Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Tiga



Tidak ada orang yang dapat menyakitimu, kecuali mereka yang benar2 kau peduli, atau mereka yang tidak benar-benar peduli padamu.


🌼🌼🌼


" Apa aku terlihat kurang kaya untukmu ?" Bentak Maxim diikuti Mencumb* Briana di mobilnya


" Kau benar benar arogan tuan " rancau Briana


sambil Membuka kancing kemeja Maxim


" Bi, kau yang meminta ini ya " kata Maxim


Mereka berdua hanyut dalam gelora asmara.


Entah karena Briana tak sadar atau memang Maxim juga menginginkannya.


Tali Dress hitam Briana sudah di bawah pundaknya.


Maxim sudah tak tahan ingin menikmati seluruh Tubuh wanita disampingnya.


Kini Posisi Briana sudah diatasnya .


" Apa kau akan melanjutkan disini?" tanya Maxim


" Kau pria mesum, aku tahu ini maumu" kata Briana


" Baiklah kalau kau menginginkan nya " kata Maxim tak malu malu lagi.


Maxim melihat Mobil Bram sudah meninggalkan parkiran Club' malam tersebut.


Maxim juga tak ingin kegiatannya kali ini akan menjadi kontroversi besok.


Segera saja dia tersadar akan nafsunya dan membaringkan tubuh Briana di kursi sebelahnya.


Dia dengan cepat menjalankan mobilnya agar sampai dirumah dengan cepat.


" Aku akan menunggu hingga tiba dirumah sayang" rayu Maxim


Briana meliriknya dengan kesal Pria disebelahnya.


" jangan melihatku seperti itu sayang, aku tak mungkin melakukannya disini aku menghormatimu" kata Maxim dengan kesal karena tak bisa menahan hasratnya.


" Tuan, anda terlihat kaya " celoteh Briana


" Jadi karena aku kaya, maukah kau menikah denganku ?" tanya Maxim


" aku tak tertarik dengan pernikahan, aku pernah gagal sebelum aku menikah" jawab Briana dengan spontan.


Maxim merasa bersalah dengan kata kata Briana barusan. Dia lalu menggenggam tangan Briana dengan erat dan meyakinkannya.


" Ini tak akan gagal lagi, aku janji" Kata Maxim


" Aku tak ingin menikah" balas Briana


" Baiklah, terserah apa mau mu, yang jelas malam ini aku mau kau sayang " Goda Maxim


" Benarkah, aku sudah tak tahan " Bisik Briana menggoda


" Sayang, aku sedang mengemudi apa perlu kita ke hotel terdekat ?" tanya Maxim


" Sungguh ironi" ejek Briana


🍁🍁


Mereka telah sampai di Kediaman Lautner. Maxim menutupi tubuh Briana dengan Jas nya karena dress Briana sudah tak Karu karuan, lalu Maxim mengangkat tubuh Briana untuk dibawa masuk ke dalam.


Dia juga berpesan tak ada seorang pun yang boleh menganggu nya termasuk juga Putrinya.



Daddy Maxim membawa Briana ke kamarnya.


" aku pastikan besok kau tak akan bisa keluar dari sini " Ancam Maxim


Maxim menurunkan tubuh Briana di Ranjangnya. Karena Briana sudah mab*k berat dia tak sadar telah berada dimana.


Pakaian mereka sudah berserakan di lantai. Mereka berdua sedang memadu kasih. Maxim benar benar sudah tak tahan dengan godaan wanita disampingnya.


" Kali ini kau yang minta ya Bi" rancau Maxim


" Aku tak akan melepaskan mu dasar Brengs*k " maki Briana


Mendengar makian Briana tak membuat Maxim marah, justru semangatnya kian membara untuk melampiaskan hasratnya.


Sudah lama mereka bergumul berdua, entah sudah berapa kali mereka melakukannya.


Hingga mereka lelah dan terlelap dengan sendirinya.


🍁🍁


Hingga Pagi hari Briana terbangun dan menyadari ini bukan kamarnya, juga bukan kamar Clara , juga Bukan kamar hotel.


Apalagi dia melihat seorang pria masih tertidur disampingnya.


" *********" Umpat Briana


Dia merasakan seluruh tubuhnya sangat nyeri.


Dia lalu mencoba bangun,


" Lelaki brengs*k " umpatnya


" Sayang apa itu ucapan selamat pagi untukk" Goda Maxim


" Kau keterlaluan Max, kau sudah memperk*saku " Teriak Briana


" what ???? memperk*sa ?" tanya Maxim heran


" Kau melakukannya saat aku tak sadar " maki Briana


" Kau sendiri yang menginginkannya" jelas Maxim


" Aku tak percaya, kau lelaki yang mudah tidur dengan siapa saja" ejek Briana akan bangun.


" aku tak pernah melakukannya dengan sembarang wanita " sindir Maxim


" Bulshitt" ejek Briana


" Mommy ..." teriak Keana dari luar kamar


Briana buru buru bangun dan memunguti baju yang berserakan.


Maxim menelpon Pengasuh Keana supaya dia meng handle putrinya agar tak menganggu dirinya.


" Kau mau kemana ?" tanya Maxim


" Pulang" jawab Briana cuek


" Aku tak akan mengijinkan mu keluar kamar setelah apa yang sudah kau dan Clara lakukan tadi malam" ancam Maxim


Dia ingat tadi malam dia clubing bersama Clara,


" lalu bagaimana nasib Clara " pikir Briana


" Anakmu mencariku " elak Briana


" Aku juga mencarimu " kata Maxim mendekati Briana lagi.


Briana mundur menghindari Maxim ke belakang.


" Atau kau ingin melakukannya di kamar mandi seperti dulu ?" ejek Maxim


" Kau gila " bentak Briana.


" Iya aku memang gila" sahut Maxim mengangkat tubuh wanita itu ke kamar mandi.


" Max, lepaskan aku ... Max " pinta Briana



Mereka melakukannya lagi di kamar mandi.


" Kau benar benar keterlaluan Max, aku akan melaporkan mu " ancam Briana


" Lakukan saja, laporanmu akan lelucon polisi" ejek Maxim


" aku bisa menuntutmu" ancam Briana lagi


" Polisi mana yang akan memenjarakan ku ?" goda Maxim


Briana melihat sekeliling kamar mandi Maxim.


Dulu dialah yang mendesign interior rumah ini. Rumah yang akan mereka tempati berdua.


Dan rumah ini belum berubah sedikitpun dari awal dibangun hingga Briana gagal menikah dengan Maxim.


" Kau masih menggingatnya ?" tanya Maxim menyadari isi hati Briana


" Sudah berapa wanita yang kau ajak kemari?" tanya Briana sambil membersihkan badannya.


" Bi, apa kau tak percaya padaku? bahkan Krystal pun aku tak pernah melakukannya" jelas Maxim


" Kau juga kemarin malam bersama Laura " sindir Briana


" Kau cemburu sayang ?" tanya Maxim mencium punggung Briana


" Untuk apa aku cemburu?" kilah Briana


" percayalah padaku " kata Maxim meyakinkan Briana


Briana bangun , lalu mengambil handuknya betapa terkejutnya melihat kaca di samping handuknya.


Tubuhnya merah merah penuh dengan kissmark mereka tadi malam dan barusan.


" Max.... aku akan membunuhmu " umpat Briana


" Kau suka dear?" tanya Maxim menggodanya dengan senyum liciknya


" Hari ini aku ada pemotretan untuk poster Martin" maki Briana


" aku tak tahu kalau efek semalam begitu hebat " ejek Maxim


" Kenapa juga aku harus minum hingga mab*k kalau hasilnya begini " kata Briana


" Aku akan bertanggung jawab" bujuk Maxim


Briana marah marah tak jelas meninggal Maxim yang masih di kamar mandi.


" lalu aku harus memakai apa?" batinya bingung sendiri.


Maxim memberikan kaosnya agar dipakai Briana. Lumayan lah kaos itu cukup besar hingga bisa menutupi tanda cinta mereka semalam


Lalu Maxim mengajaknya keluar untuk sarapan.


" Mom, kenapa mommy tidur sama Daddy " rengek Keana


" setelah menghadapi monster tadi, aku harus menghadapi monster kecil ini lagi " umpat Briana dalam hati


" Mommy sedang flu, nanti kalau tidur dengan Keana , mommy takut kau tertular flu sayang " jelas Briana


" Dad, kau curang " gerutu Keana


" Daddy menang banyak " Kata Maxim memuji dirinya sendiri


🍁🍁🍁



Tenang ya Keana , ada Aunty Author disini dan readers tersayang yang selalu bersamamu 😘😘


Daddy mah gitu 😝😝


Selalu lupa kalau sudah urusan itu