Princess Connect

Princess Connect
Dua Puluh Enam



Each person has his own destiny; the only imperative is to follow, accept it, wherever fate led him. -Annie Dillard-


Setiap orang memiliki takdirnya sendiri; satusatunya keharusan adalah mengikutinya, menerimanya, kemana pun takdir itu menuntunnya.


🌼🌼🌼


Pagi ini Briana datang ke rumah papanya.


Dia menjadi ahli waris aset mamanya. mengenai harta bergerak dan harta tak bergerak.


Karena rumah tersebut adalah harta bersama dengan papanya, jadi papanya masih ikut andil bagian atas kepemilikan rumah tersebut.


Briana kemudian masuk ke Basemen rumahnya, Basemen tersebut berupa tempat parkir dan ruangan lebar.



" aku masih tak percaya mama, kau memiliki selera yang tinggi" puji Briana


Klek Klek ... suara alarm kunci mobil


Salah satu mobil itu adalah Roll Royce Sweptail.


Roll Roysce Sweptail menjadi mobil mewah di dunia.


" baiklah Sweepy, hari ini kita akan bermain main denganmu" ujar Briana


Papanya melihat kegirangan anaknya,


" entah dia punya ide apa, dia selalu miliki cara tersendiri untuk bahagia " kata Papanya



Dan dia sekarang sedang di perjalanan menuju kantornya.


Semua karyawan melihatnya takjup. Wanita itu bagaikan seorang Putri waktu melihat Briana turun dari mobil mamanya.



" dadah Sweepy, kau tunggu disitu" kata Briana pada mobil itu


Adam memberikannya laporan mengenai Dana proyek yang belum diterimanya.


" tenang aku sudah memikirkannya Adam " kata Briana santai


" Bu, para direktur juga sudah mengumpulkan dana pribadi mereka untuk membatu keuangan kita" jelas Adam


" hari ini beritahukan seluruh jajaran pemegang saham, dan semua direktur aku akan menemui mereka " pinta Briana.


" siap Bu" balas Adam


🍁🍁


Briana keluar , dia bilang ada urusan sebentar diluar.


" setelah mereka sampai, suruh mereka menungguku" perintah Briana


" baik Bu" kata Adam


Sudah hampir sejam Briana keluar.


Dikantornya sudah banyak tamu yang berdatangan. Termasuk Maxim dan papanya.


Mereka sudah berkumpul seperti apa yang Briana mau.


Tak lama kemudian Briana datang dengan seorang lelaki tampan.


" apa kami telat ?" sapanya


Semuanya menggelengkan kepala. Pria itu memberikan senyum pada Papa Briana


" Perkenalkan beliau adalah Hendry Rodriguez, beliau adalah investor pada proyek kita" jelas Briana


" maksud anda ?" tanya salah satu pemegang saham


" saya sudah melelang proyek ini, dan perusahaan Pak Hendry ini lah yang mengajukan penawaran tertinggi dia secara pribadi menawarkan pada saya" jelas Briana



Hendry mendekati Papa Briana ,


" apa kabar paman?" tanya Hendry


" seperti yang kau lihat, kami baik baik saja" Jawab Tomi


" setelah aku gagal masuk ke keluarga Sanjaya, apa paman juga akan mengacuhkan ku?" sindir Hendry.


" aku tak bermaksud begitu" bujuk Tomi


" semua gara gara Pria brengs*k disampingmu" sindir Hendry melihat Maxim


" jaga ucapanmu Tuan" maki Maxim


" bukankah benar, setelah kau menyakiti kakakku kau merebut Tania dariku" ejek Hendry


" kalian berdua berhentilah, jangan kekanak-kanakan" bujuk Tomi


" maaf pak, saya akan menyampaikan proposal investasi " kata Adam pada Hendry


" ayo, aku juga sudah muak berada disini " ejek Hendry


" Bi, kau menciptakan masalah baru lagi " batin Maxim.


Dia lalu menemui wanita itu di ruangannya.


" Bukankah aku sudah memintamu jangan mengganggu aku Adam" kata Briana tak menoleh sedikitpun


"aku ingin bicara padamu " kata Maxim kesal


" lain kali saja, aku sedang sibuk" kata Briana masih mengerjakan pekerjaannya


" apa aku perlu mengangkat tubuhmu dari kursi itu" bentak Maxim


" kenapa kau melakukan ini semua Bi?" tanya Maxim


" aku melakukan ini semua hanya ingin menjatuhkan mu" jawab Briana


" untuk apa kau ingin menjatuhkan aku?" tanya Maxim


" karena kau adalah saingan Bisnisku" jawab Briana dengan entengnya


" wanita ini memang sudah tak waras dia menganggap ku saingan " pikir Maxim menepok jidatnya


" kau tak perlu bekerja terlalu keras, bahkan Keana juga melarangmu bekerja " bujuk Maxim


" kalau aku tak bekerja siapa yang akan memenuhi kebutuhan hidupku?" kata Briana


" aku " jawab Maxim


" aku tak sedang bercanda max, keluarlah " usir Briana


" kau mengusirku ?" tanya Maxim


" iya " jawab Briana sekenanya


" karena kau cemburu pada wanita kemarin ?" goda Maxim


Briana menatapnya dengan tajam,


" sepertinya anda salah makan pagi ini" ejek Briana


" Lihat lah, lain kali kau akan memohon padaku " goda Maxim


🍁🍁


Briana keluar bersama Hendry, Hendry adalah sepupu Briana dari mama kandungnya.


" kita akan kemana kak?" tanya Hendry


" menjemput keponakanku" jawab Briana


" anak Tania ?" tanya Hendry sedikit kesal


" iya , kau akan menyukainya nanti" bujuk Briana


Mereka sampai di sekolah Keana,


Melihat Briana datang membuat Keana berlari memeluknya.


" mommy, i still waiting for you" kata Keana


" Miss you like Crazy baby" bujuk Briana


" kakak, kau tak salah dia memanggilmu mommy?" tanya Hendry mendekati mereka


" who is he mom?" tanya Keana dengan polosnya


" ini Uncle Handry, dia cousin mommy" kata Briana


" hi uncle ..." kata Keana memperkenalkan diri


" mommy lapar, ayo kita makan" ajak mommy


" let's go mom" kata Keana menarik tangan Briana


" it' s your car mom?" tanya Keana


" No, ini mobil Mamanya mommy" jelas Briana


" wowww mom, it' s great car" kata Keana terpesona dengan mobil itu


" oh ya...?" tanya Hendry


" Keana akan minta pada Daddy" kata Keana polos


" tenang saja, dia masih anak anak" bujuk Briana takut Hendry salah paham


" kenapa aku merasa anak ini mirip sekali dengan ku kak" kata Hendry


" jangan bercanda, dia anak Maxim dan Tania" bujuk Briana


Mereka ke kedai Haagen-Dazs seperti janji Briana pada Keana



" kau menyukainya Hen?" tanya Briana


" iya" jawab Hendry


" uncle , Keana juga suka ice cream sambil mengendorkan penuh penuh kedalam mulutnya


" pelan pelan sayang, kau bisa tersedak" kata Briana


" Mommy harus janji, temani Keana makan es krim seperti ini lagi" pinta Keana


" iya mommy janji" jawab Briana


" Mommy jangan bekerja, biar Daddy saja yang bekerja" bujuk gadis itu


" kalau mommy tak bekerja mommy makan apa?" nasehat Briana


" Keana yang akan membelikan mommy makanan" jawab keana


" nanti setelah Keana besar ya, setelah keana bisa bekerja dan dapat uang mommy akan ikut keana" jelas Briana


" Gampang , keana tinggal minta uang ke Daddy" kata Keana cuek


" sikapnya bahkan seperti pria itu kau lihat kak" kata Hendry


" begitulah" kata Briana ambil tertawa


🌼🌼🌸