
Gugurlah bunga di musim semi.
Terlentang di antara tumpukan sakura.
Rindu jatuh tepat dikening para pujangga.
Hingga akhirnya, mati terkubur puisinya sendiri.
Nyanyikan aku wahai kutilang.
Simponi klasik tentang semesta.
Kicau paling merdu dari lini penjuru.
Buatlah aku tertidur nyenyak dalam pangkuan doaku.
Senja di pipimu kekasih.
Biarlah kuhirup dalam helai jingga.
Ingin kunikmati setiap damai kepergian.
Biar kupeluk seluruh peluk kehilangan.
🌼🌼
"Plok plok plok ...." Suara tepuk tangan riuh dari tribun penonton ketika alunan musik merdu yang dibawakan oleh seorang violinist wanita berusia muda selesai memainkan alat musik nya.
Wanita itu baru saja selesai memainkan Mahakarya dari Johnny Cash yang berjudul "Orange Blossom Spesial".
Penonton mulai bersorak ria ketika lagu yang telah dibuat tahun 1965 tersebut berakhir dan seorang wanita muda memberikan penghormatan terakhir kepada penonton atas pertunjukannya.

Dari tribun penonton, Seorang wanita dewasa hampir meneteskan air matanya lantaran terharu dengan semangat dan hasil latihan yang putrinya jalani selama ini.
Suasana haru pun kini berpindah ke Backstage Dua orang wanita yang berbeda generasi saling berpelukan satu sama lain.
"Mom, ini berlebihan ! Mommy terlihat seperti ingin melepas putri Mommy ke Medan perang !" Ujar sang anak yang sangat menyayangi Mommynya.
Gadis cantik tersebut adalah Keana Lautner, yang kini menjelma bak seorang Dewi musik pada jamannya.
Keana kini memilih tinggal di kota Kecil yang bernama Köln di Negara Jerman.
Ia melanjutkan pendidikannya dan mengambil kursus musik di Sekolah Tinggi Musik Köln.
Meski dalam hati kecil Briana dia tak ingin putrinya jauh darinya. Namun setelah melalui perdebatan panjang akhirnya Briana dan Maxim mengijinkan putri sulungnya untuk menetap di Jerman.
Sebelumnya, Keana sempat ketahuan Daddynya bahwa ia pernah mengikuti suatu kontes kecantikan dan pernah ketahuan melakukan suatu Photo iklan suatu Produk Kecantikan.
Maxim sangat melarang putrinya untuk mengikuti jejak istrinya dulu. Maxim tak ingin Briana menjalani profesi seperti Briana dulu.
Apalagi harus terjun ke dunia hiburan.
"Kapan kamu akan pulang dan tinggal bersama kami sayang ?" Tanya Briana pada Putri sulungnya.
Karena Keana tinggal di Jerman, Briana jadi harus bolak balik Jerman Indonesia hanya untuk menemui putrinya bila sedang rindu.
Sedangkan Suaminya, dia lebih sering menghabiskan waktu dengan segala bisnisnya yang kini sedang dibantu Putra mereka Edgar Lautner.
"Apa Daddy merindukanku Mom ?" Gadis itu kini menatap manik ibunya yang kini sudah berusia kepala Empat.
"Tentu saja, Daddy dan Edgar sangat merindukan Keana.." Sahut Mommynya.
"Aku tak suka dengan sikap Daddy yang suka memaksa Mom.." Kini Gadis kecil yang beranjak dewasa ini mulai mendekat ke samping Mommynya.
Briana mulai mengusap kepala Anak Gadisnya yang sudah tumbuh menjadi Wanita cantik.
"Daddy melakukan itu semua karena dia sayang padamu nak !" Bujuk Mommynya dengan lembut.
"Akademi memberikan cuti musim ini, Keana akan pulang selama libur musim ini." Jelas Keana.
"Mommy menyayangimu lebih dari Apapun sayang.."
🍁🍁
Malam ini pukul 08.00 waktu Koln

Dua orang wanita beda generasi sedang berjalan beriringan di Bandara internasional Koln di kota Cologne, Kota Bagian Jerman.
Setelah Mommynya memberitahu Mereka akan pulang berdua kemarin, Daddynya langsung mengirim Jet Pribadi khusus untuk menjemput mereka berdua.
"Good evening Madam Briana , Good evening Miss Keana ?" Sapa Sam pada mereka.
Keana dan Briana tersenyum mengamati Sam dari ujung kepala hingga kaki.
"he hasn't changed from before," Bisik Keana di telinga Briana.
"Not yet Keana.." Sahut Briana diiringai langakah kakinya masuk ke Jet tersebut.
"Apa Daddy masih sering menyulitkan Mommy ?" Tanya Keana yang kini duduk dipangkuan Briana pada sebuah sofa di dalam Jet milik Daddynya.
"Seperti Biasa, Maxim tua dan Maxim muda sama saja.." Sahut Briana terkikik karena pertanyaan Keana.
"Edgar masih nakal seperti dulu ?" Keana merasa kasihan Mommynya harus merawat dua pria Arogan di dalam rumahnya.
"Ed masih sering pulang bila dia liburan, tak seperti dirimu ."
"Maafkan Keana mom ,"
Saat ini Putra kedua Briana sedang mengenyam pendidikan di Colombia University. Edgar mengambil jurusan Bisnis sesuai permintaan Daddynya.
Dia sering pulang ke Indonesia, namun dia lebih sering pulang ke Las Vegas bersama Hendry pakannya lantaran New York dan Las Vegas tak terlalu jauh.
"Dia akan menjadi Pria kaku seperti Daddy.." Ucap Keana membayangkan Edgar mengikuti jejak Daddynya.
Tak berapa Lama, sebuah panggilan Video masuk ke ponsel Briana. Dia membaca nomer yang tertera di layar yakni suaminya.
"Diangkat gak Keana ?" Tanya Briana yang agak malas meladeni suaminya.
"Biarkan saja mom, kita godain Daddy .."
"Dia pasti akan marah marah nak !"
"Bukankah itu bagus, salah sendiri dia tak ikut menghadiri orkestra Keana.
"Baiklah, " Briana membiarkan Ponsel miliknya berbunyi dan tak mengangkatnya.
Tak berselang beberapa lama, Sam memberitahukan pada mereka lewat sambungan speaker di kokpit bahwa Maxim menghubungi mereka berdua.
"Dia mulai marah mom..." ujar Keana tertawa sambil menutup mulutnya.
Dan benar saja tak sampai satu menit, Maxim menelpon mereka lagi.
"Kalian dari mana saja ?" cecar Maxim ketika mereka mengangkatnya.
"Oh ayolah, aku baru tak menjawab telpon darimu dan kau sudah menggerutu seperti itu sayang ?"
"Apa kalian tahu Daddy sangat khawatir ?"
"Salah sendiri Daddy tak datang ke pertunjukan Keana ," Balas putri sulungnya sambil menekuk wajahnya dengan kesal.
"Jadi kalian berdua bersekongkol mempermainkan Daddy ?" Sindir Maxim kemudian.
"Iya..." Jawab Mereka bersamaan.
Sepanjang perjalanan mereka lalui dengan bersenda gurau sambil melepaskan rindu yang sudah mereka tahan selama ini.
Keana sangat beruntung memiliki Ibu seperti. Briana yang selalu mendukungnya. Apalagi menjadi seorang violinist, meski pada awalnya Daddynya sempat menolaknya.
Menjadi seorang Violinist adalah bukan cita cita dari Keana. Awal Keana bisa menyukai Biola karena saat sepulang sekolah ia sempat menyaksikan penampilan seorang anak lelaki yang memainkan sebuah biola di jalanan untuk mengumpulkan dana Bagi korban bencana Alam.
Mulai dari situlah Keana bertekad ingin bisa memainkan alat musik tersebut, dan meminta Briana mencarikan guru les privat untuk bermain biola.
Mendengar permintaan Putrinya, Briana langsung mengabulkan keinginan Keana kecil waktu itu. Dia tak segan segan mencarikan guru les Biola terbaik untuk Putri sulungnya.
Meski pada awalnya Maxim sempat menolaknya, dengan alasan Pemain Biola adalah suatu pekerjaan yang tak menjanjikan.

🌼🌼
Inilah sekelumit kisah awal dari Keana Lautner mencari jati dirinya.
Semoga kalian suka ya dengan Kelanjutan Cerita cinta Keluarga Rodriguez dan Lautner ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Seperti Like dan komen. Komen berupa kritik dan saran akan sangat membantu aku dalam menciptakan sebuah karya lebih baik.
Salam sayang
Penulis Amatiran 😘