
Kemabali Alesya terbangun sudah mendapati dirinya di sebuah kamar, namun kali ini ia tahu siapa pemiliknya.
"Uhhh kenapa aku harus terbaring disini." ucapku. Alesya tidak menyadari bahwa Gil sedang memperhatikannya di sofa panjang yang ada di kamarnya, waktu masih sangat pagi tapi Ale sudah terbangun.
"Sialan, Kemana pria it..u." Ia kaget melihat Gil sedang memperhatikannya. "Kkk...kkenapa tuan di sini?" Tanyaku gugup.
"Alesya bodoh, harusnya aku yang di tanya seperti itu. ini kamarnya. ehhh... jangan salahkan aku, dia yang membawaku kemari."batinku
" Ee...emmmm, mmm..maksudku. Aku akan keluar dari sini, yah keluar..mungkin tuan ingin beristirahat."ucapku gugup.
"Tidurlah, jangan pergi kemanapun." ucapnya singkat kemudain dia bangkit pergi meninggalkanku.
"Huff...Apa dia mabuk, kenapa jinak seperti itu." ucapku, jam berapa ini perutku sungguh lapar, sedari pagi aku hanya memakan sarapan yang di berikan Amer setelah kabur, aku tidak memakan apapun lagi.
Ku beranikan keluar menuju dapur, jam menunjukan masih jam 2 pagi. Untungnya aku masih ingat, sungguh tidak dapat di percaya. Aku akan terjebak bersama iblis gila ini.
Setelah sampai aku mulai membuka kulkas dan untunglah disana ada sebotol susu kesukaanku, tak menunggu lama aku menunangkannya kedalam gelas dan mengambil beberapa helai roti.
Sebenarnya Gil tidak benar-benar keluar jauh dari kamarnya, dia berencana masuk kembali setelah Alesya tidur. Tapi belum beberapa lama Alesya keluar dengan mengendap-ngedap seperti ingin kabur, Gil mengikutinya dan ternyata dia hanya kelaparan.
Gil tiba-tiba tersenyum sangat tipis melihat tingkah konyol Alesya, setelah menghabiskan semuanya dia langsung tertidur di atas meja makan dengan nyaman.
"Gadis aneh, apa bandannya tidak sakit tidur seperti itu dan, what dia tertidur dengan cepet setelah mengabiskan dua gelas susu putih dan beberapa lembar roti." Batin Gil.
"Dasar gadis aneh." gumam Gil kemudian memindahkan Alesya ke kamarnya dan membaringkannya. Setelah itu Gil beranjak dan menekan tombol di bawah lukisan, ternyata itu adalah ruangan rahasia.
Gil melamun, memikirkan kenapa sikapnya berbanding terbalik dengan pikirannya. Dia ingin membuat Alesya tersiksa namun dengan melihatnya kesakitan Gil tidak tega.
"Aku tidak akan mengubah prinsipku tentang wanita. Semua wanita di luaran sana sama, hanya melihat uang ku saja." Gumam Gil, kemudian baru dia teringat dengan berkas yang di berikan tempo hari oleh Anthony mengenai semua data tentang Alesya. Lalu dia membacanya, dan seketika Gil terkejut karena melihat laporan kesehatan Alesya.
"Dia mengalami trauma." ucapnya.
Gil tidak menyangka perbuatannya yang tidak di sengaja itu membuat Alesya trauma dan hey.. "kenapa kau perduli padanya Gil."Batinku.
Drtttt...Drttt... getar ponsel milik Gil
" Maaf tuan mengganggu waktu anda, markas barat terjadi penyerangan. Sebagian anggota kami banyak yang terluka."
"Shit..Aku akan segera kesana, bunuh saja mereka jangan sampai tersisa satu pun kau mengerti." Ucap Gil marah.
"Bedebah, siapa yang berani bermain dengan ku." Ucap Gil kemudian pergi meninggalkan apartment.
.......
Gil sudah tiba disana dan benar saja, keadaan sangat kacau. Gil mengeluarkan Colt 1911 pistol yang memiliki keceptan 1,225 kaki per detik menjadi senjata kesayangannya.
Dor...Dorr Gil mulai menebaki musuh kemudian dia mengubungkan komunikasi Wireless rancangnnya untuk mengubungi anak buahnya.
"Shit... siapa mereka." ucap Gil masih menembaki musuh.
"Anthony bagaimana?" tanya Gil.
"Sedikit mengurang tuan, dan beberpa dari anggota kita terkena tembakan." Balasnya.
"Brengsek."
Dor...dorr..dorr
Gil dengan brutal menenbaki musuh tepat di jantungnya, perlahan anggota mereka sudah berkurang .
"Hah...lihatlah pencundang yang membawa antek-anteknya untuk menyerangku." ucap Gil menatap nyalang orang itu.
"Whoa... come on, kita sudah lama tidak berjumpa teman." Ucapnya dengan menekan kata teman.
"Ciuhhh... jangan harap kau menjadi temanku Samuel." ucap Gil tak kalah dingin.
"Ohhh rupanya kau lupa, dulu kita sangat dekat Gilbert. Kurasa kau masih ingat dengan Selena pujaan hati kita beruda." ucapnya
Iya dia adalah Samuel Delvano, dulu mereka adalah sahabat namun semenjak kejadian diama Selena Rusel kekasih Gilbert waktu di SHS berselingkuh dengan sahabatnya sendiri Samuel.
"Omong kosong, mau apa kau menyerang markas ku dasar tidak tahu malu." ucap Gil.
"Hahaha... santai dude, aku kemari hanya ingin bertemu sahabat lama. Apa kau keberatan tuan Gilbert. Hahahahah." tawa Sam.
Dor...
Gil melepaskan pelurunya menembak vas yang berada di dekat samuel.
"Enyahlah, bawa tikus-tikus itu bersamamu." ucap Gil.
"Baiklah, jangan pura-pura bodoh Gil. Kau yang mengatakan kepada pemegang saham cina yang akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan kita, bahwa perusahaan ku sedang terlibat konflik dengan perusahaan percetakan. Licik sekali kau." tutur Sam.
"Dengar kau salah paham, sebenci itu kau kau sam. tidak tahu malu kau menuduhku. Hah untuk apa aku melakukan cara kotor yang akan merugikan perusahaan."
"Kau, mengakulah. Maka aku tidak akan mengganggumu lagi." ucap Sam "Karena mu, semua perusahaan menolak kerja sama denganku, sialan kau." lanjut sam.
"Itu urasan mu yang jelas sudah ku katakan, Aku tidak pernah menghasut investor untuk bekerja sama denganku. Mereka akan datang dengan sendirinya tanpa aku minta." ucap Gil menyombongkan diri.
"Lihatlah sifatmu yang satu ini belum juga berubah, terserah. Sebelum aku mendapatkan bukti bahwa bukan kau pelakunya aku akan terus menuduhmu." ucap Sam.
"Dasar bodoh, sekarang aku yang memintamu membuktikan kenapa kau bisa menuduhku seperti ini, apakah ada bukti." Ucap Gil, seketika Sam terdiam mendengar perkataannya.
"Akan ku buktikan, bahwa kau dalang di balik semua ini." ucap Sam.
"Silahkan, aku peringatkan berhati-hatilah jangan sampai terjadi kesalaha. Karena dapat di pastikan benda kesayanganku yang akan membuat kepala bodohmu tidak berfungsi lagi."ucap Gil, kemudian Sam membawa pasukannya kemabali.
" Bedebah... siapa yang berani menuduhku serendah ini."Marah Gil. Lalu dia pergi mengecek anggotanya di dalam.
"Bagaimana Thony, berikan pengobatan terbaik untuk mereka yang terluka." ucap Gil, tidak banyak yang terluka parah hanya beberapa tembakan di lengan dan kaki.
"Semuanya aman tuan, kami akan membawa mereka ke markas khusus pengobatan." ucap Anthony.
"Terimakasih Thony." ucap Gil dan Anthony pamit untuk memerikasa yang lain.
"Ada apa ini Gil kemnapa kacau seperti ini dan ya tuhan mereka terluka, apa terjadi penyerangan." Ucap Niel yang baru saja datang.
"Samuel datang dengan pasukan tikusnya, dia menuduhku membocorkan konfik perusahaannya kepada investor cina yang akan bekerja sama dengan kami." tutur Gil.
"Wait...Samuel ? Sam...Samuel Delvano mantan sahabat kita?". Ucap Niel kaget.
" Begitulah kenyataanya."
"Kurasa ada seseorang di balik semua ini Gil."
"Aku tahu, bantu aku untuk menemukannya. Akan ku hancurkan dia sehancur-hancurnya tanpa ampun." ucap Gil sambil menyeringai,Niel bergidig ngeri mendengarnya.
"Hmmm, memang iblis." guman Niel. kemudian mereka pergi untuk melihat anggota yang terluka di markas kesehatan.