
"Kalian berdua jangan membantah ucapan Mommy !" Hardik Seorang ibu yang sedang menasehati kedua anaknya.
Kedua anak tersebut terduduk lemas sambil menundukkan kepalanya tak berani membantah Mommynya.
"Iya Mom, Keana janji tak akan mengulanginya lagi !" Bujuk Putri kecilnya yang kini beranjak remaja.
Sambil menyetir mobilnya, Briana menatap kedua anaknya lewat kaca depan di mobilnya.
Meski dia memarahi kedua anaknya, Tapi hatinya masih tak tega akan melakukan hal tersebut.
Sebagai seorang sosialita dan istri dari pengusaha terkenal, Briana masih tak mau repot repot menggunakan sopir. Menurutnya lebih efisien bila dia menyetir sendiri. Karena kesibukannya sebagai ibu rumah tangga tak banyak menyita waktunya.
Kini mereka bertiga telah sampai di kediaman mereka. Kedua anaknya tak henti hentinya membujuknya supaya tak menceritakan kejadian siang tadi kepada Daddynya.
"Mom, Ed takut Daddy akan marah .." Keluh si bungsu Edgar.
"Kalau Ed takut Daddy marah, Ed jangan melakukan hal konyol !!" Ejek Keana pada Adik lelakinya tersebut.
"Mom, kau lihat kakak mengejekku ?" Protes Edgar kemudian diikuti menjambak rambut kakaknya yang terurai.
"Hentikan.... !!! kalian berdua masuk ke kamar kalian masing masing, Mommy tak mengijinkan kalian keluar kamar dengan alasan apapun .." Perintah Briana pada kedua anaknya.
"Kalau Ed lapar ?" Tanya anak lelaki tersebut dengan berlinang air mata.
"Nanti bi Ningsih yang akan mengantar makanan kalian.." Briana memberikan hukuman kepada kedua buah hatinya agar Meraka bisa merenungkan apa kesalahan mereka berdua.
Kedua anak tersebut kini berjalan gontai ke kamar mereka masing masing, meski tak lupa juga mereka saling menjulurkan lidahnya untuk saling mengejek satu sama lain.
Melihat kelakuan kedua anaknya, Briana makin tambah kesal, sikap mereka persis sekali dengan suaminya.
Di dalam kamarnya, Keana sedang memandang keluar jendela kamarnya.
Pikirannya tak karu karuan saat ini. Karena sore ini juga dia ada janji dengan teman temannya.
Bunyi dering ponselnya membuyarkan pandangannya ke arah luar.
"Eh elu udah sampai mana Ann ?" Cecar Sita teman sekelas Keana.
"Sorry Ta, Nyokap gua gak ngasih ijin nih !" Gerutu Keana meremas ponsel ditanganya.
"Kok bisa ? kita kan sudah janjian sama Farah juga Ann ..." Protes Sita lagi.
"Mau gimana lagi, daripada aku dipindah sekolah hayo.." Sahut Remaja itu meyakinkan Sita.
"Ya udah kalau gitu gue berangkat sendiri saja, elu baik baik sono dirumah " Sita Mengejeknya lagi.
Karena kesal, Keana membanting ponsel pintarnya ke arah semaunya. Untung saja ponsel itu tergeletak di atas karpet berbulu di bawah tempat tidurnya.
Untuk mengisi waktu luangnya, Remaja yang hobi bermain basket ini manyalakan monitor PCnya.
Keana akan main game online yang sudah dia geluti selama ini. Berbagai macam game telah terinstall tapi di Personal Computer miliknya.
Tak tanggung tanggung, kalau dia sedang duel bisa bisa semalaman dia tak tidur. Alhasil karena bangun terlambat, dirinya menjadi bulan bulan Daddynya.
ππ
"Bi Ningsih bilang kau menghukum mereka sayang ?" Maxim baru saja pulang kerja dan meminta konfirmasi mengenai hukuman untuk kedua anaknya.
"Biar mereka merenungkan kesalahan mereka.." Jawab Briana singkat.
"Apa yang terjadi Bi ?" Maxim mencium bau bau masalah telah terjadi.
"Tadi aku dipanggil ke sekolah kedua anakmu Max .." Gerutu Briana masih berapi api.
"Bi ayolah, mereka masih anak anak ini hanya hal biasa .." Bujuk Maxim melihat kekesalan Briana.
"Hal biasa bagaimana ?" Protes keras Briana.
Kemudian, Maxim menyuruh Ningsih untuk memanggil kedua anaknya datang ke kamar dirinya.
"Bi, apa ini tak berlebihan kau mengurung mereka di kamarnya ?" Keluh Maxim mencoba merayu istrinya dengan memeluk serta menciumnya.
Ketika Maxim sedang merayu Briana, Tiba tiba Edgar masuk ke kamar Maxim tanpa mengetuk pintu dahulu.
"What happened Dad ?" Tanya Edgar masih takut Daddynya akan memarahinya.
Begitu Edgar tiba, Briana kemudian menepis wajah Maxim jauh jauh dari dirinya.
"Ehemmm.. " Maxim mencoba mengeluarkan suaranya untuk menyidang kedua anaknya..
"Kalian tahu kesalahan kalian berdua ?" Kini Suara Maxim mulai meninggi.
Sebenarnya Mommy mereka tak tega untuk memarahi mereka berdua.
"Tahu Dad.." Sahut mereka berbarengan.
"Satu tidur dikelasnya, dan yang satu berkelahi dengan teman sekelasnya .." Cecar Briana lagi lagi.
"Ah berkelahi kan hal biasa sayang.. apa lagi untuk anak laki laki seperti Edgar .." Bujuk Maxim.
"Edgar tidur di kelas, sedangkan Keana memukul teman lelakinya.." Briana menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka.
"Edgar.. Keana..!!" Teriak Maxim pada kedua anaknya.
"Dad ayolah, aku memukulnya karena dia curang waktu main game onlie CS go.." Terang Keana.
"Hanya karena game apa tadi ?? (Maxim belum bisa mencerna kata kata Keana nama game tadi) kau berkelahi Anna ?" Tanya Maxim emosi.
"Daddy kuno, membo..." Kata Keana terpotong ketika Mommynya menyeretnya keluar sebelum Kena amukan Daddynya.
"Ayo, sebelum emosi Daddy meledak ledak.." Ajak Briana masuk ke kamarnya.
"Mom, Daddy sesungguh keterlaluan dia memarahi Anna karena sebuah game !" Gerutu Keana tak terima.
"Keana, jaman Daddy masih muda dia tak main game online jadi maklum saja. Dan lagi kamu berkelahi itu salah !" Nasehat Mommynya pada Keana.
"Oke Mom, Keana janji tak akan berkelahi lagi kalau tak kepepet !" Janji Remaja tersebut.
"Kenapa harus ada embel embel kepepet ?" Seru Briana masih tak bisa menahan tawanya.
"Mommy memaafkan Keana ?" Rengek Keana membujuk Mommynya.
"Iya.." Kali ini Briana tak kuasa memeluk putrinya.
Setelah menenangkan putrinya Keana, Briana lalu pergi ke kamar Edgar untuk melihat anak lelaki tersebut.
"Sayang, bolehkah Mommy masuk ?" Briana meminta ijin pada Edgar kecil untuk masuk ke kamarnya.
"Of Course Mom.." Sahut Edgar lembut.
"Apa yang membuatmu tak nyaman sayang ?" Selidik Mommynya pada Edgar.
"Edgar kesulitan untuk tidur mom.." Jawab anak lelaki itu.
"Baiklah, mommy akan menemanimu tidur untuk malam ini.." Kata Briana lembut sambil mengelus kepala si bungsu Edgar yang lagi manja.
Edgar menguatkan tangannya di pelukan Mommynya, "I love u Mom.." katanya lirih.
"I do love u Ed, Love u very much and much .." Briana mengecup kepala anak lelakinya.
"Sayang kau melupakan suami Kunomu ini ?" Bisik Maxim di telinga Briana yang masih tertidur di kamar Edgar.
"Jangan menggangu Max.." Keluh Briana enggan membuka matanya.
"Giliranku kapan Bu ?" Protes Maxim.
"Ed memintaku menemaninya malam ini !" Ungkap Briana tak ingin beranjak dari kamar Edgar.
"Benar kata Keana, Daddy Kuno dan Membo.." Belum sempat Maxim meneruskan kalimatnya, Briana sudah menutup mulutnya agar tak membangunkan Edgar.
"Max, Ed kesulitan tidur, makanya dia terlambat bangun.." Bisik Briana.
"Dan, aku juga kesulitan tidur bila tak bersamamu.." Keluh Maxim dengan muka melasnya seperti Edgar.
Karena tak ingin membangunkan Edgar, Mau tak mau Briana menuruti perintah suaminya.
Setelah Maxim tidur,dia bisa kembali menemani Edgar lagi Pikir Briana.
πΌπΌ