
"**Apa itu kebebasan (freedom)? Yang jelas kebebasan tidak akan didapat dengan terus berlari. Seseorang harus mau menghadapi masalahnya secara terang-terangan."
Dominic Toretto - Fast Five*
πΌπΌπΌ*
"Aku mencintaimu juga sayang,," Bersamaan dengan ungkapan rasa sayangnya itu, Maxim juga melepaskan nikmat surgawi nya pada istrinya.
Akhirnya dia bisa memenangkan hari Briana kembali meski harus bersusah payah untuk menyiapkan semua kejutan kejutan manis untuk istri tercintanya.
"Setelah ini masih ada surprise lagi sayang ?" Seru Maxim ketika Briana selesai memakai bajunya setelah mandi panas yang telah mereka lakukan tadi.
"Masih ada kado lagi Max ?" Tanya Briana kegirangan, dia memikirkan bahwa suaminya akan menghujaninya dengan barang barang mewah.
"Sure, Penasaran kan ?" Goda Maxim lalu mengeluarkan handphone dari saku bajunya.
"Max, kau akan bekerja kembali ?" Protes Briana ketika melihat suaminya menatap Handphonenya kembali. Dia hampir kesal setelah kemarin Maxim memilih menduakannya dari pekerjaan.
Maxim tak mendengar ucapan ucapan dari Briana, dia sibuk memencet screen di handphonenya, kemudian mengarahkannya ke wajah istrinya.
"Morning Mommmmm,,,," Sapa Keana lewat Video Call.
"My Daughter Keana !!! Mommy missing you like crazy for now !" Balas Briana secepat kilat menyambar Handphone dari tangan Maxim.
Karena perbedaan waktu antara Zurich dan Jakarta hanya 5 jam saja, Jadi saat ini di Zurich pukul 10.23 waktu Zurich setempat. Sedangkan di Indonesia khususnya di Jakarta pukul 05.23 WIB.
"Keana really Miss u all Mom and Dad !" Jawab Keana kemudian. Maxim tak mau kalah dia ikut nimbrung diantara percakapan ibu dan anak tersebut.
"Keana harus menuruti perkataan Opa dan Oma ya ..." Pinta Maxim disebelah Briana.
"Yes Dad, Keana akan menuruti kata Opa dan Oma agar Keana segera mendapat adik kembali !" Jawab Gadis kecil tersebut berapi api.
"Oh No, whos say like that Keana ?" Sindir Mommynya dengan muka masamnya.
"Daddy !" Jawab Gadis kecil tersebut dengan polosnya tanpa rasa bersalahnya.
"Sayang, jangan berkata yang bukan bukan pada Keana !" Tegur Briana dengan melotot ke arah Maxim suaminya.
Kesempatan tersebut tak disia sia Maxim untuk ngecup bibir Briana mesra.
"Dad, aku juga belum dicium !" Protes Keana melihat kedua orang tuanya bermesraan.
"Muacchhhh..." Maxim memonyongkan bibirnya kearah layar handphone ditangan Briana. Meski hanya begitu, Keana sudah puas walau tak bertemu dengan kedua orang tuanya.
Selesai bertelepon dengan Anak perempuannya, mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menyelusuri tempat tempat indah di Zurich Swiss, Sekaligus mampir ke rumah keluarga Briana di sana.
ππ
Siapa lagi fotografer kelilingnya kalau bukan Daddy sendiri.
Meski Maxim tak memiliki bakat fotografi, tapi hasilnya sudah lebih dari cukup bagi Briana. Dia tak ingin mengecewakan hasil kerja suaminya.
"Ini mau di share di akun medsos mu sayang ?" Tanya Maxim.
"Kalau kau mengijinkannya, kalau gak juga gak perlu Max!" Jawab Briana hati hati takut menyinggung perasaan Maxim. Bagaimanapun dia harus memiliki ijin untuk mempublikasikan fotonya.
"Jangan sekarang ya, nanti nitizen akan kepo dengan hubungan kita kau kan mantan artis ,,," Ejek Maxim mencubit Hidung Briana karena Gemas.
"Aku menjadi mantan arti juga karena dirimu !" Protes Briana tak mau kalah.
"Kau sudah jadi artis tetap dihatiku Bi!" Puji Maxim memeluk istrinya.
"Setelah ini kita akan kemana Sayang ?" Tanya Briana ingin tahu rencana Maxim.
Switzerland atau Swiss merupakan sebuah kota kecil yang berada di Eropa Barat. Ibukota dari negara ini adalah Bern.
Meskipun begitu, Zurich menjadi kota terbesar yang ada di Swiss. Swiss memang dianugerahi pemandangan alam yang luar biasa indah karena lokasinya yang berada di wilayah kaki pegunungan Alpen. Tak hanya pemandangan alamnya yang indah, Swiss juga menjadi salah satu negara di Eropa yang memiliki sejarah yang panjang serta jejak-jejak peradaban yang masih bisa ditemukan di Zurich
"Terserah padamu, kau kan orang Swiss ,," Sahut Maxim membiarkan Briana mengenang masa kecilnya.
"Appenzell !!" Seru Briana.
"Sesuai titah anda Yang Mulia Ratu ..." Puji Maxim sambil membungkuk badannya untuk menggoda istrinya.
Mereka lalu menuju ke daerah Appenzell.
Appenzell sendiri adalah suatu Desa yang ada di kaki gunung Alpstein juga menjadi salah satu desa terindah di Swiss sekaligus desa terdekat dari kota Zurich. Yang unik dari desa ini adalah, kita akan menemukan rumah-rumah penduduk yang di cat warna-warni.
Selain rumah, kita juga akan menemukan kafe, restoran, toko kerajinan yang juga menjual aneka oleh-oleh, sampai tempat untuk membuat keju dan coklat secara tradisional. Terakhir, kita bisa belajar semua hal tentang desa indah ini dari museum Appenzell, mulai dari sejarah awal desa, lukisan, sampai kerajinan tangan.
ππ
"Am so happy to here Max !" Seru Briana menggandeng tangan suaminya.
Lihat saja, betapa senangnya Mommy, terlihat dari ekspresi di wajahnya. Gimana Maxim gak kesemsem kalau terus terusan gini.
Namanya juga Honey Moon, Pasti diisi hal romantis kan readers ?
Maxim benar benar memanfaatkan momentum ini untuk saling mengisi quality time dengan istrinya.
Pasalnya selama di tanah air, hal hal semacam ini akan jarang mereka temui karena kesibukan dari mereka berdua.
Apalagi Maxim harus mengurusi berbagai macam bisnisnya. Dan Briana sendiripun tak segan segan menghabiskan waktunya demi bisnisnya juga.
Semua memang sudah direncanakan baik Maxim ataupun Briana.
Termasuk memprogramkan agar Briana bisa segera memiliki momongan kembali.
πΌπΌπΌ