
Farida yang berada di bawah tubuh Kaisar tidak mau tinggal diam. Dia memukulkan kepalanya sendiri ke dahi Kaisar, membuat pria itu terkejut dan pertahanannya berkurang.
Itu adalah saat yang tepat untuk menyerang bagian bawah pria itu.
"Akh!" teriak Kaisar kesakitan.
Farida mendorong tubuh Kaisar kuat dan dirinya lantas bangkit meraih tas dan handphonenya berlari keluar.
"Pak, Anda salah jika mengira bahwa wanita yang Anda lihat di mimpi adalah diriku. Aku bukan dia yang akan diam saja ketika mendapatkan pelecehan," ujar Farida sebelum keluar dari pintu ruangan.
Dia lantas membuka pintu dan keluar dengan kepala tertunduk. Satu tangannya memegang dahinya yang mungkin merah karena insiden tadi. Tangan lainnya merapikan bajunya yang kusut.
Betty yang melihat hanya bisa membuka mulut lebar. Dia lantas mengejar Farida sebelum masuk ke lift. "Kau kenapa, Farida?" tanyanya pelan.
Farida tersenyum kesal. "Tolong saja Bos mesummu itu!" ujarnya.
Betty terpaku. Farida memencet tombol lift dan pintu lift tertutup.
Sampai di lantai bawah, Farida keluar dari lift khusus milik pejabat eksekutif perusahaan. Dia langsung saja berjalan tanpa melihat ke depan.
Mendadak tubuhnya menabrak sesuatu yang keras, tapi nyaman dan harum. Farida mengangkat kepalanya dan menatap tepat ke arah pupil mata Keanu yang berwarna coklat terang.
"Farida," panggil pria itu bersemangat. Senyumnya hilang tatkala melihat luka memar di dahi Farida.
"Hei, kau kenapa?" tanya Keanu cemas hendak menyentuh dahi Farida, hanya saja wanita itu menghindar.
"Hanya insiden kecil. Kepalaku terantuk besi lapuk yang sudah karatan," jawabnya asal.
"Wah... bagaimana bisa?"
Farida menatap ke arah sekelilingnya. Banyak orang yang sedang melihat ke arah mereka. Tatapan penasaran lebih ke arah iri hati karena Farida selalu berada di sekeliling Keanu dan Kaisar, para bos tampan mereka.
"Tadi ada binatang gila yang mau menyerang dan aku mencoba menghindar lantas kepalaku terantuk."
"Binatang apa yang sampai bisa membuat kau seperti ini?" Wajah Keanu nampak polos, tidak mengerti ucapan Farida
Farida menghela nafas panjang.
"Apapun itu kita harus mengobatinya."
"Kau benar, aku harus segera berobat jika tidak aku bisa terinfeksi karena binatang itu bawa banyak penyakitnya."
"Aku akan membawamu ke rumah sakit," ajak Keanu.
"Tidak perlu, aku hanya perlu pulang saja."
Keanu menyipitkan mata dan menyatukan kedua alisnya. Seperti sedang mencerna apa yang sedang terjadi.
"Aku akan antar kau pulang," ujar Keanu.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri," ujar Farida sambil setengah berlari keluar gedung.
Keanu yang penasaran dengan apa yang terjadi lantas pergi naik ke lantai atas untuk bertemu dengan Kaisar.
Dia hampir menabrak tubuh Betty yang baru saja keluar dari ruangan Kaisar.
"Maaf, Pak," ujar wanita itu sambil membetulkan letak kacamatanya. Satu tangannya memegang tempat sampah berisi pecahan kaca bekas gelas atau botol dan kertas kusut. Hal itu tidak lepas dari penglihatan Keanu.
Melihat wajah Betty membuat mood dia bertambah buruk hari ini.
"Ish," ujar Keanu risih dengan wanita itu. Dia tidak mengerti mengapa Kaisar memakai wanita jelek itu menjadi sekretarisnya. Padahal banyak sekali wanita cantik dan pintar di gedung ini yang bisa berkerja dengan baik untuk menduduki posisi Betty.
Keanu tidak begitu terkejut ketika melihat Kaisar nampak duduk di sofa dengan posisi menunduk. Penampilan pria itu sangat kusut. Tidak seperti penampilan Kaisar seperti biasanya yang mengagungkan kerapian.
Lantai ruangan itu juga terlihat baru saja di pel dan dibersihkan. Sepertinya ada peperangan tadi.
Dia berpikir ini pasti ada hubungannya dengan Farida. Namun, kenapa?
"Hai, kau tampak kacau sekali, Dude," sapa Keanu.
Kaisar mengangkat wajahnya, menatap ke arah Keanu dengan malas.
"Apakah ada masalah berat? Atau kau baru bertengkar lagi dengan Cantika? Kukira penolakan Cantika untuk bercerai denganmu bukanlah sesuatu hal besar."
"Ini seperti bukan dirimu, Dude. Katakan apa yang terjadi?" Keanu kemudian duduk di sebelah Kaisar.
Kaisar menghela nafasnya panjang.
"Bukan hal besar."
Mereka terdiam untuk sejenak.
"Baru saja aku melihat Farida keluar dari lift dengan keadaan sekacau dirimu."
Tidak ada reaksi dari Kaisar, tapi wajah pria itu terlihat menegang. Keanu hanya bisa menarik kedua sudut bibirnya ke samping menanggapi sikap Kaisar yang seperti menyembunyikan sesuatu. Pria itu memang punya kepribadian tertutup.
"Dahinya tampak memar, ketika kutanya apa penyebabnya katanya terantuk besi lapuk yang karatan. Memang ada besi lapuk ya? Aku baru tahu dan ingin bertanya padamu seperti apa besi lapuk dan karatan."
Keanu menahan tawanya karena tahu siapa yang dimaksud oleh Farida. Dahi Kaisar juga terlihat sedikit merah di atas kulit putihnya.
"Katanya lagi itu karena dia menghindar dari binatang gila yang ingin menyerangnya. Aku heran, apakah ada binatang di kantor ini? Kalau iya bagaimana bisa sampai menyerang? Apakah dia tidak diberi makan hingga kelaparan dan menyerang wanita secantik Farida. Hmmm .... Pasti wanita itu akan trauma berada di kantor ini lagi," ledek Keanu.
"Sialan!" Kaisar menatap jengah pada sahabatnya itu.
"Kalau kau kemari hanya ingin memberi masalah padaku sebaiknya kau pergi dari sini!"
"Tenang, Dude, aku itu sahabatmu jadi aku akan membantu dan menghiburmu. Namun, aku juga pemuja Farida jadi aku bersimpati dengan apa yang terjadi."
"Betty...!" Panggil Kaisar pada sekretarisnya.
"Kenapa kau panggil makhluk jadi-jadian itu," ujar Keanu. Kaisar lantas tersenyum tipis yang jahat.
Betty langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Kau bawa dia keluar dari ruangan ini," ujar Kaisar kesal.
"Haish, apa salahku?" tanya Keanu dengan wajah polosnya.
Kaisar menatap malas dirinya. "Dengarkan aku, saat ini aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun. Tidak terkecuali dirimu. Kau bisa marah karena perlakuanku ini dan aku akan minta maaf jika pikiranku sudah kembali stabil untuk sekarang aku ingin kau pergi dari ruangan ini secepatnya!"
"Kau mengusirku, Kaisar?"
"Ya!"
"Padahal aku kemari ingin memberi tahumu satu hal penting. Oleh karena rasa persaudaraan antara kita aku akan mengabaikan apa yang kau lakukan padaku."
Kaisar menatap malas pada sahabatnya ini. Keanu sendiri melihat ke arah Betty yang duduk menunggu perintah selanjutnya dari Kaisar.
"Betty, kau keluar lagi," perintah Kaisar.
Betty tersenyum miris, dia berjalan keluar dari ruangan itu dengan mata memerah. Sepertinya gadis berkacamata tebal itu mendengar ucapan Keanu tentang dirinya.
"Okey, katakan apa yang ingin kau sampaikan. Setelah itu, pergilah!"
Keanu tampak kesal dengan sikap Kaisar yang arogan seperti ini. Jika bukan karena persahabatan mereka yang sudah terjalin lama, maka dia tidak akan memaafkan pria di depannya.
"Rose ...."
"Ada apa lagi dengannya?"
Keanu terdiam.
"Dia kabur lagi?"
Keanu menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa?"
"Paman dan Bibi baru saja memberi tahuku jika Rose menderita suatu penyakit."
Wajah Kaisar tampak terkejut. "Penyakit ... apakah itu serius?" tanyanya gugup dan cemas.
Keanu menghela nafas panjang dan mengangguk. "Bisa dikatakan serius dan bisa juga tidak."
Kaisar nampak tidak sabar menunggu lanjutan perkataan Keanu. Dadanya terasa sesak mendengar berita ini. Orang yang dia sayang sedang sakit di sana dan dia tidak tahu sama sekali. Wajahnya nampak pucat mendengar penjelasan Keanu.