
Karena jika suatu hari kau terbangun dan merasa rindu padaku, hatimu mulai bertanya-tanya di manakah diriku. Kupikir kau mungkin akan kembali ke sini, ke tempat dulu kita pertama bertemu. Dan kau akan melihatku menunggumu, di sudut jalan ini.
πΌπΌπΌ
" Dia malu mengakuinya, padahal jelas dari tadi mukanya memerah " kata Maxim dengan tersenyum.
Briana dengan kesal memutuskan sambungan Video Call dengan Maxim.
Max sudah mempermainkan dia dengan cara membawa bawa gadis kecil tak berdosa itu.
Dia jelas jelas jelas sangat membencinya tapi setiap kali putri Maxim meminta apapun Briana tak dapat menolak nya, Keana seperti memiliki ikatan batin dengan diri Briana.
ππ
Pagi hari dikamar Briana
" Mommy ... mommy open your door !" panggil panggil Keana
" Pagi kau kenapa awal sekali datangnya, Pagi sungguh kau sudah menyulitkan ku " umpat Briana pada Pagi.
" Hai, gadis kecil... " sapanya masih berantakan setelah bangun tidur
" hari ini mommy antar Keana ke sekolah" pintanya
" kenapa kau pagi sekali datang kesini sayang ?" tanya Briana
" Daddy sudah berangkat pergi , dia bilang harus bekerja keras untuk Keana dan mommy" celotehnya
" Max kau pintar sekali membuatku sakit kepala " umpat Briana
" kenapa mom ?" tanya Keana
" Mommy mandi dulu ya, tunggulah di bawah bersama Oma dan Opa Tomi" bujuk Briana
" baiklah mom" kata gadis itu
Briana lalu menulis pesan pada Daddy keana.
" Kau membuat onar dengan mengirim anak ini " tulis Briana
" π aku harus keluar Negeri, jadi jaga Putriku kau kan Mommy Keana " balas Maxim
" apa dia tak tahu aku ini juga bekerja, dia kira aku perawat anak kecil apa" umpat Briana marah marah.
πΈπΈ
Setelah bersiap siap untuk kerja, Briana turun ke bawah untuk menemui yang lainnya.
" Keana tak mau makan " kata Maria
" makanlah sayang, nanti kau sakit" bujuk Briana
" Mommy suapi Keana " pinta gadis itu
" baiklah, sini dekat mommy" ajak Briana
Keana mendekati Briana dan membuka mulutnya lebar lebar.
Hingga Keana memakan sarapannya sampai habis.
" good job" puji Oma dan opa nya
" ayo mom, nanti kita telat" ajak Keana
" Opa antar ya ?" pinta Tomi
" Keana akan berangkat bersama Mommy" kata Keana
" iya, Opa yang antar opa juga ingin jalan jalan keluar " bujuk papa Briana
" baiklah kalau Opa tak keberatan" jawab Keana
Mereka pergi bersama ditemani seorang supir.
Setelah mengantar Keana ke sekolahnya, Briana diantar papanya ke kantor.
" kenapa ?" tanya Briana
" papa masih ingat dulu kau sebesar Keana dan papa yang mengantarmu" kata Tomi
" itu sudah lama" jawan Briana
" kita menjadi jauh setelah mama mu tak ada " kenang papanya
" sudah pa jangan bahas mama, mama sudaj bahagia di sana" pinta Briana
" sekarang kau tahu rasanya menjadi orang tua ?" tanya Papanya
" Briana belum merasa menjadi orang tua " elak Briana
" kalian begitu dekat, dan saling menyayangi satu sama lain" sindir papanya
" tapi Keana anak..." belum sempat briana melanjutkan kalimatnya
" Anggaplah dia anakmu sendiri nak , cintai dia sayangi dia " pinta Tomi
" tentu papa , Briana sudah setuju jadi mama nya" jelas Briana
" kalau begitu, menikahlah dengan Max sayang" kata Papanya penuh permohonan
" itu tak mungkin Pa, kami sudah berakhir" jawab Briana
" demi Keana, Mama Maria juga sudah setuju dengan hal ini " pinta Papanya
" Briana bisa menjadi mommy Keana pa, tapi tidak menjadi Istri Daddynya " sahut Briana
" Bi ..." bujuk Tomi
" maaf pa, Briana tak bisa " kata Briana dengan tegasnya
Mereka telah sampai di kantornya.
Briana dan papanya akan menyaksikan undian bagi pembeli yang beruntung bisa makan malam dengan Briana .
Dengan dihadiri para direktur dan jajarannya, acara pengundian pun dilaksankan.
Briana lah yang mengambil lipatan kwitansi pembayaran semua unit beserta nama pembelinya.
Briana membuka Lipatan kertas tersebut.
Lalu membacanya. Hatinya penuh dengan tanda tanya bagaimana orang ini bisa membeli Unit perumahan tersebut. Sedangkan orang ini tak berada di tempat acara. Bahkan tak di Indonesia.
" Monica Clinton" Ucap Briana dengan diikuti tanda tanya.
Briana memberikan tatapan heran pada orang orang.
" Kapan Nyonya Monica melakukan transaksi ?" tanya Briana
" Nyonya Monica telah membooking lalu mentransfer Uangnya pada saat acara berlangsung" jelas Manager Pemasaran
" aku bahkan tak mengundangnya " kata briana
Semua orang pun tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Briana
" Mungkin dia memiliki perwakilannya di Indonesia. Bukankah Putra dan Keponakannya hadir waktu itu " jelas Adam
" Maxim Lautner !!! kau pasti akan Habis " Umpat Briana dalam hati.
ππ
πππ
Makasih ya Para pembaca yang Budiman, saya sangat bersyukur kalian sudah staytune di Cerita ini.
Saya berharap kalian semua suka dengan alur Ceritanya