Princess Connect

Princess Connect
Lima Puluh Lima



Always do the kindness with the best way. Because that's how peace will be created.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


" aku tak menghitungnya, lama sekali aku menunggu anak kita tertidur"


" Jangan lakukan itu lagi, aku tak suka " pinta Briana


" aku akan mulai menguranginya mulai sekarang " bujuk Maxim.


" kau semakin menurut seperti Keana Max" goda Briana



" Yess mom..." rayu Maxim mulai mengangkat tubuh istrinya.


" Kau akan membawaku kemana ?" selidik Briana


" Ke surga dunia " jawab Maxim dengan liciknya


Maxim membawa Briana ke kamar mandi hotel yang telah dipersiapkannya.



Briana terpesona melihat semua yang sudah dipersiapkan oleh suaminya.


" Kau melakukan semua ini Max? sindirnya


" Ini malam pengantin kita Sayang " kata Maxim mulai melepaskan Pakaian yang melekat di tubuh Istrinya


" Kau bisa romantis juga sayang " goda Briana memeluk leher suaminya .


" Tentu saja kau adalah Ratuku " Maxim mulai mencium bibirnya karena sudah tak bisa menahannya dari tadi.


" Kau minum Max " selidik Briana


" Para Pria itu memaksaku " jawab Maxim kini mulai membuka bajunya.


Lalu Maxim membawa Briana dan memasukkannya ke bathup dengan sangat hati hati


" Kau ingin disini ?" tanya Briana


" Off course sweet heart" Maxim mulai mencumb* tubuh istrinya


" Kau menggodaku sayang " rancau Briana


" Kita akan membuat Maxim junior " rayu Maxim.


" Melihatmu seperti ini aku lebih lebih tergoda untuk ini" Kata Maxim mulai mengarahkan tangannya ke bagian sensitif istrinya.


" Hi suamiku yang Arogan, rupanya kau sudah tak tahan " goda Briana dengan tersenyum.


" Aku sudah tak tahan sayang" rancau Maxim dengan membenamkan sesuatu miliknya.


๐Ÿ๐Ÿ


Hampir sejam berlalu mereka berdua hanyut dalam lautan asmara.



Briana memakai handuk nya, dia akan mengeringkan rambutnya. Dilihatnya suaminya sudah duduk di atas kasur melihatnya dari atas kebawah.


" Singkirkan tatapanmu itu Sayang " ejek Briana pada Maxim.


" Kenapa ? itu milikku Mrs Lautner" sahut Maxim .


" Apa kau belum cukup dengan yang tadi ?" rengek Briana kesal.


" Satu ??? Mana cukup" goda Maxim menirukan suatu Iklan Snack.


Briana tersenyum melihat tingkah laku Suaminya .


" Kau membuatku sakit pinggang sayang " rayu Briana


Maxim tak kuasa , hasratnya mulai naik lagi. Dia memeluk istrinya dari belakang.


" Max, aku masih mengeringkan rambutku " sindir Briana


" Aku bisa membantumu nyonya " bujuk Maxim


" Max, hentikan " pinta Briana mendapati serangan susulan dari suaminya di lehernya.


" Aku menyukai lehermu yang jenjang ini Bi." puji Maxim


" Sudah kuberikan padamu sayang " bujuk Briana


" Bi, Lagi ..." pinta Maxim mulai melancarkan aksinya.


" Kau seperti Keana " ejek Briana


" Aku membutuhkanmu mom" pinta Maxim dengan mendekap tubuh istrinya.


Briana lalu mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Dan mulai mengecup bibir suaminya.


" Sayang, kau menggodaku aku jadi semakin tak tahan " rintih Maxim


" Masih kuat sayang ?" ejek Briana


" Kau mengejek stamina suamimu ini , Mau minta berapa ronde sayang ?" goda Maxim


" Sampai kau tak bisa bergerak suamiku" goda Briana kemudian


Mendengar ejekan Briana malah membuat napsu Maxim kian memburu. Dia lalu mengangkat tubuh istrinya ke kasur hotel tersebut.


" Biarkan aku yang melakukannya " bujuk Briana.


Kini posisi Briana sudah diatas suaminya.


Dan mulai menggoda suaminya dengan sentuhan sentuhan di daerah sensitif suaminya.


" Bukankah ini yang diinginkan suami saat malam pengantinnya" goda Briana


" Aku sudah tak sabar sayang " rancau Maxim yang tak mau kalah mulai mencumb* Briana .


" Kau menyesal sudah mengenalku Max" goda Briana yang mulai memainkan bagian sensitif suaminya.


" Bi, sayang aku sudah tak sabar ..." rintih Maxim.


Kini mereka sudah sama sama hanyut dalam lautan asmara. Sudah tak terhitung hingga berapa kali mereka melepas kenikmatan yang mereka tahan.


Memang benar, ini bukan hal yang pertama bagi mereka. Tetapi di Malam pengantin ini sungguh berbeda dari malam malam sebelumnya.


Kini handuk yang mereka pakai sudah berserakan dilantai kamar hotel. Keduanya sudah terlelap karena kelelahan. Pertempuran kali ini lebih sengit dari pada biasanya.


๐Ÿ๐Ÿ


Paginya terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.


Itu sangat menggangu mereka.


Maxim mencoba menghubungi Bram.


" Selesaikan urusan di depan pintu kamarku Bram" perintah Maxim


" Maaf bos, aku tak bisa " elak Bram


" Kau jangan macam macam, aku sedang sibuk" umpat Maxim dengan kesal


" Maaf bos, aku sungguh tak bisa mengatasi Bos kecil ini " jelas Bram bersungguh sungguh.


" Keana ? kau bahkan tak membiarkan Daddy mu ini membuat adik untukmu " umpat Maxim menepuk jidatnya.


Tanpa pikir panjang, Daddy Maxim membuka pintu kamarnya.


Monica terkejut melihat Maxim hanya bertelanj*Ng dada.


"Mommy....." panggil Keana teriak mendekati Mommynya yang masih tertidur.


" Keana, mommy mu masih kelelahan" bujuk Kedua Omanya .


" Tinggalkan saja Keana, kami akan mengurusnya " kata Maxim menutup pintu Kamarnya.


" Mommy, wake up mom..." kata Keana membangunkan Briana


" Morning Sweetie" sapa Briana masih dengan suara khas bangun tidur.


" Max , bawalah Keana keluar sebentar !" pinta Briana


" Kenapa ? kau ingin mengulanginya ?" goda Maxim


Briana memelototi suaminya. Dan memberi kode untuk suaminya. Namun Maxim benar benar tak mengerti apa yang diinginkan Briana.


" Je ne porte pas de vรชtements aku tak mengenakan pakaian apapun " Maki Briana


Maxim menepuk jidatnya dengan tertawa.


" Maafkan aku sayang, aku lupa " goda Maxim


" ini juga ulahmu " ejek Briana


Maxim lalu mengajak Keana sarapan di luar, ini untuk mengalihakan perhatian keana agar Briana dapat memakai pakaiannya. Sebelum mengajak keana keluar,Maxim memakai T-shirt cassual dahulu.


Maxim dan Keana sarapan bersama kedua orang tua Briana dan Mamanya.


" Where's your mommy?" tanya Monica


" Briana sedang mandi " jawab Maxim


" Kalian begadang makanya telat bangun" ejek papa Briana


" Maklumlah namanya Pengantin baru " sindir Maria


" Kalian ingin berbulan madu kemana ?"


tanya Monica


" Aku dan Briana masih belum memikirkannya" sahut Maxim


" Pergilah, pulanglah nanti membawa Cucu papa yang baru " sindir Tomi


" Secepatnya pah" jawab Maxim


Briana sudah bergabung dengan mereka.



" Kenapa wanita yang sudah menikah terlihat lebih menawan " sindir Papanya


" Apa aku terlalu lama untuk kalian ?" tanya Briana


" Tidak sayang, kita bahkan baru mulai " jelas Monica


" Tadi mama bertanya pada Maxim, kalian akan berbulan madu kemana ?" tanya Maria


" Bulan madu itu apa Oma?" tanya Keana dengan polosnya


" Daddy akan pergi berdua dengan mommy " jawab Monica


" Keana ikut, Keana ikut" pinta Keana


" Keana sudah berjanji pada Daddy kan ?" bujuk Maxim


" Keana akan tinggal bersama Oma dan Opa agar Keana memiliki Adik" jelas Keana


" Perjanjian macam apa itu ?" Sindir Briana


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ