Princess Connect

Princess Connect
Dua Puluh Satu



Each person has his own destiny; the only imperative is to follow, accept it, wherever fate led him. -Annie Dillard-


Setiap orang memiliki takdirnya sendiri; satusatunya keharusan adalah mengikutinya, menerimanya, kemana pun takdir itu menuntunnya.


🌼🌼🌼


Maxim masih terus mengamati Briana yang duduk di kursi Depanya.


" apa dia tak menyadari kehadiranku " pikir Maxim


Tiba tiba saja Clara menoleh kebelakang, dia melihat Maxim dan Bram berada satu pesawat dengan mereka.


" dari mana mereka mengetahui nya ?" pikir Clara


" Bi....!" panggil Clara


Briana tak mendengarnya.


" Briana Rodriguez" panggil Clara lagi lebih keras


" Diam nenek, apa kau ingin satu pesawat tahu aku disini , aku orang terkenal " ejek Briana


Clara memberi kode menyuruh Briana menoleh ke belakang.


" apa yang kau maksud, aku tak paham " rengek Briana


" Lihatlah kebelakang Oma " pinta Clara


Briana menuruti perintah Clara. Briana terkejut dengan adanya Maxim dan Bram.


" Bukankah dia bisa pulang dengan Pesawat pribadi " pikir Briana tak paham.


Briana menatap Maxim dengan penuh tanda tanya. Lalu memalingkan wajahnya lagi.


Dia.


" sungguh hal langka , kenapa dia mengikuti hingga kini" batin Briana


🍁🍁


Pilot memberitakan bahwa pesawat mereka akan segera Landing.


Siang ini cuaca di Jakarta cukup terik.


Tak berapa lama pesawat mereka turun dengan mulus.


Briana dan Clara segera bergegas, mereka tak ingin berlama lama di Bandara.


Briana telah menghubungi Adam, Assisten briana untuk menjemputnya.


Tanpa diduga, wartawan memenuhi terminal kedatangan. Clara lalu menghubungi Mona meminta tolong


" Oma... kenapa banyak sekali media di sini ?" tanya Clara pada Mona.


" aku tak tahu" jawab Mona


" apa mereka mengetahui keberadaan Briana?" tanya Clara


" Memangnya Briana presiden ?" tanya Mona


Karena Mereka tak bisa mendapatkan informasi yang jelas, Briana dan Clara terpaksa tak bisa keluar sekarang dan hanya bisa mengandalkan Adam .


" kalau kau keluar, mereka akan mencerca mu mengenai gosipmu dengan Maxim " kata Clara


" kita tunggu Adam datang" kata Briana


Maxim dan Bram menuju pintu keluar, Mereka melihat wajah wajah cemas Briana dan Clara.


Maxim melihat di luar banyak wartawan. Lalu dia dan Bram mendekati dua wanita dengan wajah serius tersebut.


" kalian masih disini ?" tanya Bram basa basi


" lihatlah, wartawan mengepung tempat ini " jelas Clara


" jangan bangga, mereka disini akan meliput delegasi konferensi tingkat tinggi" ejek Maxim


" meskipun begitu, tak ada salahnya mereka bisa mengorek informasi Briana itu bisa dijual" tutur Clara


" kau keluar saja nenek, aku akan menunggu Adam " pinta Briana


" sampai lebaran kuda " sindir Maxim


Lalu Maxim menggandeng Clara , dia mengajaknya keluar.


" Tuan kau masih jetlag, kau salah orang " kata Clara


" ikuti Caraku, biar Bram membawa wanita itu keluar nanti setelah kita mengecohnya " jelas Maxim


" terserah, kalau kau tak sayang dengan bonus Bulanan mu" jawab Maxim


πŸ˜…πŸ˜… " dia mengancamku, sedangkan dia menggandeng Clara " pikir Bram


Maxim lalu membawa Clara keluar, Clara diminta menutup wajahnya seolah olah Maxim membawa wanita.


Karena gosip yang beredar Maxim sedang berkencan dengan Briana, wartawan pun mengejarnya.


Hal tersebut dimanfaatkan oleh Bram untuk membawa Briana ke Mobil yang sudah dipersiapkan.


Syukurlah mereka semua keluar dengan selamat. Dan wartawan pun menanyai Maxim dan Clara.


Setelah para wartawan tersebut gagal menemukan informasi yang mereka minta, mereka melepaskan Maxim dan Clara pergi.


" Terima kasih Pak Bram " kata Briana


" ah, ini terlalu berlebih-lebihan bukankah Anda tahu ini ide Direktur" jawab Bram


" tapi kau juga membantuku" balas Briana


" direktur sangat peduli dengan anda " jelas Bram


" kau jangan mengada ada " ejek Briana


" anda tahu, Direktur rela jauh jauh ke Paris sesingkat mungkin dengan penerbangan malam ?" tanya Bram


Briana menggeleng kepalanya. dia tak mengerti dengan pertanyaan Bram


" karena laporan saya, bahwa anda bertemu mantan kekasih anda " jelas Bram


" untuk apa dia kepo dengan hubungan ku?" tanya Briana


" Nona, anda mendaptkan tempat spesial di hati direktur seperti yang pernah saya katakan" jelas Bram panjang lebar


" aku tak menyangka Maxim melalukan hal ini padaku, pasti ada maunya" batin Briana


Briana mengira Maxim ingin mendekatinya hanya karena Dia memiliki saham terbesar di Sandjaya Grup.


" Beliau selalu menjaga anda nona " tambah Bram


" benarkah?" tanya Briana heran


" dia selalu mengawasi gerak gerik anda meskipun anda berada di Swiss" ... kata Bram keceplosan


" Swiss ???" darimana dia tahu aku di Swiss" pikir Briana


" jadi selama ini Dia memata mataiku ?" tanya briana dengan nada tinggi


" bukan begitu Nona, Bos melindungi Nona" bela Bram


" terserah kau Bram aku pusing " kata Briana


Lalu Clara menelponnya menanyakan dimana posisi Briana .


" kau dimana ?" tanya Clara


" Bram mengantarkan ku pulang " jawab Briana


" baiklah, aku sudah sampai di rumahku juga, Maxim mengantarku" jelas Clara


" kalian berdua cocok" ejek Briana


" Bi ayolah,kau jangan cemburu" pinta Clara


" Cemburu ??? simpan kata katamu yang tak masuk akal itu" ejek Briana


" lalu ??" tanya Clara


" aku bersama lelaki tampan dari tadi dia menjagaku dengan menggandeng tanganku" goda Briana pada Clara yang tahu bahwa Clara naksir pada Bram


Dengan kesal Clara menutup telponnya.


" aku benar kan sayang " goda Briana pada Bram


Briana tak menyadari bahwa sedari tadi Bram terhubung panggilan langsung Dengan Maxim


" Bu, berhenti berbicara sembarangan, aku bisa dikuliti Bos hidup hidup" kata Bram dengan iba..


" itu bagus " balas Briana dengan judesnya


" Briana Rodriguez, sudah berapa lelaki yang sudah kau goda ???" umpat Maxim


🍁🍁🍁