
Alesya sudah di pindahkan dan sekarang semuanya sudah berkumpul, sahabat mereka datang pagi sekali.
"Ucucucu keponakan ku ganteng sekali." Ucap Audrey gemas.
"Siapa namanya Le?" Tanya Maria.
"Gil apa kamu sudah memberikan nama untuk putra kita?" Tanya Alesya.
"Belum, aku ingin menunggu mu sadar dulu." Jawab Gil.
"Jadi siapa nama jagoan uncle ini?" Tanya Niel.
"Leonardo Austen Rodrigez." Ucap Gil sambil menatap Baby El yang berada di pangkuan Ale.
"Nama yang bagus." Ucap Sam.
"Baby Leo, hai aku Aunty Audrey." Ucap.Audrey.
" Oh ya, tadi Adela menghubungi ku. Katanya dia akan kemari bersama Marvel, sekalian pulang."Ucap Audrey.
"Mereka masih di rumah sakit?" Tanya Ale.
"Iya, rencananya mereka akan pulang hari ini. Kau harus melihat Baby Dav yang lucu itu, aku jadi ingin memilikinya satu."
"Menikahlah dengan ku, nanti kita akan buat sebanyak mungkin sayang." Sahut Niel.
"Apa, aku tidak salah dengar kan?" Tanya Sam.
Audrey yang mendengarnya sedikit gelagapan, dalam hati dia bertanya apa Niel tidak bercanda.
"Tidak, telingamu baik-baik saja kan tidak mendadak jadi tuli?" Ucap Niel.
"Kau ini bicara apa Niel, jangan membuat humor di pagi hari tidak lucu." Ucap Audrey.
"Baiklah, sepertinya ini waktu yang tepat." Ucap Niel.
"Waktu yang tepat apa?" Tanya seseorang yang baru saja datang.
"Adela." Teriak Audrey setelah berbalik dan melihat Adela yang duduk di kursi roda bersama Baby Dav di gendongannya.
"I miss you." Ucap Adela dengan senyum bahagianya.
Ya, orang itu adalah Marvel bersama istri dan anaknya.
"Mengganggu saja." Gerutu Niel.
"Wahh jagoan juga, tampan sekali. Lihat Dav kau punya teman baru, selamat ya atas kelahiran putra kalian." Ucap Adela sudah di hadapan Alesya.
"Kamu bisa saja, baby Dav juga tak kalah tampannya. Terimakasih Adela sudah kemari, maafkan aku yang belum sempat mengunjungimu seblumnya."
"Tak apa, kita bisa menghabiskan waktu bersama setelah ini."
"Tentu." Ucap Alesya.
"Siapa nama Gilbert junior ini Alesya?" Tanya Marvel.
"Leonardo Austen Rodrigez." Jawab Gil.
"Bagus, ku harap kelakuannya tidak seperti daddy bastardnya." Ucap Marvel.
"Heh... Dia akan seperti diriku tentu. Seorang penguasa dan pemberani, dia akan jadi anak yang tampan dan penuh kharisma seperti ku." Ucapnya bangga.
"Asal jangan jeleknya saja." Ucap Sam.
"Ya, Aku muak dengan sikapnya yang seperti freezer itu." Timpal Niel.
"Woahh, ada apa Niel. Kau kesal sekali sepertinya, calm dude." Ucap Gil.
"Bagaimana tidak kesal, dia ingin malamar Audrey tapi tertunda akibat kau Vel." Ucap Sam.
"Upss sorry aku tidak tahu." Ucapnya.
"Jangan bicara sembarangan Sam." Ucap Audrey.
"Sam benar Drey." Sahut Niel kemudian mendekati Audrey dan mengambil tangannya, dia menatap dalam mata Audrey seakan member it ah bahwa dia sedang berbicara serius.
"Ini waktu yang tepat, aku tidak perduli di bilang tak romantis. Audrey Veronica Baston, will you marry me?" Ucapnya serius.
Suasana ruangan menjadi hening, saat Niel melontarkan kalimat itu. Semuanya kaget kecuali para laki-laki, mereka tidak bereaksi berlebihan.
"Jangan bercanda Niel."
"Aku tidak bercanda, ini serius Audrey."
"Benarkah?"
"Iya Audrey will you marry me?" Ulangnya lagi.
Audrey melihat Adela dan Alesya bergantian, dia sama kagetnya.
"Rey, bagaimana? jangan membuat Kakak ku menunggu." Ucap Alesya.
"Emmm..."
"Katakan saja, jangan sok jual mahal." Sahut Adela dan mendapat tatapan tajam dari Audrey.
"Heuemm." Ucap Audey.
"Heumm apa?" Tanya Niel bingunh dengan jawaban Audrey.
"Heumm aku mau." Ucap nya.
"Really?" Tanya nya untuk memastikan.
"Yes Danielo." Ucap Audrey.
"Yesssss, thank you babe." Ucap Niel girang dan mendekap Audrey erat.
"Tidak romantis sekali." Ucap Sam.
"Biarkan saja." Jawab Niel.
"Hari ini makin terasa bahagia, dengan kehadian Baby Dav dan baby El. Di tambah pasangan rusuh ini akan menikah, betapa senangnya aku." Ucap Sam.
"Ya kau benar, semoga kebahgaian kita akan terus menghampiri." Ucap Maria.
"Baiklah, sebelumnya maafkan kami. Kita harus pulang duluan, Adela dan Davon harus istirahat." Sahut Marvel.
"Ya,nanti kita bertemu lagi. Mungkin akan berkunjung jika kondisiku sudah membaik dan baby Dav sudah bisa di ajak pergi keluar." Ucap Adela.
"Tak apa, aku mengerti. Sekali lagi terimaksaih sudah menyempatkan berkunjung kemari." Balas Alesya.
"Sama-sama." Ucap Adela.
"Bersiaplah bergadang tiap hari dude." Ucap Marvel.
"Sudah terbiasa dan tidak ada masalah dengan hal itu." Balas Gil.
"Yasudah kami pamit." Ucap Marvel dan mereka pun pergi.
"Sweetheart aku harus pergi sebentar bersama Sam dan Niel untuk mengurusi pekerjaan, nanti Mom Bela akan kemari. Maria juga akan menemani mu disini. Tak apa kan aku tinggal sebentar?"
"Heumm... pergilah Daddy dan cepat kembali." Ucap Alesya menirukan suara khas anak kecil.
"Tentu, jaga Mommy untukku okey." Balasnya. "Jaga dirimu, aku pergi dulu." Ucap Gil, lalu mengecup kening Alesya dan Baby El bergantian.
"Emm aku juga harus pergi kuliah, maaf tidak bisa menemanimu." Sahut Audrey.
"Sudahlah, sudah ada Kak Maria dan Mom Bela akan kemari." Ucap Alesya.
"Okey, aku pergi dulu. Dah Baby El jangan rindu denganku ya." Ucap Audrey.
"Yasudah sweetheart kami pergi sekarang." Ucap Gil.
"Hemmm." Balas Alesya.
Sekarang hanya tersisa Maria di kamarnya, sambil menunggu Mom Bela datang.