Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Dua



Briana dan Clara pergi Berbelanja bersama.


Bram mengikuti mobil mereka dari belakang.


" Dia mencoba mendekatimu lagi Bi" Sindir Clara


" Martin?" tanya Briana


" Bukan, Maxim " kata Clara


" Aku tak peduli" jawab Briana


" Apa kau akan menerimanya kembali?" tanya Clara


" Aku tak memikirkan hal tersebut, lagian aku sibuk dengan urusanku" jelas Briana


" Kelihatannya dia serius padamu Bi " puji Clara


" Kau pasti sudah di suap Maxim, aku ingat dulu kau mengumpatnya waktu kita putus " sindir Briana


" Itu dulu , buktinya dia setia menunggumu Bi" bujuk Clara.


" Kau pasti ingin mendekati Bram kan?" tanya Briana


" apa salahnya, kami sama sama single" ejek Clara


🌼🌼


Butik Dior Sency



Briana melihat Bram disekitar Mall tersebut, lalu mendekati nya


" Apa aku menggangu waktu kencan kalian ?" sindir Briana


" Saya masih bekerja" bisik Bram


" Kalian sedang mengobrol apa ?" sindiran Clara tiba tiba


" Kalian berdua janjian kencan disini?" ejek Briana


" Kebetulan saya ingin makan siang " kata Bram berbohong


" Ini bukan waktu makan siang Bram, akuilah kalian sedang berkencan " kata Briana tak mau kalah


" Benar , " kata Bram menggandeng Clara tiba tiba


" saya, sedang bekerja disuruh menemani kalian" bisik Bram di telingan Clara


" Bos mu posesif sekali " kata Clara


" Baiklah Tuan dan Nyonya, jangan jadikan aku Setan diantara kalian " gerutu Briana


🌸🌸


" Nona Briana Rodriguez " Sapa seorang wanita mendekatinya


Briana ingat, wanita ini adalah wanita yang berada di kantor Maxim waktu itu.


" Selamat Siang Nona Laura" sapa Bram ramah


"Laura " batin Briana


" Kau masih selalu tak terima sudah diputuskan Max " ejek Laura


" apa maksudmu?" tanya Briana dengan kesal


" Jadi sekarang kau mendekati Assisten Maxim" sindir Laura


" Kau salah nona, aku tak seperti itu" jelas Briana


" Jangan kau kira karena kau seorang Model kau bisa mendekatinya lagi" bentak Laura


" you' re look stupid dear " ejek Briana



" Kau tak tahu semalam dia menginap dimana ? dia mencariku di Apartemen ku" ejek Laura


" Ayo Bi, jangan di ladeni orang Gila ini " ajak Clara


" I don't care if you have standing time with him" Bentak Briana dengan kesalnya


" Hari ini moodku jelek sekali " Umpat Briana dalam hati


Bram mengajak mereka berdua keluar dari pada urusannya makin panjang.


" Berhenti aku akan pulang sendiri " kata Briana


" kau masih marah gara gara wanita gila tadi ?" tanya Clara


" Marah kenapa? aku akan pulang sendiri karena akan Menjemput Keana" jelas Briana


" Bu, aku antar ya ?" bujuk Bram


" Aku bukan bos mu Bram " goda Briana sambil tertawa


" Aku yakin kau tak akan dibiarkan masuk kemarnya lagi Bos " batin Bram


🍁🍁


Briana sudah menjemput Keana di sekolah.


" mom, kita akan makan apa ?" tanya Keana


" Kita makan dirumah saja ya sayang, Oma sudah memasak untuk kita " bujuk Briana yang sedang kesal


" Tapi Keana ingin ayam goreng mom" pinta Keana


" Kita bisa Take away sayang " bujuk Briana


" Mommy sakit ?" tanya Keana


" Tidak, mommy baik baik saja" jawab Briana


" Baiklah ayo pulang mom" ajak Keana


🍁🍁



Melihat anaknya makan dengan lahap, Rasa kesal Briana terhadap wanita tadi berangsur angsur hilang.


Canda tawa Keana membuat mood Briana kembali membaik.


" Ayo kita Pulang setelah ini " kata Briana


" Kita pulang kerumah Daddy ya mom?" ajak Keana


" Kalau Keana mau, mommy bisa mengantar Keana pulang kerumah Daddy mu" jawab Briana


" tetapi Mommy juga tinggal disana " bujuk Keana


" Mommy ingin menemui Opa" jelas Briana


" Mommy tak ingin menemui Daddy ?" bujuk Keana


"Next time " sahut briana


🍁🍁


Briana sudah mengantar Keana pulang kerumahnya. Di sana dia sudah disambut Pengasuhnya. Lalu Briana Pulang kerumahnya sendiri


Sedangkan Maxim baru saja selesai meeting, Bram baru memberi tahu masalah tadi siang di Senayan City.


" Kenapa kau membiarkannya Bram?" kata Maxim


" Wanita itu tiba tiba saja datang, Untung saja Bu Briana tak Mengeluarkan emosinya " Puji Bram


" Itu bukan untung Bram, dia pasti tak ingin menemui ku " Umpat Maxim


" Itu salahmu sendiri Bos, kenapa mencari wanita itu" sindir Bram..


" Siapa yang mencarinya Bram, jadi kau juga percaya pada wanita itu" bentak Maxim


" Bos, jelaskan saja padanya kau tak lihat tadi dia kesal sekali " bujuk Bram


" Malam ini aku terancam Bram " kata Maxim


" Kasian " ejek Bram


" Kau ..." Kata Maxim menendang pelan kaki Bram.


Maxim mencoba menghubungi Briana, tapi tak dibalasnya .


" Mungkin sudah tidur, tadi Bu Briana menjemput nona kecil" kata Bram


" Dia tak bersama Putriku, aku baru saja menelpon Keana dia dirumah bersama pengasuhnya " kata Maxim


Bram lalu mencoba menghubungi Clara.


" Nona, apa anda bersama bu Briana ?" tanya Bram.


Bram mendengar suara riuh di telpon.


" Iya , kami bersama " kata Clara dengan teriak karena suasana sangat berisik.



Clara mengirimkan foto dirinya dengan Briana.



Clara menuliskan " Double Trouble πŸ‘―"


Bram membaca pesan Clara dengan amarah .


" Bos lihatlah kelakuan kedua wanita ini !" kata Bram


" Kau lihat kan, betapa mengerikannya wanita" kata Maxim dengan emosi


" ayo Bos " ajak Bram


" Aku akan menyeretnya Pulang " ancam Maxim


Maxim dan Bram pergi club' malam tempat ke dua wanita itu dugem.


" Kalau aku mendapatkannya, aku akan mengunci pintu kamarnya " Umpat Maxim frustasi


" huuuufhh" Bram mendengus kesal


🍁🍁


Kedua lelaki tersebut tiba di Club malam tersebut.


Mata kedua lelaki tersebut memutar mencari kedua wanita itu.


Dan ketemu, mereka berdua sudah hampir tak sadarkan diri.


Dengan geram Maxim menyeret Briana keluar Club' itu. Begitupun Bram melakuan hal yang sama pada Clara.


" Apa yang kau lakukan Tuan ?" tanya Briana dengan kesal..


" Kita Pulang " umpat Maxim kesal


" Kau merusak pesta kami " ejek Briana


" Besok jangan harap kau bisa melihat sinar matahari lagi " ancam Maxim


" Aku bahkan belum mab*k" rancau Briana tak sadar


Maxim menyeret Briana masuk kemobilnya .


" Tuan kau jangan kasar ya ?" bentak Briana


" Kau lihat aku siapa ?" bentak Maxim


Briana menggeleng kepalanya. Dia sudah mab*k berat.


" Aku tak suka pria kasar, aku suka pria kaya " umpat Briana..


" Apa aku kurang kaya ?" Kata Maxim lalu Melum*t Bibir Briana


🍁🍁🍁