
Puisi adalah musik
Lukisan adalah musik
Pemikiran adalah musik
Arsitektur adalah musik
Pertanian adalah musik
Taman adalah musik
Alam semesta adalah musik
Adalah musik yang bisaย
Menjadi sarana penyatuan jiwa
Dari berbagai ras, bangsaย
Dan suku, yang sekarang iniย
telah kacau dan terpecah belah
Muhammad Faishal
๐๐
"Apakah aku boleh bergabung ?" Keana berucap pada pemuda itu dengan malu malu.
"Oh, tentu saja kelas kita ini terbuka untuk umum,"
Sambil masih merona pipinya, Keana berjalan mendekati kelompok dari kelas yang di pimpin oleh Kriss.
Keana berbaur bersama para anak anak yang ia yakini sebagai murid Kriss.
Keana mendengarkan penjelasan dari lelaki tersebut, teori tentang alat musik Biola yang telah ia geluti selama ini.
Tiba tiba Keana mengangkat tangannya,
"Bisakah aku mencobanya ?" Tanyanya
Seluruh anggota yang hadir menatap serius kearah Keana, murid Kriss bukan hanya anak anak saja. Namun ada diantara mereka gadis gadis remaja juga mungkin sekitar umur belasan.
"Cih, dia baru saja gabung apa dia bisa ?" Bisik salah satu dari mereka dengan yang lainnya.
"Silahkan nona," Jawab Kriss mempersilahkan Keana mencoba memainkan biolanya.
Pelan pelan Keana menyentuh biola yang diberikan Kriss padanya, ia sangat hati hati karena Biola ini merupakan benda kesayangan Kriss.
Wajahnya seketika merona menahan malu ketika dekat dengan Kriss, Lelaki yang Isa kagumi selama ini. Lelaki yang membuatnya berbelok arah menjadi menyukai hal hal yang berbau biola.
Kemudian Keana mencoba memainkan Biola Kriss. Sambil memejamkan matanya seolah olah biola ini memiliki roh tersendiri.
Keana mencoba memainkan sebuah lagu dari penyanyi nyentrik Amerika. Yang berjudul I'll Never Love Again. Ya lagu tersebut dinyanyikan oleh Lady Gaga dan Bradley Cooper.
Alunan permainan Keana yang syahdu menyentuh hati para murid murid. Lagu yang Keana bawakan sangat menyentuh murid murid
Memang benar adanya bahwa musik bukan hanya seni, namun musik adalah alat untuk menyampaikan pesan tanpa kata kata.
Musik adalah harmoni dari nada nada.
Musik membawa kita terhanyut dalam suasana.
Memasuki chorus, anak anak tersebut secara bersamaan menyanyi bersama lantaran hanyut dalam permainan merdu Keana.
Don't wanna feel another touch
Don't wanna start another fire
Don't wanna know another kiss
No other name fallin' off my lips
Don't wanna give my heart away
To another stranger
Or let another day begin
Won't even let the sunlight in
I'll never love again, oh, oh, oh, oh.
Berhubung lagu ini lagu patah hati, jadi Para anak gadis pun sangat hapal dan menjadikan lagu tersebut sebagai lagu wajib mereka.
Tidak ingin merasakan sentuhan lain.
Tidak ingin menyalakan api lagi.
Tidak ingin tahu ciuman lain.
Tidak ada nama lain yang keluar dari bibirku. Tidak ingin menyerahkan hariku Untuk orang asing lainnya.
Atau biarkan hari lain dimulai.
Bahkan tidak akan membiarkan sinar matahari masuk.
Tidak, aku tidak akan pernah mencintai lagi Aku tidak akan pernah mencintai lagi,
Gemuruh sorak sorai dari para murid Kriss memberikan apresiasi pada permainan indah dari Keana.
๐๐
"Sepertinya kamu bukan dari orang awam nona ?" Tegur Kriss ketika selesai menutup kelasnya hari ini.
"Aku hanya kebetulan menyukai Biola saja, Apa kamu tak mengenal aku ?" Sindir Keana dengan mata berbinar nya.
Kriss mencoba mengingat ingat sambil menatap dalam dalam wanita di depannya.
Kemudian menggelengkan kepalanya.
"Tak masalah, aku bukan orang yang harus diingat." Sahut Keana dan tersenyum sambil berlalu meninggalkan Kriss yang masih berada si tempatnya.
Keana melambaikan tangannya kearah murid murid Kriss dan juga Kriss tentunya.
Edgar sudah menunggunya dengan kesal di dalam mobil.
"Kakak dari mana saja ? lama sekali aku menunggumu !" Tegur bocah yang kini beranajak dewasa tersebut.
"Aku ikut kelas musik di taman tadi,"
"Ah pasti karena bertemu cowok tampan kan ?" Selidik Edgar mengamati wajah kakak perempuannya yang merona merah sedari tadi.
"Sembarang,"
"Aku akan memberitahu Mommy," Ancam Edgar pada kakak perempuannya.
"Lakukan saja, aku tak takut karena Mommy akan membelaku !" Keana mengejek adik lelakinya sambil menjulurkan lidahnya.
"Ayo kita habiskan uang jajan dari Daddy, Ed !"
"Ayo aja, Siapa takut ?"
๐๐
Keana masih memikirkan Kriss, ia sedang termenung di dalam kamarnya sendirian.
Keana tak menyangka Kriss tak mengenali dirinya, padahal Keana masih sangat ingat dengan jelas Siapa Kriss.
"Dad, aku ingin kembali ke Koln !" Celetuk Keana ketika mereka semua sedang makan malam.
"Kenapa ? Apa kau tak betah tinggal disini ?" Tegur Maxim melihat wajah murung Putri sulungnya.
"Sayang, apa Daddy menyakiti hatimu ?" Briana tak mau kalah, ia ikut ikutan mencerca Keana.
"Bukan begitu Mom, Tugasku kuliahku banyak dan harus aku selesaikan,"
"Bagaimana aku menyakiti anakku sendiri Bi, yang benar saja," Maxim mengelak dari kata kata yang sudah Briana tuduhkan padanya.
"Aku hanya menebak saja, kenapa kau tersinggung Max."
"Dad, Edgar juga ingin kembali Ke New York bila Kakak berangkat ke Koln." Anak bungsu mereka juga tak mau kalah.
"Lalu Mommy akan sama siapa kalau kalian meninggalkan Mommy ?"
"Kan ada Daddy," Jawab Mereka berdua bersamaan.
Briana terlihat murung dengan keputusan kedua buah hatinya, Bagaimana tidak sudah lama mereka tak tinggal bersama dan mereka berdua ingin kembali ke tempat mereka menimba ilmu masing masing.
๐๐