
"iya aku bertemu selena kemarin." Ucap Sam
"Untuk apa kau berhubungan dengannya lagi sam?" ucap Niel.
"Jelaskan Sam." ucap Marvel.
"Kemarin dia tiba-tiba mengabariku lewat pesan ingin bertemu dan hanya ingin meminta maaf karena kejadian itu membuat persahabatanku hancur, seharusnya dia tidak melakukannya." tutur sam.
"Hanya itu?" tanya Marvel.
"Heumm dan ternyata setelah lulus SHS dia pindah ke Itali bersma keluarganya " Ucap Sam.
"kurasa semuanya sudah di rencanakan." ucap Gil berasumsi.
"Maksudmu?" Tanya Niel.
"Kau tahu seseorang mengirimku pesan acanaman, dia mengirmkan foto kekasihku yang berada di cafe kemarin ." Ucap Gil.
"Apa yang dia katakan?Ucap Marvel.
"Hanya ancaman kecil, tidak membuatku terpancing begitu saja. Dasar bodoh." ucap Gil.
"Santai sekali kau Gil bagaimana jika terjadi sesuatu dengan adik baruku." ucap Niel.
"Diamlah Niel kau berlebihan." balas Gil.
"Mengenai data yang kau minta aku sudah menemukannya." Ucap Marvel.
"Bagaimana?" tanya Gil.
"Memang ada seorang gadis yang berumur 9 tahun beruntungnya keluarga Jhonson membawanya ke salah satu rumah sakit milikku dan, saat aku mengecek rekaman cctv di tempat kejadian, ada seorang lelaki yang sengaja membuang Qila di jalanan begitu saja." ucap Marvel.
"Di buang.." Guamam Niel.
"Siapa Qila, sepertinya aku pernah mendengar nama itu."Ucap Sam mengingat.
" Mungkin mahasiswi mu."Ucap Niel.
"Ahh benar, salah satu mahasiswi ku menanyakannya tadi dan dia juga bertanya mengenai kau dan Gil. Memang siapa Qila?" ucap sam.
"Bacalah." ucap Marvel sambil menyodorkan data-data mengenai Qila.
"Selena? dia bukankah selena kenama namnya Qila?" Tanya Sam bingung.
"Mereka kembar." jelas Gil
"Aku baru tahu Selena punya kembaran, dia tidak pernah bercerita mengenai hal ini." Ucap Sam.
"Apa kalian sadar, Selena tidak pernah terlihat bersama keluarganya. Dia tinggal di apartment sendirian, mungkin yang kita tahu hanyalah pamannya dan itupun. tidak terlihat jelas wajahnya seperti apa." Tutur Marvel.
"Kau benar juga Vel, sangat mencurigakan." ucap Niel
"Aku baru ingat, kenapa Daddy bisa tahu mengenai selena dan Qila yang kembar?"Ucap Gil.
" Daddy Gio tahu mengenai ini, dan kenapa kau meminta kepadaku Gil."ucap Marvel.
"Dia tidak memberikan seluruh informasi, kau tahu dad seperti apa bukan." ucap Gil.
"Benar juga." Gumam Niel.
"Dalam hasil laporan kesehatan milik Qila dia mengalami kekerasan fisik dan luka di kepalanya membuat dia mengalami amnesia traumatis. Amnesia ini terjadi karena adanya benturan keras di kepala. Jenis amnesia ini umumnya bersifat sementara, namun tergantung pada seberapa parah cedera yang terjadi." Jelas Marvel
"Jadi Qila bisa menginggat kemabali?" Tanya Gil.
"Tergantung." Singakat Marvel.
"Kita bicarakan ini lain kali, aku harus pulang." Ucap Gil.
"Baiklah, jadi kesalah pahaman ini sudah jelas dan kau Gil berbaikanlah dengan sam." Ucap Marvel.
"Heumm.. terimakasih untuk semuanya terutama kau, apa kau akan memaafkan ku Samy." Ucap Gil
"Kemarilah." ucap Sam merentangkan tangannya meminta Gil memeluknya.
"Apa sekarang kau suka sesaka jenis sam." Ucap Gil
"Ayolah pelukan persahabatan." ucap Sam
"Baiklah." ucap Gil kemudian maju bersiap untuk memeluk Sam namun, yang di dapatkan adalah pukulan bukan pelukan.
Bughh...
"Arghhh sialan kau Gil." ucap Sam
"Kau masih mempunyai beberapa urusan denganku sammy." ucap Gil sambil terkekeh."Aku pergi sekarang." ucap Gil kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Dasar pria itu datang terakhir dan pulang awal." ucap Niel.
"Sebaiknya kita juha harus kembali kawan." Ucap Marvel.
"Of course." Balas Sam dan akhirnya mereka pergi ke rumah masing-masing.
............
Alesya pov
Setelah menerima pesan dari Gil aku langsung kembali ka apartment, ku kira Gil marah karena tidak mendapati aku di sana saat pulang tapi, aku salah ternyata Gil tidak ada di apartment. Dia belum kembali dan, kenapa dia menyuruhku pulang sedangkan dia saja tidak ada, menyebalkan.
Setelah membersihkan diri Aku pergi menonton TV dengan beberapa camilan, tak terasa malam sudah semakin larut dan Gil belum juga kembali.
Namun ketika aku akan beranjak pintu apartment terbuka menampilkan Gil disana dengan kemeja yang sudah acak-acakan.
"Gil." Sapaku tapi ada yang berbeda dari Gil yang terlihat sedang menahan marah dia menatapku dingin.
"Kau kenapa Gil?" Ucapku takut.
"Masih bertanya, kenapa kau tidak mengabariku dan pergi berkencan dengan pria itu." ucap Gil sambil berjalan kearahku.
"Akk..aku lupa, dan kami tidak berkencan sungguh. Tadi sam hanya memintaku membantunya mencari hadiah untuk adiknya itu saja Gil, kenapa kau terlihat begitu marah." Ucapku
"Kau kekasihku Alesya, bagaimana orang akan beranggapan jika kau jalan berdua dengan pria lain." Ucap Gil.
"Ak..akkkk..aku, maafkan aku. Bukankah kita hanya kekasih pura-pura Gil, jadi tidak masalah aku jalan dengan yang lain." ucapku.
"Berpikirlah, bagaimana jika mom melihatmu saat itu sedang kencan bersama pria lain dia akan curiga."
"Maafkan aku Gil, aku tidak berfikir kesana."
"Diamlah, mulai sekarang kau tidak boleh berdekatan dengan pria manapun selain aku mengerti."
"Mengerti Gil."
"Bagus, besok aku akan mengajakmu keluar."
"Tapi aku harus kuliah."
"Bolos sehari tidak membuatmu mati bukan."
"Baiklah, memangnya kita akan kemana?"
"Jangan banyak bertanya dan, mengenai samuel. Kau jangan beritahu apapun tentangku."
"Memangnya kenapa sam tidak..."ucapku terpotong oleh teriakan Gil.
"Kubilang jangan banyak bertanya, menurutlah." Ucapnya kemudian pergi meninggalkan Alesya sendirian.
"Dia kenapa, hanya hal sepele seperti itu sudah terlihat sangat marah." Ucapku heran dengan perubahan sikap Gil yang kadang baik, pendiam, dingin,hangat dan sekarang dia berubah lagi menjadi kejam dan diktator.
Akhirnya Aku memutuskan untuk beristirahat setelah mematikan TV.