
I've been waiting for this moment for a long time. To say this, I need a lot of time. Consider everything that might happen. And many times my answer remains the same ... that ... You. Will you marry me?
Artinya : Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.
Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama … itu … Kamu. Will you marry me?
♥️♥️♥️
Clara masuk ke kamar hotelnya setelah berbicara dengan Mona. Dia mendapati temannya sudah tertidur tanpa mengganti bajunya.
" Kelihatannya dia sungguh lelah" kata Clara
Lalu dia melihat notifikasi yang masuk di Handphonenya.
Banyak sekali panggilan dari Bram untuknya, Oleh karena itu dia berencana ingin menghubungi Bram balik.
" Hi, apa kau marah padaku karena aku tak mengangkat telpon darimu?" tanya Clara di telpon
" Tidak " sahut Bram ketus
" Ada masalah apa ?" tanya Clara kemudian
" tidak ada" jawab Bram lagi dengan ketusnya
" oke, baiklah kalau begitu" sahut Clara mematikan teleponnya
" ckckck aku kira kau sudah mendapatkannya" ejek Maxim melihat wajah muram Bram
" semua wanita memang menebalkan " umpat Bram
" Kau belum tahu kalau Briana sedang marah " kata Maxim membandingkan
" Sekejam itukah mereka Bos?" tanya Bram
" kau lihat saja sendiri, aku tak bisa masuk ke rumahku" sahut Maxim
" aku ingin cepat cepat bertemu dengannya dan menghukumnya " umpat Bram
" Kau Bucin Bram ..." kata kata itu terlontar dari mulut seorang Maxim tiba tiba
" Bos apa kau tak lebih Bucin dariku ?" ejek Bram
" Tidak " jawab Maxim ketus
" iya, baiklah anda yang benar " kata Bram memuji
Itu adalah sebagian kecil percakapan antara kedua lelaki yang sama sama tak mengakui ke Bucinannya. Kedua lelaki yang sangat Arogan namun berubah karena Jatuh cinta.
🌟🌟
Max dan Bram telah tiba di Milan dengan pesawat Pribadi Maxim. Maxim dan Bram ingin segera bertatap muka dengan wanitanya.
Seperti biasa kedua lelaki tersebut ingin bertemu langsung tak peduli dengan keadaan apapun.
Bram mengetuk pintu kamar hotel tempat Briana dan Clara menginap.
" Kalian berdua " sapa Clara dengan kesalnya karena sudah mengganggu waktu tidurnya.
" apa kalian berdua bersenang senang?" sindir Bram
" iya" jawab Clara ketus
" aku ingin menemuinya" kata Maxim
" Kau tak bisa melakukanya Max, kalian tak boleh ketemu dulu" cegah Clara
" Kenapa ?" tanya Maxim heran
" Pamali " kata Clara menutup pintunya dengan keras
Emosi Maxim dan Bram seketika naik di ubun ubun melihat kelakuan Clara.
" Mereka berdua lebih menyebalkan dari yang aku kira " umpat Maxim
" Kau lihat Bos, ini karena kau terlalu meremehkan mereka " ejek Bram
" Aku tak tahu, aku ingin tidur" Gerutu Maxim meninggalkan Bram yang masih di depan kamar Clara.
🍁🍁
Pagi harinya Clara buru buru membangunkan temannya yang masih tertidur dalam mimpinya.
" Bi, kau harus bangun ini adalah hari pentingmu" kata Clara.
" kenapa kau ribut sekali sih ini hanya Photoshoot saja" jawab Briana dengan ketus.
Clara tak mau kalah, dia lalu menyeret temanya untuk bersiap siap.
Clara membawa Briana di sebuah taman terkenal dekat Milan.
Taman tersebut adalah Giardini Pubblici Indro Montanelli atau disebut juga ("Kebun Umum Indro Montanelli"), sebelumnya dikenal sebagai Giardini Pubblici dan Giardini di Porta Venezia (dan berganti nama menjadi Indro Montanelli pada tahun 2002) adalah taman kota utama dan bersejarah di Milan , Italia , terletak di Distrik Porta Venezia , timur laut dari pusat kota, di divisi administrasi Zona 1 . Didirikan pada 1784, mereka adalah taman kota tertua di Milan. Setelah pembentukannya, Kebun telah berulang kali diperbesar (ke area keseluruhan saat ini 172.000 m 2 ) dan diperkaya dengan bangunan terkenal, terutama Museum Sejarah Alam (1888-1893) dan Planetarium (1930).
Clara mengajak Briana ke ruang di salah satu Giardini Pubblici.
" Untuk apa Sarah melakukan pemotretan di tempat seperti ini " ucap Briana
" Aku tak tahu, kau kan Model profesional" sindir Clara
Serombongan Penata Rias masuk keruangan tersebut untuk me makeup Briana. Clara lalu meninggalkan Briana untuk di make up.
Briana akan mengenakan Wedding dress dari Sarah Burton. Sebenarnya dalam Lubuh hatinya sangat mengharapkan dia bisa memakai wedding dress seperti ini dengan sang pujaan hati. Tetapi logikanya bertolak belakang.
" Kapan aku secara benar memakai ini di acara wedding ku" batin Briana
" Hai Bi " sapa Mona dan Clara.
" Mona??" tanya Briana kaget dibuatnya.
" Kenapa? kau kaget ?" tanya Mona
" Tentu saja, kau berada disini, dan kalian ???? Pakaian Bridesmaid?" tanya Briana
" Kita kan harus totalitas " jawab Clara
" Apa ini tak berlebihan ?" tanya Briana lagi
" Bukankah ini lumrah untuk model seprtimu " ejek Mona
" Kau sangat cantik Bi, " puji Clara
Clara dan Mona memeluk erat Briana.
" Hentikan, kalian berdua kalian kira aku akan menikah sungguhan " ejek Briana
" Memangnya kau tak ingin menikah ?" tanya Mona
" Aku belum berminat" sahut Briana
" Tapi Maxim menunggumu, keburu tua " ejek Clara
" Daripada kalian memikirkan dia, aku lapar " pinta Briana
" Oh iya, kau belum sarapan jangan sampai nanti kau pingsan " bujuk Mona
Mona mengambilkan Sarapan untuk Briana.
" Aku sudah menunggu ini dari lama " puji Clara
" aku biasa saja " sahut Briana sambil mengunyah rotinya.
" Kau harus banyak belajar dari Oma " ejek Clara
" Kenapa aku ?" elak Mona
.
" kau kan istri yang baik " ejek Clara..
" kalian berdua bicara apa sih " sindir Brina
🍁🍁🍁
Setelah Briana menyelesaikan Sesi Make up nya.
Clara dan Mona membawanya ke tempat acara.
Briana melihat Venue Wedding dan WO.
" apa kita salah tempat ?" tanya Brinaa
" aku rasa tidak Bi, " jawab Mona
" Hei, ini Venue orang " bentak Briana
"Siapa yang Membooking Giardini ?" Tanya Briana
" Siapa lagi kalau bukan Suamimu " kata Mona dan Clara berbarengan dengan entengnya
" APAAAA?????" tanya Briana berteriak
🍁🍁🍁
Bagaiman kisah Briana selanjutnya ??