Princess Connect

Princess Connect
Empat Puluh Sembilan



Tak ada kata terlambat tuk berubah. Masa lalu hanyalah pendewasaan dirimu. Hidupmu tak ditentukan oleh orang lain tapi kamu!


------------------------------


" Kau tak akan melakukanya malam ini kan Max ?" goda Briana


" Disini aku yang berkuasa sayang " ejek Maxim


" Max... Besok aku akan pergi jauh tak bisakah kau membiarkan aku istirahat" bujuk Briana.


" Karena kau ingin pergi jauh, kau harus memberikanku" goda Maxim dengan tangan kanannya membuka kancing baju Briana.


" Kau benar benar ingin menghamiliku Max" umpat Briana


" Tentu saja, itu tujuan utamaku" Balas Maxim


Maxim tak membiarkan Briana lepas kali ini , Semangatnya menggebu gebu setelah mendengar syarat dari Briana.


Malam semakin larut, mereka berdua telah hanyut dalam lautan asmara. Entah sudah berapa kali mereka menyalurkan hasratnya.



Briana sudah melihat pria disampingnya sudah terlelap dalam tidurnya. Dia lalu mengenakan pakaiannya dan berjalan ke luar kamar Tersebut.


Dia masuk ke kamar Keana dan berusaha tidur di sebelah gadis kecilnya. Dia memang sengaja menghindari serangan Singa jantan yang buas.


🍁🍁


Keesokan paginya Maxim menyadari bahwa Tak ada wanita itu di sampingnya. Dia takut Briana akan kabur begitu saja.


Buru buru dia mencari Briana ke seluruh penjuru Kamar. Tetapi Maxim tak menemukan Briana di manapun.


Lalu di buru buru keluar kamar dan mencari ke setiap sudut rumahnya .


Senyumnya merekah saat melihat wanita itu sedang tidur dengan Putrinya.


" Untung saja, tak kabur " kata Maxim lirih.


Maxim lalu mendekati kedua wanita yang ada di hadapannya.


" Kau meninggalkanku" kata Maxim mulai mencumb* Briana.


" Ini kamar putrimu Max !!!" keluh Briana


" Kenapa, kita bisa pindah ke kamarku " goda Maxim


" Kau akan telat ke kantor sayang " bujuk Briana.


" Tenang saja, aku bisa meliburkan semua karyawanku" bujuk Maxim


" Kau akan merugi sayang " rayu Briana


" Tenang saja, aku sudah sangat kaya " Bangga Maxim


" Keana ayo bangun sayang, tolonglah mommy mu ini " Kata Briana membangunkan Keana.


Maxim melotot melihat ulah Briana. Bagaiman mungkin dia akan membangunkan anaknya. Dia bisa gagal mendapat jatah pagi ini.


Keana mulai menggeliat karena Briana menggelitiknya.


"mom... ini geli" Kata Keana dengan suara Seraknya khas bangun tidur.


" Keana hari ini Daddy ijinkan Bolos sekolah" bujuk Maxim


" Bolehkah mommy ??" tanya Keana


" No " jawab Briana


" Keana ingin adik kan ?" tanya Maxim


" Sure dad" jawab Keana


" Menurutlah dengan Daddy " rayu Maxim


" Oke " sahut Keana.


" Daddy ada yang ingin dibicarakan dengan mommy" rayu Maxim


" Kau apa kurang semalam ?" ejek Briana


" Selalu kurang kalau denganmu " goda Maxim


" Bi... kau benar benar tak peduli dengan ku " Pinta Maxim


Briana keluar kamar Keana dan akan bersiap siap pulang.


" Baiklah aku akan mengantarmu pulang " kata Maxim mengalah.


" Nah gitu dong dari tadi " kata Briana


" tapi aku tak akan membiarkanmu tenang selama perjalanan pulang" Batin Maxim dengan liciknya.


🍁🍁


Maxim mengantar Keana ke sekolah dengan Briana. Tak ada kata terucap dari kedua mulut mereka. Mereka masih malu malu dengan kejadian tadi malam.


" Sayang kau yakin tak ingin aku mengantarmu ke Milan?" tanya Maxim basa basi.


" Untuk apa ? kau akan jenuh mengikuti aku dan Clara " ejek Briana


" atau kau tak ingin aku menggagalkan perselingkuhan mu nanti ?" sindir Maxim


" Bagaimana mungkin aku bisa berselingkuh, kau selalu memata mataiku" ejek Briana


Maxim terkekeh senang mendengar kata kata Briana.


" Karena kau hanya milikku" kata Maxim penuh ketegasan.


" Aku takut sekali sayang " ejek Briana


" Mom, kau berapa lama di Milan ?" tanya Keana


" Mungkin 3 hari " jawab Briana


" Keana ikut mom" rengek Keana


" Mommy pergi bekerja sayang, bukan jalan jalan" bujuk Briana.


" Setelah mommy pulang, kita akan berlibur bertiga " ajak Maxim


" Benarkah itu dad ...?" tanya Keana.


" Iya " jawab Briana


Mereka telah sampai di sekolah Keana. Briana dan Maxim mengantar Keana hingga masuk ke sekolahnya.


Lalu Maxim mengantar Briana pulang.


Maxim membukakan pintu untuk Briana dan memasangkan seat belt nya .


" Kita lanjutkan PR kita ya sayang ?" goda Maxim


" Max... kau tak tahu waktu " ejek Briana


" Aku sudah mengalah tadi denganmu " rengek Maxim.


" Ini bahkan di parkiran sekolah anakmu, apa kau tak waras !" ejek Briana.


" Kita bisa pulang lagi, atau pergi Ke Hotel" bujuk Maxim


" Dalam mimpimu, aku harus ke airport Max" bujuk Briana.


" Aku sudah menunda semua ini sayang" rengek Maxim


" Kau seperti Keana saja " ledek Briana


Maxim mengemudikan mobilnya dengan senyum licik nya.


" Max ... ini bukan arah ke rumahku " bentak Briana.


" Diamlah Nyonya Lautner kita akan bersenang " Ledek Maxim


" Aku akan telat nanti " bantah Briana


" Clara akan mencariku" tambah Briana


" Aku sudah mengaturnya" sahut Maxim dengan cueknya.


🍁🍁🍁