
βIl vaut mieux faire que dire.β
(Melakukan lebih baik daripada mengatakan.)
-Alfred de Musset
πΌπΌ
Hingga malam tiba, Briana masih tak membiarkan Maxim masuk kerumahnya.
Maxim benar benar Kesal dibuatnya .
" Wanita memang mengerikan bila sudah berurusan dengan cemburu " Umpat Maxim
Tetapi ada rasa puas dalam lubuk hatinya, Dengan adanya kejadian ini bisa dipastikan bahwa Briana masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu.
Dia mencoba menghubungi Briana, namun tak ada jawaban. Dia lalu menghubungi telepon di rumahnya juga sama saja.
Semua pegawainya tak satupun mau membantunya masuk kerumah.
" Aku tak akan disini semalaman " Kata Maxim.
Maxim tak kekurangan akal, Dia lalu menghubungi Bram untuk minta pertolongan.
" Bram, siapkan Tali Sling baja " perintah Maxim
" Bos, anda ingin memanjat tebing ?" tanya Bram
" Aku ingin memanjat rumahku, jangan banyak tanya kalau setengah jam kau belum kesini membawanya besok kau tak perlu lagi masuk kantor" Ancam Maxim
" Baiklah bos, sesuai perintah anda " Kata Bram Cenggo dibuatnya
ππ
Briana agak sedikit kasihan, mungkin tindakannya keterlaluan pada Maxim. Dia juga memikirkan Maxim belum makan malam.
Setelah menidurkan Keana, Briana menyiapkan satu set peralatan makan dan mengisinya dengan makan malam untuk Maxim.
Bagaimanapun juga dia tak tega membiarkan pria tersebut kelaparan.
Briana membuka pintu dan melihat pria itu duduk dengan kesalnya.
" Kau sudah mengingat suamimu nyonya ?" sindir Maxim
" Tentu saja, dan aku kesini membawa makan malam untukmu . Malam ini kau tidur di luar " kata Briana sambil meletakkan makan malam Maxim di meja teras Rumah.
" Sayang, kau sungguh tega sekali padaku " rengek Maxim
" Selesaikan masalahmu dengan Laura : Lanang Ora wadon Ora " ejek Briana
" Lanang Ora Ora apa sayang ?" tanya Maxim
" Kau cari saja di kamus bahasa Jawa" ejek Briana lalu masuk ke rumah dan menguncinya lagi.
" Sayang, kau tak kasihan padaku ..." iba Maxim
Tak berapa lama datanglah Bram membawa tali yang Maxim perlukan.
Maxim cepat cepat menyuruhnya masuk.
" Bos kau ingin camping ?" tanya Bram.
" Aku tak bisa masuk ke rumahku, aku butuh tali ini Bram" umpat Maxim
" Kenapa ?" tanya Bram heran
" Istriku marah, dia menyuruhku tidur diluar kau lihat saja makananku di antar keluar " kata Maxim menunjuk makan malamnya.
Bram tak kuasa menahan tawanya. Dia benar benar tak abis pikir Bos nya yang biasa galak ternyata benar benar takluk pada wanita.
" istrimu benar benar galak bos " ledek Bram.
Maxim mencoba memasang tali baja tersebut dan membawa ke Jendela terdekat.
Dia melihat lampu kamarnya mati, Berarti Briana tak dikamarnya.
Lalu dia berjalan ke arah jendela kamar Keana. Kebetulan lampunya menyala. Mungkin kedua wanita itu ada dalam kamar yang sama.
" Lihat saja sayang, kau akan menyesal sudah menghukum suamimu " kata Maxim dengan senyum liciknya.
" Bos kau perlu apa lagi ?" tanya Bram.
" Obat Ku*t ??? " Tanya Bram menggodanya
" Kau pikir aku aki aki Bram " umpat Maxim
" aku percaya itu hehehehe" kata Bram
" Kalau obat penyubur ada ?" Maxim balik bertanya
" buat apa ?" tanya Bram
" Dia ingin aku menghamilinya " jawab Maxim
" bagus dong bos " sahut Bram
" Dia mau menikah dengan ku kalau dia hamil" jawab Maxim
" itu kecil bos, aku akan membantumu mencarikan obat penyubur" kata Bram
" Sekarang " ancam Maxim
" Siap" jawab Bram lalu mengecek akun Belanja Onlinenya.
Maxim sudah siap siap akan memanjat jendela kamar Anaknya.
Ternyata jendelanya dikunci. Maxim gagal deh masuk kamar Keana.
Maxim tak kehilangan ide. Dia kemudian naik lagi ke jendela kamar pembantunya.
Maxim mengetok ketok jendela tersebut. Untunglah pembantunya membukakannya.
Tapi pembantu tersebut takut dengan peratuaan Briana.
Briana tak mengijinkan siapapun membatu Maxim masuk rumah.
" Aku akan menaikan gajimu, jadi biarkan aku masuk " bujuk Maxim.
Pembantu tersebut takut, tetapi penawaran Maxim sangat menggiurkan. jadi...
" Baiklah pak ...!" kata Pembantunya
" Yessss... Bersiaplah sayang, malam ini aku datang " kata Maxim dengan senyum liciknya.
Daddy Maxim memang memiliki banyak ide, dan pintar melakukan penawaran. Terbukti seluruh Perusahaan nya sukses walau usianya masih terbilang belum tua itu karena kepandaiannya dalam dunia tawar menawar.
Setelah Maxim berhasil masuk kerumahnya. Dia segera masuk Kamarnya dan menyusun rencana.
Setelah selesai mempersiapkan semuanya, dia lalu membersihkan diri untuk mengulur waktu hingga mereka berdua telah tertidur.
lalu setelah itu dia ke kamar kedua wanita tersebut.
Saat dirasakannya Briana sudah tertidur, Maxim masuk ke kamar Keana. Bukan hal susah untuk Maxim bisa masuk ke kamar anaknya meski dikunci.
Dilihatnya kedua wanita itu telah tidur dengan pulasnya.
Lalu Maxim menggendong Briana yang sedang tertidur ke Kamarnya.
Tak lupa Daddy Maxim mengunci kamarnya.
Lalu tanpa aba aba Maxim segera melancarkan serangan baliknya pada Briana.
Mendapati dirinya terkena serangan tiba tiba membuat Briana membuka matanya...
Dan..... Betapa terkejutnya dia sudah berada di bawah pria yang telah dihukumnya.
Terlebih lagi dia berada di kamar Maxim.
" Tidakkah kau merindukanku sayang ?" tanya Maxim sambil menciumi Tubuhnya.
" apa yang kau lakukan ? bagaiman bisa kau masuk rumah max ?" tanya Briana dengan Ter engah engah.
" Ini rumahku, aku tahu semua seluk beluknya termasuk tubuhmu " goda Maxim
" Sialaaan... berani beraninya dia melakukan ini " umpat Briana dalam hati.
" kita meninggalkan keana sendirian, aku akan menemaninya " bujuk Briana
" Tidak untuk malam ini sayang, kau milikku" goda Maxim
" Tidaaaaakkkkk" teriak Briana
" Ini hukuman nya karena sudah tega pada Suamimu " goda Maxim
πππ