Princess Connect

Princess Connect
Empat Belas



"Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah."


🌼🌼


Maxim membawa mobilnya ke Rumah sakit lagi.


Hatinya sudah cukup tenang setelah memberi Briana hukuman.


" Tuhan, apa aku dulu pernah bersalah pada seseorang kenapa kau hukum aku seperti ini" batin Briana


🌸🌸


Di dalam kamar rawat inap Keana Sudah ada beberapa orang, Yang paling mengejutkan Briana adalah dr Arga


" Arga.... " Ucap Briana


Arga pun menoleh melihat Briana datang bersama Maxim.


" aku melihat papamu masuk rumah sakit, lalu papamu memberitahu keponakanmu dirawat disini" jelas Arga


" Kau sibuk, ini akan mengganggu waktumu" bujuk Briana


" harusnya dari awal aku menjenguknya kalau tahu Keana keluargamu" pinta Arga


Maxim tak memperdulikan kedua orang tersebut berbicara, dia ingin memberikan makanannya untuk putrinya


" Keana sudah makan Dad, Opa membelikan Bubur ayam " kata Keana


" baiklah kalau begitu, aku pamit dulu. ayo dok" ajak Briana


" Mommy... Keana ingin bersama mommy" rengek Keana


" Mommy?" tanya Arga


" ah itu hanya panggilan dari keana " jelas Briana merasa jengkel


" Mommy ada urusan dulu Keana , mommy harus ke kantor" bujuk Briana


" baiklah, cepat kembalilah" kata Keana dengan sedih


" oke "Briana mengangkat jari kelingking nya


Lalu mengajak dr Arga keluar kamar rawat inap Keana.


" Kami tak ada hubungan apa apa" jelas Briana


" kenapa bicara ini padaku ?" tanya Arga


" aku hanya menjelaskan, aku tak ingin semua orang salah paham dengan hubungan ini" jelas Briana


" aku percaya padamu Bi" jawab Arga



Ganteng gak readers ??


Author POV \=


Arga adalah teman SMA Briana sebelum Briana pindah ke London.


dr Arga adalah dokter syaraf di Rumah sakit Pondok Indah.


🍁🍁


Tiba tiba handphone Briana berbunyi.


Dia melihat nama Clara di handphone nya.


" Ada apa Ra ?" tanya Briana


" Bi, aku tak bisa meng handle majalah Elle, mereka akan memberikan pinalti kalau kita membatalkan sesi pemotretan dan interview" jelas Cara


" berapa besar nilainya ?" tanya Briana dengan wajah muram


" 20.000 euro" jawab Clara


" oke aku kesana " jawab Briana


" kalau kau terbang kesini hari ini pun sudah telat, tapi setidaknya kau bisa datang" jelas Clara


" kau ulur saja waktunya !" pinta Briana


" aku akan pergi ke Paris sekarang untuk negosiasi Bi " bujuk Clara


" oke thanks " kata Briana sambil menutup telponnya


" ada masalah apa Bi?" tanya Arga


" masalah kerjaan, aku akan kekantor " jawab Briana tak ingin Arga cemas.


Briana ingin bicara sesuatu pada papanya.


Arga pun ijin pergi karena tak ingin mengganggu mereka.


Papanya melihat kekhawatiran pada putrinya


" ada masalah apa?" tanya Tomi


" Briana akan ke Paris pa"


" kapan?"


" sekarang" jawab Briana


" beritahu keana , dia mencarimu" bujuk Tomi


Briana akan kembali ke ruangan Keana.


Sambil menelpon Adam assisten Briana


" Pesankan penerbangan hari ini ke Paris" kata Brian singkat kemudian menutupnya


Briana kemudian masuk ke kamar Keana.


" Mommy datang lagi " seru Keana dengan gembira


" Mommy ingin pergi mungkin besok kita tak bisa bertemu" kata Briana


" kenapa ?" tanya gadis tersebut


" Mommy harus bekerja " jawab Briana


" Biar Daddy aja yang bekerja, mommy temani Keana " pinta Keana


" kenapa kau susah sekali diatasi bos kecil ?" batin Briana


" Berjanjilah pada mommy Keana harus patuh apa kata Oma, harus mau makan dan jangan nakal" bujuk Briana sambil memeluk Keana


" wanita ini benar benar bisa menaklukan Keana " pikir Maxim


Keana mengangguk mematuhi perkataan Briana.


Adam menelpon Briana


" Bu, penerbangan paling dekat tinggal 55 menit lagi, kalau Bu Briana berkenan ibu bisa mengirim nomer paspor lalu saja akan membookingnya " kata Adam


" oke , thanks " jawab Briana singkat lalu menutupnya.


Briana memeriksa isi tasnya, Biasanya dia selalu membawa kemanapun dokumen pentingnya dalam sebuah Pouch.


" ada " batinya.


Maxim masih memperhatikannya dari tadi. hingga melihat raut wajah serius Briana .


Briana lalu bergegas meninggalkan ruangan Keana .


Sambil berjalan dia mengeluarkan paspor nya lalu memfotonya.


Tanpa disadari Maxim mengikutinya dari belakang.



" Untuk apa dia mengeluarkan paspor?" pikir Max


Maxim mendekati Briana, dia tak ingin briana melarikan diri lagi. Maxim takut kalau masalah Keana memicu amarah Briana.


" Kau ingin kabur lagi ?" tanya Maxim tiba tiba


" kau mengagetkan aku " gerutu Briana


" jawab dulu pertanyaan ku" pinta Maxim


" Kumohon Max, jangan cari gara gara denganku hari ini. aku sedang buru buru waktuku tak banyak " Briana memohon


Briana bergegas pergi setelah mem fotokan paspornya , sekarang tinggal tunggu E- tiket yang akan Adam kirim .


" kau mau kemana ?" tanya Maxim lagi mengikuti Briana


" Paris" jawab Briana singkat tanpa menoleh ke arah Maxim


🍁🍁🍁


Hai readers tersayang minta dukungannya


like, share , komen dan Vote


Terimakasih