Princess Connect

Princess Connect
Tiga Puluh Delapan



Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi.


🍁🍁🍁


" aku mengkhawatirkan kamu sayang " kata Maxim memeluk Briana


" aku baik baik saja" kata Briana mencoba melepaskannya


" Kau belum makan, kau ingin makan apa ?" bujuk Maxim


" aku ingin tidur" jawab Briana lirih


" Baiklah ayo tidur" ajak Maxim menggenggam tangan Briana menuju Tempat tidur


" aku bisa sendiri" tolak Briana


" atau kita tidur dengan anak Kita ?" ajak Maxim


" Tidak " jawab Briana mendekati Nakas ingin mengambil obat penenang nya


" kau mencari apa ?" tanya Maxim


" tak ada" jawab Briana berbohong


" aku sungguh minta maaf, apa kau mau memaafkan ku?" pinta Maxim


" kau bilang ingin aku menikah denganku ?" tanya Briana.


" tentu saja, Bi " jawab Maxim tanpa ragu


" kalau begitu, tinggalkan Keana dia bukan anakku " kata Briana tegas


" Bi, kau jangan bercanda" bujuk Maxim


" apa aku terlihat seperti bercanda ?" tanya Briana


" mana mungkin aku akan meninggalkan putriku " pinta Maxim


" Dia bukan putrimu, kau pilih aku atau dia ?" tanya Briana serius


" aku pilih kalian " jawab Maxim lantang


" kenapa ?" tanya Briana


" tak ada yang bisa memisahkan kita " kata Maxim


" Kalau begitu, aku tak mau menikah denganmu " kata Briana dengan yakinnya


" Bi, aku tak bisa memilih antara kalian berdua " Rayu Maxim menundukan kepalanya sambil menggenggam tangan Briana


Briana tersenyum dengan liciknya.


Lalu menjewer telinga Maxim


" Bi sakit " teriak Maxim


" kau juga menyakitiku tadi, apa kau lupa ?" bentak Briana


" jadi kau sudah memaafkan aku ?" tanya Maxim


" Tidak , aku benci padamu " ejek Briana


" Sayang kau membuatku khawatir" Kata Maxim sambil memeluk Briana


" Lepaskan max" pinta Briana


" Tidak untuk kali ini " rayu Maxim


" aku akan ganti baju " kata Briana yang baru menyadari dia hanya memakai handuk di nadanya


" Tidak akan " goda Maxim dengan senyum liciknya


Briana mencoba memberontak untuk berdiri. Tapi lagi lagi dia kalah kuat. Badan lelaki itu lebih kuat dari badannya.


Apalagi kini Maxim makin Menggodanya, Tak henti hentinya dia mencumb** Briana di semua badannya.


" Kita akan melakukannya malam ini ?" tanya Maxim


" Tidak " jawab Briana


" kenapa bi ?" tanya Maxim dengan raut wajah masam setelah gak mendapat lampu hijau


" anakmu menungguku " bujuk Briana


" Keana bersama pengasuhnya, Sekarang kau harus mengasuh Daddy nya " goda Maxim


" Max, kau mesum " ejek Briana


Karena sudah gemas dengan tingkah laku Briana, max sudah tak tahan ingin mencicipi b*b*r lembut Wanita itu.


" Sayang, sudah lama aku tak bergairah seperti ini " puji Maxim mendapatkan ciuman dari wanitanya.


Semakin lama ciuman mereka semakin liar dan makin bernafsu, entah apa yang membuat Briana memberikan lampu hijau untuk lelaki didepannya.


Kini Maxim sudah membuka kemejanya, hingga tersisa celana panjangnya.


Briana hanya melihatnya dengan heran.


" Iya, sudah lama hingga aku sudah melupakan mu, benar benar melupakan mu" ejek Briana


Mendengar hal itu tak membuat Maxim marah, itu justru makin membuat nafsunya menjadi jadi.


" sekarang aku akan mengingatkan nya untukmu" goda Maxim


(Adegan berikutnya sudah jelas ya Readers , aku tak perlu menjelaskan dengan kata kata, cukup hati kita saja yang merasakan kebahagiaan mereka berdua XiXixixixi πŸ˜‰πŸ˜‰)


β™₯️β™₯️


Pagi di Resort


Pakaian dan Handuk mereka berserakan di lantai. Sedangkan Mereka berdua masih terlelap dari tidurnya.


Hingga Maxim bangun terlebih dahulu dan menelpon Sekretaris nya untuk mengosongkan jadwalnya pagi ini. Dia berkata akan ke kantor lebih Siang.


Mendengar hal tersebut membuat Briana terbangun dari tidurnya.


" apa aku membangunkan mu ?" tanya Maxim


" tidak" jawab Briana sambil mengangkat selimut menutupi seluruh tubuhnya.


" Bi, apa kau akan dibawah selimut terus ?" goda Maxim


" aku lelah " jawab Briana


" kau begitu kelelahan setelah bertarung dengan ku" goda Maxim


" Terserah kau saja " kata Briana memungut handuknya dan berjalan ke kamar mandi


" Bi kau tak mengijinkanku masuk ?" tanya Maxim mengetuk pintu kamar mandi


Maxim begitu gemas melihat tingkah wanitanya, Apalagi dia mengingat kejadian semalam , itu membuat dia senyum senyum sendiri.


🌸🌸


" Hentikan rokok mu itu max " kata Briana dari kamar mandi


" Setelah ini habis " pinta Maxim


" ada hal yang lebih baik kau lakukan selain merokok, misalnya mengecek wall street" bujuk Briana


" melihat wajahmu merona seperti itu , itu lebih menyenangkan ku dari pada melihat sahamku di puncak wall street" rayu Maxim


" menyebalkan, mandilah kita akan pulang" ajak Briana


.β™₯️β™₯️



Briana dan Maxim membuka pintu kamar mereka sudah disuguhi wajah imut Keana.


" mom kau sudah sembuh ?" tanya keana


"maksud Keana bagaiman?" tanya Briana heran


" Daddy bilang, mommy sedang tak enak badan, jadi meminta keana tak menganggu mommy" tutur gadis kecil tersebut.


" Mommy sudah baikan " jawab Briana


" baguslah, Karena Daddy sudah menyembuhkan mommy " kata Keana


" kau bicara apa sayang ?" tanya Maxim


" Om Bram bilang jangan ganggu Daddy sama mommy, karena Daddy sedang mengobati mommy" jelas Keana


Wajah Briana bersemu merah mendengar kata kata Keana.


" ayo kita pulang, nanti keana akan telat masuk sekolah " ajak Briana


Bram sudah menunggu mereka bersama sopir Helikopter Maxim


" Pak Bram, anda jangan bicara aneh aneh pada Keana " sindir Briana saat mereka bertemu


" maaf Bu, saya hanya menjalankan apa yang bos suruh " kilah Bram


"Max" umpat Briana dengan marah


" mommy mengerikan " rengek Maxim pada Keana..


" Mom, kenapa leher mommy merah merah? apa dikamar mommy banyak nyamuk ?" tanya Keana dengan polosnya


" tidak sayang, Mommy bukan digigit nyamuk tapi mommy..." belum sempat Briana menjelaskan


" Mommy digigit Daddy " jawab Maxim


Itu membuat Bram nyengir kuda, Bram dan pilot helikopter tak berani tertawa.


" Max, kau " Briana mengepalkan tangannya


" Kenapa Daddy menggigit mommy ?" Daddy menyakiti mommy" tanya Keana dengan lugunya


🍁🍁🍁