
Pagi ini Daddy sedang duduk sambil mengamati bursa saham di teras Kamarnya ditemani secangkir kopi.
Setelah mengantar kepergian istrinya bersama Bram, Maxim kini menikmati suasana pagi di teras Kamarnya.
Balkon kamar Maxim mengusung tema minimalis, meski tak terkesan mewah namun tetap merasa nyaman bila penghuninya berada disana.
Balkon tersebut berlantai kayu dengan cat abu abu muda. Ditambah dengan dua buah kursi terpisah dan tanaman hias yang cantik.
Pagi ini saham Maxim kembali turun 3 poin, hal tersebut membuatnya sedikit tak puas.
kini setelah menghabiskan kopinya, dia kemudian mengajak Keana untuk berangkat sekolah.
"Apa Mommy akan tak pulang dad ?" Pertanyaan tersebut terucap dari mulut mungil putrinya.
"Mommy akan pulang, dia tak lama" Maxim menjelaskan agar putrinya tak perlu khawatir.
"Ayo Dad, nanti Keana akan terlambat" Ajak putri kecilnya sambil menarik tangan Daddynya
Mereka berdua kini sudah berada dalam satu mobil untuk berangkat menjalani aktivitas mereka. Keana dengan sekolahnya, sedangkan Maxim berangkat bekerja.
Untunglah Briana menuruti kata katanya agar mau bersama Bram. Hati Maxim sedikit lega
bila ada Bram dan Adam yang menemani istrinya.
🍁🍁
Hari ini Briana akan menghadiri seminar tentang wanita di kota Surabaya. Kesempatan tersebut tak disia siakannya untuk mendekati Mr Vugo agar bisa membantu suaminya.
Entah mengapa di berencana membantu Maxim, padahal dari awal dia memang tak ingin mencampuri urusan bisnis suaminya.
Briana kini telah tiba di Sebuah Ballroom hotel terkenal di kota Surabaya yang terletak di Jl Tunjungan Genteng Surabaya.
Seminar tersebut bertajuk bahasa the power of woman Briana ditunjuk sebagai pembicara pada acara tersebut.
Seminar The Power of Women hadir dengan tujuan membantu perempuan membangun mindset positif dan mengenal diri sendiri, memberi gambaran dalam merumuskan impian, tujuan dan rencana hidup, menentukan prioritas hidup, serta membuat dan mengaplikasikan manajemen waktu yang efektif.
Karena dengan hal-hal tersebut bisa menjadikan seorang perempuan menjadi perempuan cerdas, berdaya, dan bahagia.
Briana telah siap memberikan kuliah umumnya. Sebagai Seorang perempuan dan juga telah sukses dalam karir maupun bisnis. Briana mengajak para perempuan lainnya agar lebih produktif lagi tanpa harus terus bergantung pada kaum Adam.
"Dewasa ini peran perempuan dalam pembangunan bangsa semakin diperlukan. Hampir di setiap bidang kehidupan, perempuan sudah dapat merambah dan menancapkan eksistensinya. Namun di lain pihak masih banyak perempuan yang bingung dengan hidupnya. Perempuan belum menyadari potensi dan peluang-peluang yang dimilikinya untuk berkontribusi dalam membangun peradaban" Kata Briana disela sela pernyataannya.
Semua hadirin begitu hikmad mendengarkan pernyataan Briana.
"Perempuan sebagai salah satu elemen masyarakat mempunyai peranan yang signifikan dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa," tutur Febi Mutia, S.T. alumni Teknik Pertambangan ITB selaku koordinator seminar. Latar belakang terselenggaranya seminar sendiri antara lain untuk memberi kesadaran bagi para perempuan agar selalu menggali potensi yang dimiliki sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Bu Febi adalah ketua LSM untuk perempuan, oleh karenanya beliau adalah narasumber favorit pada seminar kali ini.
🍁🍁
Dan Dewi fortunanya berpihak pada dirinya.
Dia melihat di deretan kursi hadirin, terdapat istri dari Mr Vugo. Mrs Hidako beliau adalah warga keturunan Jepang.
Briana segera mengejar Bu Hidako, Dia ingin berbincang sejenak dengan istri Mr Vugo tersebut.
"Selamat Siang, Bu Hidako" Sapa Briana mendekati Beliau.
"Bu Briana" Sapa balik Hidako.
"Senang bertemu dengan anda" Briana mulai berbasa basi.
"Aku dengar kau berhenti di dunia Modeling setelah menikah ?" Hidako mengajukan pertanyaan dengan mencecarnya.
"Saya harus lebih konsen ke keluarga saya bukan ?" Balas Briana tak ingin melepaskan mangsanya.
Kemudian Hidako mengajak Briana makan siang bersama di mall deerah Tunjungan Surabaya.
Bram dan Adam pun juga mengikuti Bos mereka. Kini tugas mereka beralih profesi menjadi bodyguard istri Maxim.
"Suamimu nampaknya posesif Nyonya" Singgung Hidako menyindir Briana.
"Memang berlebihan, apalagi saat tahu saya sedang mengandung" Dengan kesal Briana menceritakan masalahnya.
"Bersyukurlah bila suamimu sangat peduli padamu" Bujuk Hidako.
"Tolong jangan panggil saya nyonya atau Bu Bu Hidako" Keluh Briana masih sedikit canggung dengan panggilan Hidako.
"Karena umurmu juga masih muda, aku panggil saja Briana ya" Jawab Hidako.
"Kelihatannya anda sangat gemar mengkoleksi Brand Hermes Bu" Tebak Briana kini melancarkan aksinya saat melihat Hidako mengenakan Tas Hermes Birkin series warna merahnya.
Tas yang dibandrol dengan harga ratusan juta tersebut nampak mewah dengan unsur unsur matrial logam yang langka.
Bagian-bagian hardware seperti buckles dan gembok tas dilapisi dengan paladium atau emas. Harga paladium lebih mahal daripada platinum, tetapi keduanya merupakan logam yang sangat langka. Karena inilah, harganya bisa meroket selangit.
"Aku hanya punya beberapa, yang limited masih sulit aku dapatkan" Keluh Hidako sambil memamerkan tasnya.
"Bila tak keberatan, anda bisa memiliki Himalaya Birkin saya" Kata Briana sambil memamerkan potret dirinya menenteng tas Mewah seharga mobil sport tersebut.
Terbuat dari material kulit buaya putih (albino) dan laku terjual seharga 500 ribu dolar AS (Rp 7,1 miliar rupiah) benar benar harga yang fantastis hanya untuk sekedar tas wanita.
"Kau yakin mau menukarnya sayang ?" Sindir Hidako
"Anda bisa memilikinya Bu, aku sedang krisis modal" Keluh Briana
"Maksudmu Briana ?" tanya Hidako masih tak percaya artis sekelas Briana kekurangan uang.
"Suamiku sedang bermasalah dengan lahan proyeknya, jadi aku ingin membantunya" Jelas Briana kini yang sedang menebar umpan.
"Siapa suamimu ?" Tanya Hidako.
"Maxim Lautner" Jawab Briana sesingkat mungkin.
"Bukankah Tuan Lautner akan bekerja sama dengan suami saya ?" Keluh Hidako yang sedang mengingat ingat bisnis Suaminya.
Hidako ini tipe istri yang suka menghabiskan uang suaminya dengan ber foya foya. Dia akan sangat senang dengan kucuran dana suaminya setiap bulan. Apalagi bila proyeknya berhasil.
"Oh benarkah ?" Celetuk Briana memancing respon Hidako.
"Iya, dia ingin membeli lahan suami saya" Jelas Hidako.
"Lalu ? apa sudah mencapai kesepakan ?" Tanya Briana kemudian pura pura.
"Aku tak tahu, yang aku tahu hanya itu saja" Jawab Hidako.
"Bisakah anda membantu saya nyonya Hidako ? Selebihnya saya akan melepaskan tas ini dengan harga kerabat" Bujuk Briana.
"Hanya itu saja?" Tanya Hidako sambil mengelap mulutnya selesai mengunyah makanan.
"Hahaha.. aku tak ada syarat lagi" Sahut Briana juga.
Kemudian Briana meminum minumannya karena lega telah berhasil merayu Hidako.
"Mampirlah kerumah kami, aku akan membuatkan makan malam untukmu" Pinta Hidako.
Briana melihat kearah luar dan menunjuk kedua pria diluar yang menunggunya.
Kasian mereka sedari tadi mengikutinya.
"Tak masalah, mereka bisa mampir juga" Bujuk Hidako.
"Nanti saya akan menyusahkan anda, lagi pula saya belum ijin suami saya" Keluh Briana.
"Telponlah dia" Bujuk Hidako.
Briana mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya. Dan mencari kontak suaminya.
"Belum pulang juga ?" Gerutu Maxim sekali mengangkat telponya.
"Aku baru saja selesai Max" Jawab Briana.
"Kalau kau tak merasa ingin pulang, aku bisa menyeretmu kembali dengan segera" Ancam Maxim.
"Max, bisakah aku pulang telat ?" Kata Briana pelan pelan membujuk suaminya.
"Kau bersama siapa ?" Sindir Maxim dengan nada tinggi.
"Nyonya Hidako, Bram dan Adam juga bersamaku" Jelas Briana pelan pelan.
"Pulanglah" Pinta Maxim
Briana menutup telponnya karena kesal dengan sikap semena mena suaminya.
"Maaf saya tak bisa" Keluh Briana lirih menatap Hidako.
"Hah, lelaki memang begitu apalagi kau cantik Briana dia pasti cemburu padamu" Hidako membujuk wanita muda didepannya.
"Dan dia berlebihan" Umpat Briana karena kesal.
"Lain waktu saja, kalau aku ke Jakarta mengambil tasmu pastikan kita akan dinner bersama" Ajak Hidako.
"Berarti anda menyetujui negosiasi kita nyonya ?" Selidik Briana dengan manik berbinar binar.
"Pasti, aku akan membujuk suamiku karena itu keahlianku" Jawab Hidako diiringi tawa renyahnya.
🍁🍁🍁
♥️Hermes Birkin 25 Geranium Togo merah
♥️Hermes Himalayan Nilo Crocodile Birkin degradasi warna putih dan abu abu.