Princess Connect

Princess Connect
Enam Puluh Tiga



**You never be alone, Coz im still Loving you


šŸšŸšŸ**


Para Pelayan menghidangkan Menu Sarapan untuk Maxim dan Briana.


Briana sangat antusias menikmati setiap sendok makanan yang dia makan.


Maxim hanya memandangi istrinya dengan heran.


" Kenapa napsu makannya jadi meningkat ?" kata Maxim di benaknya.


" Sayang, apa ini tak enak ? dari tadi kau hanya memandanginya saja .." Selidik Briana yang sedari tadi melihat suaminya hanya bengong saja.


" Bi... tidakkah ini aneh ?? napsu makanmu akhir akhir ini cukup besar " Jelas Maxim


" Apa maksudmu sayang ?" Tanya Briana yang masih tak tega meninggalkan makanannya


" Apa kau hamil ?" Tanya Maxim tiba tiba


Dan buuuurrr.. Briana menyemburkan makanan dimulutnya karena terkejut.


" Mana mungkin, aku sudah minum pil kontrasepsi" Pikir Briana


" Mungkin karena aktivitas ku saja Max, Ini juga belum masuk waktu periodik menstruasi ku" Jelas Briana


" Apa tak sebaiknya kita periksakan dulu " pinta Maxim yang sangat antusias mengharapkan kabar baik ini.


" Aku takut kalau tak terjadi malah membuatmu kecewa sayang " Bujuk Briana menggenggam tangan Maxim.


" Tak masalah, kita bisa mencobanya lagi .." Rayu Maxim


" Baiklah, setelah pulang ke Indonesia saja Max" sahut Briana


" Baiklah Bi, aku akan mengantarmu dan mendampingi mu " Seru Maxim dengan bangga.


" Terimakasih Honey ..." Rayu Briana dengan manja..


" Kau pasti ada maunya, atau sedang merencanakan sesuatu " Sindir Maxim sambil mulai memakan makanannya karena hatinya sedikit lega mendengar Briana akan memeriksakan kesehatannya.


" Aku istrimu, apa salahnya menggodamu " kata Briana


" Itu tak salah, karena aku milikmu sayang " Maxim mencoba menggoda istrinya kembali


" Aku kenyang Max.." Kata Briana yang sudah menghabiskan seluruh makanannya tanpa sisa.


" Ah, dia berubah jadi wanita bar bar, baru kali ini aku melihat dia seantusias ini " kata Maxim dalam hati.


" Ayo Max, aku sudah tak sabar ingin segera bertemu putri kita yang menggemaskan " Ajak Briana membujuk Maxim supaya cepat pulang.


" Kita tunggu Heli datang sayang .." bujuk Maxim.



šŸšŸ


Daddy dan Mommy sudah berada dalam Heli, Mereka akan terbang ke Paris untuk transit menggunakan jet pri Daddy.


" Aku tak pernah melihatmu se excited ini sayang " Goda Maxim pada Briana


" Tentu saja, aku merindukan Keana Max" Jawab Briana kesal.


" Aku juga merindukan anak kita sayang " Balas Maxim.


" Kau tahu sendiri bagaiman kalau putrimu ngambek..." Jelas Briana dengan kesal.


" Dia sepertimu, menakutkan ..." Goda Maxim


" Itu tangan kenapa ?" Sindir Briana yang merasakan tangan Maxim sudah berada di balik bajunya saat Maxim memeluknya.


" Ini hanya pemanasan sayang, kau tahu tadi pagi Maxim junior tak mendapatkan apa yang dia mau " Rayu Maxim tanpa malu malu dengan adanya pilot dan Co pilot Helikopter..


" Kumohon jangan disini, ada orang .." bisik Briana lirih meminta Maxim menghentikan tangannya.


" Kita lakukan di pesawat nanti " Goda Maxim menciumi telinga istrinya


" Max.... berhentilah......" Umpat Briana


" Apa dia sudah gila, dia meminta bercinta di dalam pesawat" Umpat Briana dalam hati.


( Gimana readers ? Apa rencana Daddy akan berhasil kali ini ?)



Menurut Kalian apa Daddy sudah berhasil dengan foto diatas ??


ā˜ļøā˜ļø


" Menyebalkan, gara gara Suami sialan ini aku harus ganti baju lagi " Umpat Briana dalam hati.


" Maaf ya sayang, aku terlalu bersemangat hingga menyobekan bajumu " Rayu Maxim melihat muka istrinya yang di tekuk rapat rapat.


" Max kau... benar benar keterlaluan " Gerutu Briana


" Aku tak bisa menahannya sayang.." Rengek Maxim seperti anak kecil


" Bagaimana bisa Kita melakukannya dalam pesawat , aku malu sekali " Sindir Briana


" Malu pada siapa ?" tanya Maxim


" Pada Pramugarimu ..." Kata Briana dengan nada kesal.


" Aku tak peduli, aku ini bos mereka " Kata Maxim dengan bangganya.


" Sayang, kita sudah tak muda lagi .. ! apa kita akan seperti ini ?" Ejek Briana


"Tentu saja, Ini suplemen untukku ...!" Sahut Maxim sambil nyengir kuda


" Suplemen....??? you're crazy man" ejek Briana


" Aku membutuhkanmu sayang , ini kebutuhan lelaki " rayu Maxim


" Ah sudah terserah padamu saja" kata Briana dengan nada pasrah menghadapi suaminya.


Mereka berdua hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang berada di kabin pesawat.


Meski penerbangan dari Paris ke Jakarta memakan waktu lama, Itu tak masalah karena di dalam pesawat tersebut sangat nyaman hingga tak terasa waktu berlalu lebih cepat.


Setelah Daddy mendapatkan apa yang diingkannya, Daddy mengajak Mommy nonton di Ruang keluarga dalam pesawat.


Disana sudah terdapat LED super besar yang bisa mereka nikmati untuk movie time.


Gambar sudah ada di chapter sebelum sebelumnya saat Daddy mengajak kita untuk Room tour di dalam pesawatnya tempo hari



Mereka menonton sebuah film lawas sekitar tahun 2001 kalau gak salah.


Pearl HarborĀ adalah sebuah film perang yang dirilisĀ olehĀ Touchstone Pictures. Film ini dibintangiĀ Ben Affleck,Ā Alec Baldwin,Ā Jon Voight,Ā Josh Hartnett,Ā Kate Beckinsale,Ā Cuba Gooding, Jr.,Ā Dan Aykroyd,Ā Jaime King, danĀ Jennifer Garner. Film ini digambarkan dramatis tentangĀ serangan di Pearl Harbor, diproduksi oleh regu yang terdiri dariĀ Jerry BruckheimerĀ danĀ Michael Bay, yang telah menyutradai beberapa film sepertiĀ ArmageddonĀ danĀ The Rock. Pada bagian akhir dari film ini menceritakan tentangĀ Doolittle Raid, serangan pertama Amerika ke Jepang padaĀ Perang Dunia II


šŸšŸ


Inget kan reader , ini jaman Om Ben masih muda. Sebelum Si Om maen di DC comic jadi ... siapa hayoooo ???


Bener si om memerankan Bruce Banner..


Makin tua makin jadi yah ...


🌸🌸


" Bi, kalau aku meninggalkanmu seperti Jon Voigh apa kau akan menikah lagi ?" Tanya Maxim Tiba Tiba


" Jangan, Bicara macam macam.. Aku tak akan meninggalkan mu begitu juga kau jangan meninggalkan aku " Ancam Briana


" I Promise , i Will not to leave you" Kata Maxim meyakinkan Briana


Briana jadi terharu dan memeluk suaminya.


" You Never be Alone, coz I'm still loving you " Janji Maxim kemudian.


šŸšŸšŸ