Princess Connect

Princess Connect
Dua Puluh Tiga



Trust in the Lord with all your heart and do not rely on your understanding itself. Acknowledge him in all your actions, then He will make your paths straight. – Henry Miller –


Percayalah pada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala tindakanmu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.


🌼🌼🌼



" Kau akan menemaniku kan?" tanya Briana


" kemanapun ? kau kira aku Clara " ejek Mona


" Nyonya kau sungguh kejam" goda Briana


Papa Briana menelponnya,


" ini sudah malam, cepatlah pulang sayang" pintanya


" papa aku bukan putri kecilmu lagi" jawab Briana


" wah kakak ipar ..." sapa Maxim



Briana menelan ludahnya. karena melihat pria arogan itu di sebelahnya.


Dia diam saja dan meneguk minumannya.


Mona melirik Maxim dengan tatapan tak sukanya.


" aku sudah salah menilai mu, ternyata aku salah menitipkan putriku" ejek Maxim.


" ayo kita pulang " ajak Briana pada Mona


" kenapa?" tanya Mona lirih


" aku tak ingin memiliki masalah dengan pria menyebalkan itu" bisik Briana.


Setelah membayar Billnya Briana dan Mona pulang dari Bar tersebut.


Kali ini Briana menyetir sendiri tanpa supir atau Assisten. Setelah mengantar Mona pulang Briana pun pulang juga ke rumah papanya.


" kau bilang tak ingin pulang awal nak " goda papanya


" Briana. tak ingin mencari gara gara " jawabnya singkat


" kelihatannya kau menemui masalah" sindir papanya


" awal masalah nya adalah papa pernah menjual Briana ke keluarga Lautner" kata Briana


" kau bertemu dengannya ?" tanya Papanya


Briana tak peduli dengan papanya . Dia masuk ke kamarnya tanpa memperdulikan papanya.


🌼🌼


Paginya Keana membangunkan Briana dengan menggoyang goyangkan tubuh Briana .


" mommy wake up.. mommy ..! " suara Keana


" Morning Princess , what about your dreams?" tanya Briana


" my dream are wonderful mom" jawab Keana


" mommy, let's go" ajaknya


" where you go?" tanya Briana


" go to school" jawab Keana


" kita mandi dulu, "ajak Briana


" yeaaayyyy ..." pekik Keana


🍁🍁


Setelah mereka mandi mereka lalu sarapan berempat bersama Oma dan Opa.


" Oma, hari ini Keana ingin diater mommy" pinta Keana


" Mommy has to go work baby" bujuk Briana


" No, semua teman Keana diantar Mamanya" bujuk Keana


" Sebelum bekerja ,antar dulu Keana " pinta Papanya


Briana tak dapat menolak permintaan Keana.


Dengan terpaksa Briana menuruti keinginan Keana.



Di Luar Daddynya sudah menjemputnya.


Maxim menunggu Putrinya sarapan terlebih dahulu.


" Ayo Anna, daddymu sudah menunggumu" bujuk Maria


" Oma, hari ini Keana diantar Mommy" rengek Keana


" mana mungkin" jawab Keana


" kau tahu sendiri daddymu seperti apa" kata Maria


" kalau begitu mommy ikut bersama kita " ajak Keana


" kau jangan menyeret ku gadis kecil" bisik Briana


" kau ikut saja lah Bi, cuma mengantar Keana saja apa susahnya " bujuk Opanya


"kenapa masalahku serumit ini " pikir Briana



" oke, as you wish Keana" kata Briana


Lalu dengan lantang masuk kemobil Maxim lalu membanting pintunya


" Mommy sedang marah " kata Keana


" cepatlah" suruh Maria


Keana mengajak Daddynya masuk ke mobil.


kali ini Briana duduk disebelah sopir sedangkan Keana duduk di kursi belakang bersama Daddynya.


" Mommy nanti jemput Keana ya ?" pinta Keana.


Briana menoleh kebelakang dengan senyum yang ditahannya.


" Mommy ada janji, kapan kapan saja lalu kita ke Haagen-Dazs " bujuk Briana


" Keana mau hari ini " rengek nya.


" Baiklah keana baik, " kata Briana kesal


Maxim memberikan senyumnya untuk putrinya.


" Goodjob sayang, " puji Maxim dalam hati


" wanita itu tak bisa melawan putriku " pikir Maxim.


πŸ˜…


🌼🌼🌼


Briana mengantar Keana ke sekolahnya.


Dengan bangganya Keana memamerkan Briana ke teman temanya.


" mereka selalu mengejek Keana tak punya mama mom" jelas Keana


" sekarang kita beri mereka pelajaran " ajak Briana


" siapa diantara kalian yang selalu mengejek putriku ?" tanya Briana dengan tersenyum


" apa tanya mamanya keana ?" tanya salah satu anak tersebut


" tentu saja " jawab Briana


" Mommy mereka selalu mengejekku dan tak mau bermain denganku" curhat Keana


" lain kali kalian tak boleh begitu, Keana anak yang baik " nasehat Briana


" iya Tante" jawab mereka bersamaan


Briana lalu meminta ijin Keana untuk berangkat ke kantor lalu mencium Keana.


" Tante kami juga mau dicium juga , Tante cantik sekali " kata mereka


Maxim menahan emosi melihat perlakuan teman teman Keana. Dia lalu mendekati mereka dan memasang tampang tak suka.


" Kembalilah ke kelasmu Keana, Mommy dan Daddy akan telat " jelas Maxim


" oke " kata Keana dengan girang


" Haagen-Dazs " kata Keana melambaikan tangannya.


" Lihatlah betapa dia menyebalkan seperti dirimu " ejek Briana sambil pergi masuk mobil.


" kau pun suka " ejek Maxim


" Adik ipar, ayo nanti aku telat " ejek Briana


" sekali lagi kau sebut aku adik ipar aku akan buat perhitungan denganmu" umpat Maxim


" bukankah itu benar ? lalu dimana letak kesalahanku max ?" tanya Briana


" whatever" jawab Maxim sinis


Maxim mengantar Briana hingga ke kantornya. Adam sudah menunggunya di dalam kantor.


Karena hari ini Briana akan meng evaluasi Hasil Intisari Land.


🍁🍁🍁