
Maybe I'm not your good friend, who knows everything that you like and what you hate Maybe I'm not your best friend, who can understand and understand you I'm just an ordinary man who happens to love you Who always wants to see a smile on your face and try to understand and understand you With all my ignorance and limitations.
- Maxim Lautner
Artinya :
Mungkin aku bukanlah temanmu yang baik, yang tau segala apa yang kamu suka dan apa yang kamu benci
Mungkin juga aku bukan sahabat terbaikmu, yang bisa memahami dan mengerti dirimu
Aku hanya seorang laki-laki biasa yang kebetulan mencintaimu
Yang selalu ingin melihat senyum di wajahmu dan berusaha mengerti dan memahami dirimu
Dengan segala ketidaktahuan dan keterbatasanku.
-----------------------------------------------------
" APAAAA ....?" pekik Briana kencang
" Bi, kau merusak pendengaran ku " ejek Mona
" Dia sudah menunggumu " kata Clara menunjuk Pria yang sedang berdiri dengan Papanya.
" Oma, tolong buat aku pingsan sekarang !" Pinta Briana π π
" What ??? are you joke ?" ejek Mona
" Kalian berdua Tidak akan selamat setelah ini " Umpat Briana.
" Menurutlah " rayu Clara
" Bisakah aku kabur dari sini ?" tanya Briana yang masih tak percaya
Papanya berjalan mendekati putrinya untuk mendampinginya melaksanakan Misa Pernikahan.
Clara memberikan buket bunga yang sudah di siapkan untuk Briana.
" Clara, kau orang pertama yang akan menerima pembalasanku" keluh Briana
Papa Briana sudah sampai di depan putrinya.
" Papa sudah menunggu untuk waktu ini" kata papanya membuka percakapan.
" Kalian semua menjebak ku " sindir Briana
" Ayo, Putriku papa berbahagia untukmu " kata Tomi papanya.
Kemudian Putri kecilnya berlali menghampirinya .
" Mom... Hari ini Keana Senang sekali " sapanya
" Mommy juga senang " balasnya sambil memeluk Keana.
" Ayo mom... Daddy sudah menunggu mommy" ajak Keana
" Kau akan mati Max" umpat Briana dalam hati.
Briana tak bisa berkata apa apa lagi, dirinya tak bisa mundur juga. Melihat seluruh keluarganya hadir, teman temannya hadir bagaimana bisa dia melarikan diri lagi.
Briana di dampingi papanya dan Keana menuju altar pernikahan untuk mengucap janji pada Tuhan di depan Imam Gereja dan seluruh hadirin.
" Sayang, kau cantik sekali " puji Maxim
" Kau menjebak ku Max ..." Balas Briana dengan memukul Maxim memakai buket bunga yang dipegangnya.
" Kau tak tahu jodoh itu harus di jebak " Ejek Maxim
Semua orang yang hadir tertawa melihat kedua pasang pengantin tersebut.
Kini Misa akan segera dilaksanakan. Imam Gereja sudah bersiap siap.
Sesampainya di altar, semua menempatkan diri di tempatnya.
"Demi nama Bapa dan Putera, dan Roh Kudus." kata Imam membuka Misa
" Amin." jawab Hadirin
"Tuhan sertamu" kata Imam
"Dan sertamu juga" Hadirin menjawab
Kemudian Imam memberi pengantar singkat.
Lalu dilakukan Doa pembukaaan.
DOA PEMBUKAAN
Ya Allah yang mahasetia, Engkau telah menguduskan cintakasih suami isteri, dan mengangkat perkawinan, menjadi lambang persatuan Kristus dengan Gereja. Semoga kedua mempelai ini, semakin menyadari kesucian hidup berkeluarga, dan berusaha menghayatinya dalam suka dan duka. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Imam Gereja mulai menanyai mereka berdua.
Mempelai berdua yang bahagia, saudara telah datang kemari untuk merayakan sakramen perkawinan di hadapan pejabat Gereja dan disaksikan oleh umat beriman. Kristus memberkati dan meneguhkan saudara, agar saudara sanggup saling mencintai dengan setia dan menunaikan tanggung jawab sebagai suami istri. Maka sekarang saya minta, supaya saudara menyatakan maksud dan isi hati saudara dengan menjawab pertanyaan saya:
IMAM BERTANYA KEPADA MEMPELAI PRIA.
"Saudara Maxim Lautner .. adakah saudara meresmikan perkawinan ini sungguh dengan ikhlas hati?" tanya Imam
"Ya, sungguh." Jawab Maxim
"Bersediakah saudara mengasihi dan menghormati istri saudara sepanjang hidup?" Tanya Imam kembali
"Ya, saya bersedia." jawab Maxim penuh ketegasan
"Bersediakah saudara menjadi bapa yang baik bagi anak-anak akan yang dipercayakan Tuhan kepada saudara, dan mendidik mereka menjadi orang Katolik yang setia?" Tanya Imam lagi
" Ya, saya bersedia." kata Maxim
KEMUDIAN IMAM BERTANYA KEPADA MEMPELAI WANITA
"Saudara Briana Alenana Rodriguez adakah saudari meresmikan perkawinan ini sungguh dengan ikhlas hati?" Tanya Imam
" Ya, sungguh." jawab Briana
"Bersediakah saudari mengasihi dan menghormati suami saudara sepanjang hidup?" Tanya Imam kembali
"Ya, saya bersedia." sahut Briana
"Bersediakah saudari menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara, dan mendidik mereka menjadi orang Katolik yang setia?" tanya Imam lagi
"Ya, saya bersedia." kata Briana
Prosesi Selanjutnya adalah : Perjanjian Pernikahan.
dilakukan sambil meletakkan tangan di atas kitab suci)
"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing mengucapkan perjanjian nikah di bawah sumpah." kata Imam Gereja
"Dihadapan imam dan para saksi saya Maxim Lautner menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Briana Aleana Rodriguez yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini." Ucap Maxim
"Dihadapan imam dan para saksi saya Briana Aleana Rodriguez menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Maxim Lautner yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini." Kata Briana
NB: Maaf prosesi Misa pernikahannya dipersingkat saja ya, karena akan mengurangi waktu cerita.
ππ
Setelah pengucapan Janji kedua mempelai, Kini Imam Mendoakan untuk mereka berdua.
Kemudian Saatnya prosesi pembukaan Waring bagi Mempelai wanita. Filosofinya agar Mempelai wanita selalu menunjukan wajah yang bersemu merah setiap hari saat mengunggu suaminya seperti pada saat ini.
Lalu mereka berdua menandatangani Akta Pernikahan.
" Bahkan dia sudah menyiapkan ini semua " batin Briana sambil mengambil Dokumen tersebut.
" Suamimu sempurna kan ?" bisik Maxim
Setelah itu Imam mempersilahkan kedua mempelai untuk melakukan wedding Kiss.
Jangan ditanya ya Readers, Daddy paling ahli dalam hal ini πππβοΈ
" Aku akan membalasmu " bisik Briana.
ππ
Upacara pernikahan pun selesai.
Sekarang adalah acara jamuan Makan yang telah di rencanakan oleh Maxim dan Genk nya.
Memang tak banyak yang hadir Di Milan. Hanya keluarga inti dan teman dekat mereka.
" Kenapa kau memilih Giardini ?" tanya Hendry tiba tiba
" Ini adalah tempat bersejarah bagi kita, bukan kah begitu sayang ?" jawab Maxim sambil menggoda Briana
" Kalian sudah berbaikan ?" sindir Briana
" Aku sudah memaafkannya asal membiarkanku merebut Clara " sahut Hendry
" Apa ???" tanya Clara dan Bram tiba tiba
Mereka tampak tertawa akrab bersama.
" Jelaskan Giardini Pubblici kak " pinta Hendry
πΌπΌπΌ
Kira kira ada apa Di Giardini Pubblici ??