My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 70



Alesya sangat terhibur dengan tontonan di layar tipis yang sengaja Gio berikan, disana aktifitas dan semua percakapan bisa ia dengar dan lihat.


"Astaga Gil, sebegitu tidak sabarannya kau ingin menuiku." Ucap Alesya.


"Kenapa dia begitu bodoh, tidak bisa membedakan aku dengan Kak Maria. Menyebalkan sekali, awas saja tuan Gilbert tunggu pembalasanku." Lanjutnya.


Ya, tidak ada yang tahu keberadaan Alesya. Kecuali, Gio, Bela dan, Amer. Maria sengaja tidak Gio beritahu, karena benar saja Gil pasti akan menemukannya.


Semua bahan makanan dan camilan sudah di cukupkan untuk tiga hari selama Alesya berada disini, Dia juga tidak merasa bosan hanya seorang diri di pavilun yang lumayan besar. Alesya tidak habis pikir, orang yang merancang paviliun bawah tanah ini sangat pintar. Tidak seperti yang kalian pikirkan tentang rumah bawah tanah pada umumnya, disini sangat jauh berbeda. Layaknya rumah biasa, terdapat kebun bunga, kolam ikan dan halaman yang luas.


Alesya juga bingung, padahal saat masuk dari lorong rumah waktu itu. Gio melewati jalan bawah tanah yang tidak terdapat ventilasi sama sekali, pencahayaanya pun sangat kurang. Tapi, yang membuat Alesya terbengong adalah desain arsitektur yang sangat khas dan klasik. Sepanjang jalan dindingnya terdapat ukiran-ukurian indah, jalan yang Ia pijak pun bukan tanah ataupun rumput. Melainkan sebuah karepet buludru hijau sangat lembut dan tebal yang Alesya rasakan saat menginjaknya, sungguh luar biasa.


Alesya di buat takjub setelah Gio membukakan pintu besi di hadapnnya, menampilkan rumput hijau dengan sinar matahari yang meneranginya. Dia kira hanya sebuah ruangan yang luas tanpa pencahayaan sinar dari luar, ternyata berbeda. Terdapat paviliun di atas kolam ikan dengan jembatan kayu sebagai penghubungnya, sangat indah.


"Bersabarlah Gil, tiga hari lagi. Setelah itu tidak akan ada yang dapat memisahkan kita." Ucap Alesya.


................


Tiga hari berlalu begitu cepat, sekarang Gil sudah terlihat rapih dengan tuxedo putih dipadukan bersama pita merah layaknya pengantin pria pada umumnya.


Sampai sekarang Gil belum juga bertemu dengan Alesya, dari semalam dia sulit tidur terus memikirkan pernikahannya. Bagaimana yang datang nanti bukan Alesya melainkan wanita lain, banyak kemungkinan-kemungkinan yang Gil pikirkan.


"Hoho, dude akhirnya kau menikah juga." Ucap Niel.


"Kau jangan cemas Gil, Adela sedang menemani Alesya." Ucap Marvel menenagkan Gil.


"Benarkah?"


"Ya Gil, Audrey juga bersamanya." Sahut Niel meyakinkan Gil.


"Aku masih belum percaya sebelum melihatnya sendiri." Jawab Gil.


"Sebentar lagi, kau akan melihat Alesya di altar. Mom Bela sudah menunggu di bawah, sebaiknya kita pergi." Ucap Sam.


"Aku tidak yakin." Ucap Gil.


"Astaga anak ini, tunggu. Aku akan sambungkan Video call dengan Audrey supaya kau yakin."Ucap Niel yang sudah kesal dengan sahabatnya ini.


" Niel, ada apa? kami sebentar lagi akan berangkat mengganggu saja."Omel Audrey.


"Pria bodoh ini ingin melihat wanitanya, boleh kau arahkan ponselmu sedikit kearah Alesya." Pinta Niel.


"Sedikit saja okey !"


Gil langsung mendekat kearah Niel dan, benar saja disana. Alesya sedang duduk memunggungi kamera, hanya beberapa detik sekarang wajah Audrey yang terlihat.


"Bagaimana, sudah yakin?" Tanya Audrey.


"Mungkin, sudahlah Drey. Aku matikan dulu, kami juga akan segera pergi."


"Baiklah, sampai jumpa." Setelah itu sambungan Video berakhir.


"Ayo jangan banyak berpikir." Ucap Sam sambil menggandeng Gil agar cepat bergegas.


"Dia memang sudah menjadi idiot Sam." Sahut Niel dan mendapat tatapan tajam dari Gil.


Di bawah, Bela dan Gio sudah menunggu dengan busana yang senada dengan tema pernikahan yang sudah di tentukan.


"Lihatlah Gio, putera kita sangat tampan sekali." Puji Bela pada Gil.


"Siapa dulu daddy-nya, Giovano." Ucapnya menyomongkan diri.


"Yasudah ayo kita berangakat." Ucap Bela.


Dengan berat hati akhirnya Gil menurut saja, mereka sudah pergi bersama yang lainnya. Barulah Alesya muncul dari salah satu kamar yang dulu sempat Ia tempati, kemarin malam Alesya diam-diam keluar dari paviliun bersama Bela.


Gil tentunya tidak mengetahui ini semua, sebenarnya Alesya sudah bersiap di kamar miliknya hanya saja menunggu Gil yang pergi terlebih dahulu.


"Rasanya seperti petak umpat saja." Ucap Adela.


"Ya aku juga merasa begitu, pernikahan yang sangat aneh." Sahut Audrey.


"Sudahlah, ayo kita harus segera menyusul yang lainnya." Ucap Maria.


Sekarang mereka pergi menuju Katedral St. Patrick New York untuk pemberkatan dan, pesta pernikahannya akan di adakan di salah satu Hall milik keluarga Rodrigez.



Alesya sangat gugup ketika sudah sampai, jantungya berdetak dua kali lipat setelah masuk dan melihat Gil. Dia terlihat sangat tampan, berdiri dengan gagah dan penuh berwibawa dia menunggunya.



Wajah Alesya samar terlihat karena tertutup Veil, sangat cantik. Sangking terpesonanya Gil sampai tidak sadar Matheo sudah menyodorkan tangan Alesya.


"Ekhemm Gil, kau tidak ingin menyambut calon pengantinmu?" Ucap Matheo menyadarkan Gil.


Akhirnya Dia menerimanya, sekarang Gil percaya bahwa Alesya sudah ada di hadapannya. Senyuman dan tatapan rindu dari keduanya sangat terlihat, seminggu rasanya seperti bertahun-tahun bagi mereka.


"Sweetheart." Panggilan sayang dari Gil yang sangat Alesya rindukan, akhirnya terlontar bagitu saja dari mulut Gil.


"Baiklah, kepada kedua mempelai silahkan berjabat tangan. Untuk anda Mr. Gilbert Alejandro Rodrigez apa engkau sudah yakin memilih Ms.Alesya Margareta Gaven sebagai pasangan engkau?" Tanya pendeta kepada Gilbert.


"Ya, saya bersedia."Jawab Gil lantang.


" Ms. Alesya Margareta Gaven, apakah engkau sudah yakin memilih Mr. Gilbert Alejandro Rodrigez sebagai pasangan engkau?"


"Ya, saya bersedia." Jawab Alesya.


"Baiklah ikuti kata-kataku, I Gilbert Alejandro Rodrigez, take you as a wife, to have and care for each other from now on forever, in times of trouble and pleasure, in times of abundance and lack, in times of health and sickness, to love and appreciate one another, until death do us part ."


kemudian beralih kepada Alesya.


"I Alesya Margareta Gaven, take you as a husband, to have and care for each other from now on forever, in times of trouble and pleasure, in times of abundance and lack, in times of health and sickness, to love and appreciate one another, until death do us part. Ucap Alesya.


" Sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, silahkan mempelai pria bisa membuka Veil dan mencium pasangan anda."Ucap Pendeta di akhiri dengan tepuk tangan dan siulan dari para tamu undangan.


"I miss you so much sweetheart." Ucap Gil sembari membuka Veil.


"Me too." Balas Alesya dengan senyuman indahnya.


Setelah itu Gil langsung mencium bibir Alesya dengan penuh kerinduan, sahabat mereka terharu. Akhirnya Gil sudah menemukan pendamping hidupnya, Audrey dan Adela sudah menagis sedari tadi.


Gil melepaskan ciuman mereka, dipandangnya Alesya yang sudah berkaca-kaca.


"Don't cry sweetheart."Ucap Gil. " Mom dan Dad pasti bahagia sudah melihat putrinya bahagia."Lanjut Gil.


"Ya tentu Gil." Balas Alesya kemudian memeluk Gil.


"Sayang." Panggil Bela.


"Mom."


"Akhirnya kamu sudah menjadi menantuku sekarang."Ucap Bela senang.


" Bagaimana Boy, Daddy tersayang mu menepati janjinya bukan." sahut Gio.


"Ya, untunglah kau menepati janji Dad." Ucap Gil


"Alesya, kau cantik sekali. Aku sampai iri melihat kecantikanmu, benar-benar seperti ratu." Ucap Audrey.


"Kamu bisa saja Rey."


"Memang kenyataanya seperti itu, selamat atas pernikahan kalian." ucap Sam membenarkan ucapan Audrey.


"Terimakasih Sam."


"Akhirnya kau menyuslku Ale, aku merasa senang." Ucap Adela.


"Haha iya, aku juga tidak menyangka akan menikah secepat ini."


"Gil, jaga adikku dengan baik. Jangan berani menyakiti dan membuatnya meneteskan air mata, kecuali air mata kebahagiaan. Jika aku mendengar kau menyakitinya, aku tidak akan tinggal diam." Ancam Niel.


"Sejak kapan kau mempunyai adik sebaik Alesya. Sepertinya dunia akan menangis mendengarnya." Ucap Gil.


"Dia memang Kakaku, benar kan Kak Niel?" Bela Alesya.


"Tentu." Jawab Niel bangga.


"Sudahlah jangan membuat keributan, bersenag-senanglah. Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian, aku tunggu Gilbert junior dan Ale junior okey." Ucap Marvel.


"Thanks semuanya, jangan lupa untuk datang ke acara pesta kita." Balas Gil.


"Tentu, aku sangat bersemangat sekali." Sahut Niel.


"Memalukan kau Niel." Ucap Audrey.


Setelah acara pemberkatan selesai semua kemabali pulang dan, menunggu pesta nanti malam. Gil bersama yang lain bergegas pergi menuju hotel untuk menunggu malam tiba dan sedikit beristirahat.