One Night Stand With Brother In Law

One Night Stand With Brother In Law
Bab. 101



"Apa maksudmu jagoan kecil? tanya Alehandro.


"Ha .. ha ... ha tidak apa-apa kakek ini hanya masalah antara.... Perkataan Maulana terhenti dia menatap ke arah Ibunya dan ayahnya. Tidak mungkin berkata jujur dengan apa yang dia lihat tadi di kamar. Rahasia keluarga.


Dia hanya menceritakan itu pada Hanafi. Karena itu hanafik kakak untuk menikahkan Farida dan Kaisar agar mereka berdua tidak terus melakukan dosa.


Setelah semuanya mengucap kan kata selamat kini giliran Emilio you dan Rose mereka berdua terlihat seperti pasangan yang serasi saling bergandeng tangan dan berdekatan. Emilio pun selalu terlihat berada di sisi Rose tidak pernah meninggalkannya barang untuk sesaat.


" Halo kakak ipar Selamat atas pernikahanmu Aku berharap kedepannya kau akan hidup bahagia selamanya," ucapan beliau pada Kaisar.


"Aku juga bahagia melihat kau bahagia Sepertinya kalian sudah saling menerima satu sama lain, "ungkap Kaisar. Dia menyambut uluran tangan Emilio bahkan memeluknya dengan erat.


"Apa rahasiamu hingga bisa menundukkan hatiku yang keras kepala itu?" tanya Kaisar.


Emilio hanya menjawab dengan senyuman.


"Selamat ya Farida atas pernikahan kalian, jaga Kaisar dengan baik karena dia adalah orang yang tepat untukmu. Dia sangat mencintaimu dari dulu," ungkap Rose.


Farida tercengang mendengar hal itu. Antara percaya dan tidak. Bukankah sebelumnya Kaisar sudah menikah dengan Cantika dan punya hubungan yang lebih.


"Kau mungkin bingung dengan apa yang kukatakan tapi suatu hari aku akan membuka rahasianya," lanjut Rose.


"Rahasia? Apa maksudmu," tanya Kaisar pada Rose.


"Lain kali saja aku akan menceritakannya," ujar Rose tersenyum dengan raut wajah meledek pada Kaisar.


"Kau itu adik kecil yang nakal!" ujar Kaisar ingin menjewer Rose.


"Ih, aku bukan adikmu, umur kita itu sama," ujar Rose tak mau kalah.


Dara dan Alehandro yang melihat kerasa senang. Akhirnya hubungan keduanya yang sempat tegang selama enam tahun ini membaik setelah keduanya sudah punya pasangan masing-masing.


"Kaisar, aku lupa memberi tahu kalau ada kabar baik dari Rose." kata Alehandro.


"Kabar baik apa?" tanya Kaisar menatap ke arah Rose. Emilio sendiri merapikan dasinya yang tidak kusut.


"Rose sudah mengandung," sambung dara.


" Oh ya, sungguh, aku ikut bahagia, ternyata aku akan jadi Paman," balas Kaisar.


"Sudah berapa bulan," tanya Kaisar.


"Ish, kami menikah sebulan yang lalu," ujar Rose. "Tidak perlu tanyakan itu.


"Lho, siapa tahu sudah mencicil terlebih dahulu."


"Aku baru menyentuh Rose ketika kami sudah menikah. Mana berani aku melakukannya sebelum ini. Bukankah pernikahan kami itu jebakan darimu kakak ipar yang ingin menjalin hubungan dengan Farida dengan mulus tanpa gangguan. Kau memberikan padaku wanita yang istimewa ini dan aku sangat berterimakasih untuk itu," jelas Emilio.


"Oh, jadi kau yang menjebakku?" balik Rose kesal.


"Tapi akhirnya kau senang dan cinta dia kan? Aku sengaja memberikan pria terbaik untukmu karena aku tahu hanya dia yang bisa mengerti dirimu," terang Kaisar.


"Kita syukuri saja yang sudah ada. Kasihan, Nak Farida melihat pertengkaran kalian saja," ujar Dara.


"Tidak apa-apa, Mom," jawab Farida.


"Kau memang istri Kaisar tapi aku tidak mau memanggilmu Kakak ya ... selain karena dia bukan kakakku, kamu juga lebih muda dariku," ujar Rose.


"Tidak apa-apa."


Tangan Kaisar memeluk pinggang Farida memberikan rasa tenang.