ada jatah untukmu " ancam Briana
" Istriku ...." kata Maxim merajuk
" Makanya hilangkan dulu sifat burukmu itu sayang " nasehat Briana
" Aku akan menurut seperti Keana anak kita " janji Maxim padanya.
🍁🍁🍁
On proses