
Of all who have come, I learned how to hold hands. While of all those who chose to leave, I learned to be able to love again. And today I am with you, May I love you and take care of you, until the end of the rest of my age.
( Dari semua yang pernah datang,
Aku belajar bagaimana cara menggenggam tangan.
Sedang dari semua yang memilih pergi,
Aku belajar untuk bisa mencintai lagi.
Dan hari ini aku bersamamu,
Bolehkah aku mencintaimu dan menjagamu, hingga akhir sisa usiaku.)
πΌπΌπΌ
"Bi, kau jangan sampai kecapaian, hari ini kita langsung fitting Busana " jelas Clara
" Apa harus segitunya, ini hanya photoshoot untuk Suatu event saja kan?" tanya Briana
" Kalau lupa, kau ini model profesional" ejek Clara
" oke , oke baiklah " sahut Briana kesal
" Apa dia sudah menghubungi kamu?" tanya Clara
" Dia siapa ?" tanya Briana balik
" Calon suamimu " sahut Clara
" aku belum berniat menikah " jelas Briana
" Kata katamu berbelit belit, Apa Maxim sudah menghubungi mu?" tanya Clara
" Belum, aku juga heran padanya " jelas Briana
" Kau merindukan Daddy Keana ?" ejek Clara
" Bukan begitu, ini seperti bukan dia jangan keluar negeri, aku tak membalas pesannya saja di bisa marah marah " tutur Briana
" Mungkin dia mendapatkan istri baru " goda Clara
" Itu bagus, aku jadi bisa mencari lelaki lain " kata Briana dengan kesal
" Hadeh, kau juga sehari tak bertemu dengannya juga sudah kaya cacing kepanasan " ejek Clara
" Apa ????" umpat Briana
" Kau tak lihat, tanpa Maxim aku baik baik saja " Kata Briana memuji dirinya sendiri.
ππ
Sore Harinya mereka ke Butik yang di sudah dipersiapkan untuk Fitting bajunya.
Briana dan Clara menemui designer tersebut.
Briana sudah pernah bertemu Sarah Burton sebelumnya .
Mereka berjumpa di New York Festival tahun Lalu. Waktu itu Sarah sedang memamerkan rancangan wedding dress nya. Kala itu Briana hadir sebagai Guest acara tersebut.
" You look so beautiful wearing it, Miss Briana " puji Sarah
" Thanks so much" jawab Briana
" He, must be like this dress" kata Sarah
" Sorry, what you mean " He" ?" tanya Briana penuh ketegasan
" Oh I' m sorry, i mean your Fotographer" jawab Sarah lanjut.
" Oh, that's true" sahut Briana
" You have any problem with this dress ?" tanya Sarah kemudian
" Oh no, i belive of you" jawab Briana
" Luar biasa Bi, kau pantas memakainya " Puji Clara dengan penuh haru
" Ayolah, reaksi mu berlebihan nenek" ejek Briana
" Aku memang terharu Bi" sahut Clara
" Ayo, setelah ini aku akan mentraktir mu" ajak Briana .
ππ
Setelah menyelesaikan Fitting wedding dress, Briana dan Clara berencana ingin berbelanja barang barang yang mereka suka.
Tanpa di duga, Hendry sudah menunggunya di depan butik Sarah Burton.
" Hai kak, aku menagih janji mu " kata Hendry
menggoda Briana
" mumpung tak ada Bram , bersenang senanglah " Bisik Briana pada Clara
" Bi, kau ...!" umpat Clara
" Kakak, kami pergi dulu " Pamit Hendry pada Briana
" Ini rahasia, kalau kau tahu pasti aku akan dibunuh Maxim " ejek Briana.
Briana meninggalkan mereka berdua , Dia memesan taksi.
Dia menuju ke suatu Restoran sekitar Milan.
Disana sudah menunggu seorang lelaki tampan. Lelaki itu tak kalah pesonanya dengan lelaki lain dimanapun.
" Hi, Brendon ... did you wait for me too long?" Sapa Briana yang baru datang
" No, i just arrived" jawab Brendon dengan senyumnya.
Mereka lalu mengobrol dengan intensnya. Terlihat dari raut wajah keduanya menggambarkan kegembiraan.
ππ
Bram mendapatkan laporan yang tidak menyenangkan, dia lalu melaporkan kepada Bosnya Maxim.
" Bos, apa kau masih ingin menunda keberangkatan anda ke Milan ?" tanya Bram
" Apa Briana membuat ulah lagi ?" selidik Maxim.
" Dia bertemu Brendon Urie" jawab Bram
" Bukankah Brendon masih di London?" tanya Maxim dengan raut wajah marahnya.
" Hendry Rodriguez yang mengaturnya, dia bahkan membawa Nona Clara " jelas Bram
Maxim memejamkan matanya, mendengat penuturan Bram.
" Bos , kita harus cepat kesana " bujuk Bram
" Emosimu pasti sudah diubun ubun " ejek Maxim
" Tentu saja, wanita itu bersamanya, apa anda tak cemburu Bos ? " ejek Bram balik
" Untuk apa, aku sudah mendapatkannya" balas Maxim
" Aku tak percaya, kau pasti juga uring uringan lihat saja kedekatannya dengan Brendon" kata Bram menunjukkan foto Briana sedang bersama dengan Brendon.
" Baiklah , Bram kita lakukan rencana kita lebih cepat " Perintah Maxim.
" Siap Bos" jawab bram
" Sebenarnya, aku akan membiarkan dia menikmati masa lajangnya" Kata Maxim
" Tapi mereka keterlaluan Bos" umpat Bram
" Kenapa sekarang kau lebih arogan dari padaku Bram ?" sindir Maxim
" ini masalah perasaan " jawab Bram sekenanya.
" Hubungi pihak hotel, aku akan memajukan jadwalku " perintah Maxim pada Bram.
" Lalu beritahu Diana, batalkan semua jadwalku untuk seminggu kedepan " imbuh Maxim
Pagi ini juga mereka berdua langsung menuju Milan.
" kita akan tiba disana pada malam hari waktu Milan bos " jelas Bram.
" Baguslah , aku bisa beristirahat dulu" kata Maxim dengan santainya.
" Kelihatannya anda sudah sangat siap Bos " sindir Bram
" tentu saja, ini sudah ku rencanakan dari tahun tahun sebelumnya " jawab Maxim.
ππ
Briana tiba di hotel lebih dulu dari Clara. Dia lumayan lelah oleh karena itu dia ingin tidur lebih awal agar besok ada semangat untuk sesi Pemotretan.
Clara tiba di Hotel tepat saat Mona dan Keluarganya tiba. Mereka lagu berpelukan dengan haru.
" Aku tak menyangka ini akan terjadi " Isak Mona
" Kenapa kau menangis Oma ?" tanya Clara
" Wanita itu sudah melaluinya dengan bersusah payah " kata Mona
" Kita doakan saja , semoga ini yang terbaik untuk Briana " bujuk Clara.
" Dimana dia ?" tanya Mona
" Tadi dia tak memberitahuku ingin kemana, aku baru saja sampai di antar Hendry?" jelas Clara
" Hendry Rodriguez ???" tanya Mona Heran
" Iya kenapa ?" tanya Clara
" Kau mengencani dua pria sekaligus nenek ?" sindir Mina
" kau jangan bercanda, aku tak ada hubungan apa apa dengan Hendry" jelas Clara
" Bram ...?" tanya Mona
Clara tak menjawab Pertanyaan Mona, dia hanya tersenyum sendiri dan rona merah muncul diwajahnya.
πππ
Apa yang akan terjadi pada Episode selanjutnya ... ??
Tulis jawaban sesukamu di kolom komentar ππ
Siapa tahu bisa menjadi inspirasi cerita ini.