Princess Connect

Princess Connect
Dua Puluh Empat



Pikirkan apapun yang akan kamu ucapkan. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, tak akan bisa kamu tarik kembali.


🌼🌼🌼


Maxim mengantar Briana hingga ke kantornya. Adam sudah menunggunya di dalam kantor.


Karena hari ini Briana akan meng evaluasi Hasil Intisari Land.


🍁🍁


" Pagi direktur " sapa Adam


" Pagi " jawab Briana sekenanya


Adam melihat bosnya dalam keadaan mood yang kurang bagus.


" apa semuanya sudah datang ?" tanya briana


" sudah Bu" jawab Adam


" kita mulai meetingnya" Perintah Briana


Mereka memasuki ruang rapat.


Semua direktur dikumpulkan dan seluruh manager juga.


" saya ingin mendengar laporan Intisari" pinta Briana


Manager pemasaran menjelaskan bahwa seluruh unit sudah full book. Bahkan kebanyakan mereka membookingnya saat Launching.


Briana tersenyum mendengar hasil kerja keras mereka semua.


" Yang lebih mengejutkan, Dua Benua membeli satu Cluster Bu" jelas Manager Pemasaran tersebut.


" apa ?" tanya Briana tak percaya.


" iya, Dua Benua membeli satu Cluster penuh dan itu Unit yang paling kita andalkan Bu" jelas Manager.


" rencana apa lagi ini " pikir Briana


" Lalu untuk Super Block?" tanya Briana


" Banyak yang mengajukan penawaran kontrak Bu, Untuk harga masih bersaing" jawab Manager pengembangan


" baik, nanti anda menyerahkan Perusahaan mana yang menawarkan kontrak paling banyak " pinta Briana


" iya Bu " jawab Manager pengembangan


Rapat pun dibubarkan , Briana lalu masuk keruangan ya dan mengerjakan pekerjaan yang sudah dia acuhkan selama dia di Paris


Adam memberikan laporan Manager pengembangan mengenai perusahaan mana yang sudah mengajukan kontrak.


Ada beberapa yang sudah mengajukan kontrak, salah satunya Dua Benua Grup.


" Pria ini lagi lagi " umpat Briana


" kenapa Bu ?" tanya Adam


" bukan apa apa, pak Adam anda bisa melanjutkan kembali pekerjaan anda" perintah Briana


" apa papa yang meminta Maxim melakukan ini semua ?" batinya


" ini tak bisa dibiarkan, aku tak mau ada balas Budi " kata Briana sambil keluar dari ruangannya.


Dia akan pergi ke suatu tempat.


" Adam, kalau ada yang mencariku bilang saja aku keluar " pinta Briana


" baik Bu" jawab Adam


Briana ditemani sopir sudah meninggalkan Sanjaya Grup.


🌼🌼


Dua Benua Grup



Briana tiba di kantor Maxim. Dia ingin mencari Perhitungan masalah Satu cluster penuh tersebut.


Dia sudah disambut ramah oleh Resepsionis kantor tersebut.


" Apa anda sudah membuat janji sebelumnya Nona ?" tanya pegawai itu dengan ramah.


" Belum " jawab Briana


" baiklah anda bisa tunggu di tempat tunggu" ajak Pegawai tersebut.


Saat Briana sudah duduk di kursi tunggunya, Bram melihatnya dan menghampirinya.


Sebelumnya Bram ingin menjelaskan pada Resepsionis tersebut.


" kau tak tahu siapa dia ?" tanya Bram


" Model yang digosipkan dengan direktur kan?" tebak Resepsionis tersebut.


" Dia wanita Pak Maxim " jelas Bram


" Ooooo" jawab pegawai tersebut.


Bram lalu mendekati Briana.


" oh hai siang juga Bram " sapa Briana


" Mencari direktur?" tanya Bram


" iya, " jawab Briana sambil tersenyum


" mari saya antar " ajak Bram


Bram mengantar Briana ke ruangan Maxim.


" aku harus mendapatkan bonusku lagi " pikir Bram


Bram mengetuk pintu ruangan bosnya. Tanpa sengaja Bram langsung membukanya seperti Biasa.



Terlihat Maxim sedang berduaan dengan seorang wanita berpakaian minim.


Semua pasang mata di tempat tersebut mendadak melotot karena terkejut.


" Pria Cabuuul" Batin Briana


" kelihatannya aku salah waktu Bram " bisik Briana


" bukan begitu Bu " jawab Bram


" oke adik ipar, aku akan datang lain waktu " kata Briana pamit


" Bi... berhenti " kata Maxim penuh penekanan sambil mengejar Briana ..


" Bos tamat riwayatmu " batin Bram dengan muka memelas


" Bi, dengarkan penjelasan ku" pinta Maxim


" aku memang ingin penjelasanmu Max" kata Briana


" wanita tadi ... " kata Maxim terpotong karena Bunyi handphone Briana


" ya Hallo Adam " kata Briana


🍁🍁


" baiklah aku akan kesana sekarang " tutup Briana


" aku minta penjelasan mu mengenai Intisari nanti " kata Briana berjalan pergi dengan buru buru


" wanita tadi tak seperti yang kau kira Bi " jelas Maxim


" berhenti bergurau, aku sibuk " kata Briana sambil menuju mobilnya


Maxim terlihat frustasi, dia tak memperdulikan karyawan nya yang melihatnya.


" wanita itu kenapa bisa datang tiba tiba " Umpat Maxim


Dia ingin mencari Bram, karena bramlah yang membawa Briana.


" Bramantyo Sardi.... " panggil Maxim dengan berteriak


" apa bos ?" tanya Bram


" kenapa kau bawa dia keruanganku kalau ada wanita gila itu " maki Maxim


" saya tak tahu bila ada Nona Laura di dalam bos " jawab Bram


" dia tak mau mendengarkan penjelasan ku Bram " kata Maxim lirih


" kita Susul dia saja pak " ajak Bram


" dia akan ke tempat lain " jawab Maxim


🍁🍁


Briana mendapati masalah pembebasan lahan untuk proyek super Block.


Ganti rugi yang semula sudah di terima kini pemilik lahan ingin menaikan harganya.


Apalagi di tambah kejadian tadi, itu membuat otak Briana tak bisa berfikir jernih.


Dia menghubungi Adam.


" Adam, tolong batalkan proses lelang Super Block, aku akan menggunakan dana pribadi untuk Modal " kata Briana


" baik Bu" kata Adam dengan herannya.


" satu lagi, batalkan proses pembelian Dua Benua untuk pembelian Intisari bila dia ingin meminta Pinalti berikan saja semau mereka " jelas Briana


" kalkulasikan laba Intisari dengan Modal Pembangunan Super Block lalu sisa berapa email kan ke saya saat ini juga" perintah Briana .


Terakhir dia menelpon Maria meminta Maria menjemput Keana.


🍁🍁🍁


Nb : maaf aku nyomot dari gugel foto Tante Monica


Readers ingat kan film lawas The Matrix Reloaded ???


yup Tante ini pemerannya. πŸ˜…πŸ˜