Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Enam



회망은 꿈이 아니라 꿈을 실현하는 방법이다,


 hweimangeun kkumi anira kkumel silhyeonhaneun bangbeobida


 (Harapan bukanlah impian, tetapi jalan membuat impian menjadi nyata)


-----------------------------------------------


Maxim mencoba menghubungi Briana untuk meyakinkan Briana agar mau menerimanya kembali.


Tetapi Berkali kali dia menelponya tak juga Briana mengangkat nya.


Adam mengabarkan bahwa Briana sedang memimpin Rapat Bagian Keuangan.


Briana akan membuat bagian khusus di divisi keuangan.


Badan tersebut adalah Badan Analisis Budget dan Anggaran. Dan Briana sendiri yang akan memilih staff nya.


Dia tak ingin ada kesalahan sekecil apapun di perusahaannya.


Badan itu nantinya akan meng audit Akuntan dan Keuangan Perusahaan dan akan merencanakan anggaran untuk tahun berikutnya.


" Bu, dari tadi Pak Maxim menelpon anda " Lapor Adam setelah Briana selesai Rapat


" Kalau dia menelpon lagi , cukup bilang saja aku sibuk Dam" perintah Briana


" Baik Bu " jawab Adam


Briana akan menyelesaikan tugas tugas nya untuk beberapa hari kedepan karena dia akan meninggalkan kantornya untuk Sebuah pekerjaan di Milan.


Tanpa di duga, waktu berjalan begitu cepat.


Sudah waktunya untuk Briana menjemput Gadis kecilnya.


" Aku akan melanjutkannya setelah menjemput Keana" kata Briana membereskan file file di atas meja.


Dia meminta Adam mengantarkan Dirinya menjemput Keana. Karena dia tadi berangkat bersama Hendry.


Briana berjalan keluar kantor. Tiba tiba sebuah mobil mendekatinya.



Mobil tersebut adalah Chevrolet Camaro Zl1


Chevrolet memperkenalkan model terbaru Camaro. Diberi nama Camaro ZL1 1LE 2019 mobil ini diklaim menjadi Camaro tercepat dan tertangguh yang pernah ada akan tersedia. Keunggulan utama Camaro ini adalah penggunakan transmisi otomatis 10-percepatan.


" Masuklah, aku akan bersamamu menjemput anak kita " ajak Maxim


" Kalau begitu kau saja, kerjaan ku banyak " Jelas Briana


" Dia pasti akan marah padaku " rayu Maxim


" Itu urusanmu " kata Briana berbalik ke kantornya lagi


" ayolah sayang, anakmu akan marah kalau aku tak membawamu" rayu Maxim menghentikan Langkah Briana.


" Aku sedang banyak kerjaan " jelas Briana.


" Aku akan mentraktir mu belanja " bujuk Maxim


" Aku bisa belanja sendiri " elak Briana


" Apapun yang kau minta " rayu Maxim


" Benarkah ?" tanya Briana tak percaya


" Apapun akan aku berikan " kata Maxim merayu nya .


" Aku ingin semua hartamu " sindir Briana


" Kau makin nakal sayang " kata Maxim melingkarkan tangan nya ke Pinggang Briana


" Malam ini temani aku " Bisik Maxim menggodanya


Briana menginjak kaki Maxim dengan keras.


" auuuhhhhh Bi... itu sakit tau " keluh Maxim


" Kau pikir aku tak sakit semua karena ulahmu kemarin malam" Maki Briana


Maxim tersenyum puas mendengar celotehan Briana.


" Ayo, anak kita sudah menunggu mommy" goda Maxim


" Kau awas macam macam denganku " ancam Briana


Briana masuk di kursi belakang mobil Maxim.


Maxim mendegus kesal melihatnya .


" Sayang, apa aku terlihat seperti supirmu ?" rengek Maxim.


" Lebih baik kau diam, kalau tidak aku akan keluar " ancam Briana


" Baiklah nyonya " keluh Maxim


" Itu lebih baik " sindir Briana


Maxim dan Briana menuju sekolah Keana untuk menjemputnya.


" Hi Mom..." Sapa Keana


" Hi Princess nya Mommy" balas Keana


" Hi Dad, Keana kira Uncle Hen yang bersama Mommy" kata Keana merajuk


" Apa Keana gak senang kalau Daddy yang jemput ?" Lirih Maxim


" Keana senang " balas Keana


" Mom, Keana lapar .." Rengek Keana


" Daddy akan mentraktir kalian " bujuk Maxim.


Kedua nya tak memperdulikan Daddynya, Keana dan Briana masuk ke mobil dan duduk berdampingan di kursi belakang.



Maxim sudah menyadari kedua wanita tersebut sedang marah padanya.


" Apa kalian marah dengan Daddy ?" tanya Maxim


" iya ..." jawab Mereka berdua bersamaan


" Kalian berdua ibu dan anak sungguh kejam pada Daddy kalian " rayu Maxim


" Daddy keterlaluan, Daddy janji mau menjemput kami " sindir Keana dengan melipat kedua tangannya.


" Mom, ayo Carikan Papa Baru buat Keana "


celetuk Keana..



" Baiklah, sesuai pesanan Keana " kata Briana dengan girangnya


" Kalian berdua bicara apa ? apa Keana lupa Keana meminta Adik pada Daddy ?" rayu Maxim


" Mommy akan memberikan nya untuk Keana " balas Keana


" Jadi kalian tak butuh Daddy lagi ?" tanya Maxim pura pura sedih


" iya " jawab Briana


" mom benarkah mommy tak butuh Daddy ?" tanya Keana penasaran


" Tentu saja, mommy bisa mencari yang lebih Tampan dan kaya " ledek Briana


" Sayang sekali ya " sindir Maxim


Keana bingung mau berada di pihak mana antara Daddynya dan mommynya


" Tak akan ada lelaki yang mau dengan mu " ejek Maxim


" Kenapa ? aku cantik dan mempesona" Kata Briana memuji dirinya sendiri


" Mom, kita akan makan apa ?" tanya Keana tiba tiba


" apa saja yang keana mau " jawab Briana


" Pizza " sahut Keana


" Daddy akan membelikannya "


🍁🍁


Mereka berhenti di Restoran Pizza terkenal.


Dan memesan Pizza dan Pasta.


" Kita akan pulang kerumah kan dad ?" tanya Keana


" Tentu saja " Jawab Maxim


" Mommy juga ?" tanya Keana


" itu pasti, mommy sudah tak tahan ingin bertemu Daddy " ejek Maxim


" Mommy tak bisa, mommy harus Packing besok mommy akan pergi Ke luar negeri " jelas Briana


Keana memperlihatkan wajah yang muram karena gagal merayu Briana


" Setelah mommy pulang ya, mommy janji" bujuk Briana


" Dan kau ingin berselingkuh di UK ?" sindir Maxim


" Berselingkuh? berselingkuh dari siapa?" ejek Briana


" Dari suamimu ini " goda Maxim


" Suami suami, jangan bercanda " Elak Briana


" Lalu kapan kita menikah sayang ?" tanya Maxim


" Aku tak tertarik " Jawab Briana


" Nanti aku keburu tua dan kau akan mencari yang baru " rengek Maxim


" Mom, menikahlah dengan Daddy " bujuk Keana


" Keana ingin sekali kau jadi Mommy nya " rayu Maxim lagi.


" maaf, aku masih trauma menjalin suatu hubungan " jawab Briana



"Aku serius kali ini Bi.. " Bujuk Maxim menggenggam tangan Briana .


" Mommy gak sayang Keana ..." rengek Keana mulai menangis..


Briana jadi panik melihat gadis itu menangis.


" Keana mengertilah dengan mommy" bujuk Briana


Bukanya berhenti, malah makin kencang Keana menangis.


" Iya iya, mommy mau. " bujuk Briana Frustasi dengan Gadis itu.


" Itulah anak Daddy " kata Maxim dalam hati.


" Benarkah mom?" tanya Keana masih sesenggukan.


" Benar " jawab Briana


" Lalu kapan ?" tanya Maxim


" 5 tahun lagi " jawab Briana asal


" 5 tahun lagi, aku sudah hampir 40 tahun Bi" keluh Maxim


" Bagus, supaya kau tak bisa macam macam dengan ku " ejek Briana


" Bagaimana kalau Minggu depan ?" bujuk Maxim


" iya mom, Minggu depan " rayu Keana..


" Kalian ayah dan anak pintar sekali mengatur orang " sindir Briana


" Atau besok saja " ancam Maxim


" jangan bicara sembarangan, kau kira menikah seperti membeli kacang goreng " Bentak Briana


" Lalu kapan ?" tanya Maxim


" Tahun depan " jawab Briana


" tapi kau harus tinggal bersama kita " bujuk Maxim


" Tidak " sahut Briana


" aku memaksa " ancam Maxim


🍁🍁🍁