Princess Connect

Princess Connect
S2. Perkenalan Resmi



"Terimakasih Tuhan, Engkau selalu bersamaku !" batin seorang gadis cantik dalam doanya di sebuah rumah ibadah sesuai Agamanya.


Ia masih mengantupkan kedua tangannya didadanya. Mata gadis cantik itu masih terpejam, karena ia masih terlarut dalam untaian kata kata doanya.


Setelah ia selesai mengadu nasibnya pada Tuhan, ia pun membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Keana kemudian berdiri lalu menundukkan kepalanya sebelum ia berjalan menyusuri lorong Katedral yang berdiri kokoh di kota Koln.



Kolner Dom atau katedral Cologne bergaya arsitektur gothic yang didominasi warna keabuan. Katedral setinggi 157,38 meter ini merupakan katedral tertinggi keempat di dunia. Tak cuma menjadi ikon kota Cologne, katedral Cologne juga menjadi landmark Jerman yang paling sering dikunjungi. Sekitar 20.000 pengunjung mengunjungi katedral Cologne setiap harinya.


🍁🍁


"Keana,," seseorang menepuk pundak Keana dari belakang.


Keana kemudian menoleh kearah sumber suara. Melihat sosok yang sudah ia kenali sebelumnya, Ia kemudian tersenyum ramah.


"Hai Mel, ibadah juga ?" sapa Keana pada teman sekampusnya.


Namun teman sekampus yang ia sudah lama kenal tersebut bersama seorang pria yang pernah ia lihat sebelumnya meski Keana tak mengenalnya.


Sebelumnya Imelda dan Aiden Memang sudah mengamati Keana yang berdoa dengan khusyuk di dalam Katedral. Namun keduanya tak berani menyapa takut mengganggu Keana.


Menyadari Keana memberikan tatapan menelisik kearah Imelda dan pria itu, buru buru Imelda mengenalkan pria disampingnya.


"Dia Aiden, kau tahu dia itu Se...!" Imelda menjelaskan namun kata katanya sudah dipotong oleh pria disampingnya tersebut.


"Seorang Pria tampan, dan aku kekasihnya." jelas Aiden memperkenalkan diri.


"Oh Okay, aku senang bertemu denganmu. Mel aku pergi dulu !" ucap Keana berbalik badan.


"Kenapa buru buru, kita bisa makan siang bersama Anna ?" Imelda membujuknya agar mau menemani kedua makan siang.


"Next time saja Mel, aku akan ke Airport !" sahut Keana bergegas menuju mobilnya yang ia parkir di parkiran Katedral.


"Wanita yang menarik !" gumam Aiden menatap kepergian Keana Lautner dari belakang.


"Kenapa kau berbohong padanya ?" telisik Imelda menangkap ada sebuah rencana di mata Aiden.


"Hanya begitu saja kau pusing, bahkan semua gadis bermimpi menjadi kekasihku !" goda Aiden pada anak dari pamannya termasuk.


"Aku tak termasuk salah satunya!" ejek Imelda pada Aiden kakak sepupunya.


"Kau pulang sendiri Mel, aku akan ke suatu tempat,"


"Siapa yang ingin kau goda di kota ini ?"


"Lihat saja nanti," sahut Aiden tergesa gesa masuk ke mobilnya.


🍁🍁


Koln Internasional Airport.


"Guten Tag, ich bin bei Keana Lautner, (Selamat Siang, Saya Keana Lautner) sapa Keana pada salah satu petugas customer servis Maskapai yang ia naiki beberapa hari yang lalu.


"Guten Tag, Kann ich dir helfen, Miss ? ( Selamat siang, ada yang bisa saya bantu Nona ?) sahut Pegawai tersebut.


"Ich kam, um meine Tasche abzuholen, die ausgetauscht wurde. Ich hatte CS zuvor kontaktiert, (Saya datang untuk mengambil tas saya yang tertukar, sebelumnya saya sudah menghubungi CS)," tukas Keana lugas tanpa berbelit belit sambil membawa koper milik orang yang tertukar tersebut.


Pegawai itu kemudian membuka buku catatan di depannya, tangannya menujuk beberapa tulisan di buku tersebut. Setelah ia selesai membaca, Kemudian pegawai tersebut meminta koper yang Keana bawa untuk ia konfirmasi pada si pemilik koper tersebut.


Salah satu petugas perempuan lain mendatangi Keana untuk mengantar Keana menunggu di tempat yang sudah disediakan.


Keana mengekori jalannya sang pegawai maskapai tersebut. Pegawai itu mengajaknya ke salah satu ruangan khusus VIP.


Di depan ruangan tersebut telah ada pegawai lain yang membukakan pintu untuk Keana. Keana masuk dan mengamati ruangan VIP tersebut.


Pria itu menatapnya dengan tatapan menyelidik dari ujung rambut ke ujung kaki.


"Bitte setzen Sie sich, Miss, ich werde sofort Ihre Taschen bekommen (Silahkan duduk nona, saya akan segera mengambilkan tas kalian berdua)," tukas salah satu pegawai lelaki yang bertugas di ruangan tersebut.


"Jadi kau yang menukar tas ku ?" tegur Aiden berapi api.


"Jangan sembarangan Tuan, bukankah Anda yang turun terlebih dahulu ?" balas Keana tak mau kalah karena kesal pria itu menuduhnya.


"Waktuku telah tersisa banyak karnamu !" imbuh Aiden dengan penuh penekanan.


Namun Keana diam saja, ia malas meladeni pria asing yang tak ia kenal sebelumnya. Pria yang ia yakini seorang artis dan menjadi kekasih Imelda sahabatnya.


Lain halnya dengan Aiden, pria itu memikirkan sebuah cara untuk mengerjai Keana yang ia pikir lucu dan menarik hatinya.



Tiba tiba bunyi dering ponsel memecah kesunyian antara mereka berdua.


Keana merogoh ponsel mahal hadiah ulang tahunya dari Edgar.


"Hai, Keana how are u ?" sapa Daddy Maxim dari seberang panggilan aplikasi pesannya.


"Am fine Dad, what about you?" balas Keana menyapa sang konglomerat penguasa properti di Negeri asalnya.


"Mommy bilang Tasmu tertukar sayang ? Daddy sudah menghubungi pihak maskapai dan mereka akan mengantarkan ke rumahmu ?" jelas Maxim di telepon.


"Tak perlu Dad, Keana sudah berada di Kantor maskapai tersebut untuk mengambilnya !"


Mendengar betapa Keana sangat menuruti perkataan Daddynya, Aiden tersenyum lugas. Pasalnya ia sudah memastikan akan menjalankan rencananya.


"Dasar anak manja," Ejek Aiden setelah Keana menutup panggilan dari Daddynya.


Gadis cantik itu tak bergeming mendengar kata kata pria didepannya. Ia memang sengaja tak ingin menambah panjang masalah bersama pria di depannya tersebut.


Tak berapa lama, dua orang pegawai lelaki membawa kedua koper setelah di periksa oleh pihak maskapai sesuai aduan.


Begitu petugas itu didekatnya, Keana buru buru mengambil tas miliknya.


Pun sama halnya dengan Aiden, pria itu menatap tajam kearah Keana sembari memeriksa tasnya.


"Tenang saja, aku tak membukanya anda pastikan sendiri isinya masih lengkap atau tidak !" sindir Gadis cantik tersebut.


"Kalau aku kehilangan salah satu saja barangku, tamatlah riwayat mu ! Ancam Aiden menyeringai licik kearah Keana.


"Yang benar saja, aku bahkan tak tau kode sandi tasnya !" gerutu Putri Maxim Lautner tersebut sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Tunggu," cegah Aiden menghalangi jalan Keana.


"Ada apa lagi ? urusan kita sudah selesai kan ?" protes Keana kesal.


"Siapa namamu ? dan berikan aku nomor ponselmu, bagaimana kalau barang pentingku ada yang hilang ?"


"Kan aku sudah bilang pada anda bahwa aku tak membukanya sama sekali Tuan !" tukas Keana benar benar kesal.


Keana benar benar tersulut emosinya karena ulah Aiden. Bagaimana tidak, pria asing itu menuduhnya yang bukan bukan.


"Berikan nomer ponselmu !" Aiden mengulangi perkataannya kembali dengan Nada tinggi.


Keana kemudian membuka dompet di dalam tas yang ia bawa. Ia mengeluarkan selembar kartu nama dan memberikannya pada pria asing tersebut.


🍁🍁🍁